Takalar.Benuanews.com
Proyek pembangunan pagar dan pemasangan paving blok di SDN Inpres Mardekaya 104 Kabupaten Takalar memicu polemik. Pengerjaan yang baru saja rampung di penghujung tahun 2025 tersebut menuai sorotan tajam dari warga setempat karena kualitas hasilnya yang dianggap jauh dari standar teknis dan kurangnya transparansi informasi publik.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (04/01/2026), kondisi pemasangan paving blok terlihat tidak rata (bergelombang). Ironisnya, meski baru selesai dikerjakan, rumput liar mulai tumbuh subur di sela-sela paving, yang mengindikasikan lemahnya pemadatan landasan dan pengisian sela-sela (joint filler) yang tidak sesuai prosedur.
warga setempat enggan di sebutkan namanya kami melihat sendiri cara kerjanya serba ringkas. Adonan semen untuk kesting tidak pakai kerikil, hanya pasir dan semen Hasilnya pasti rapuh dan tidak akan bertahan lama. Kami sebagai penerima manfaat merasa sangat kecewa dengan kualitas yang diberikan,” ujar salah seorang warga.
Proyek ini juga dinilai menabrak aturan transparansi. Sejak awal pengerjaan hingga selesai, tidak nampak adanya papan informasi proyek di lokasi sekolah. Hal ini melanggar UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan aturan pengadaan barang/jasa pemerintah.
Ketiadaan papan bicara tersebut membuat masyarakat tidak dapat memantau berapa nilai kontrak yang digunakan, siapa kontraktor pelaksananya, hingga dari mana sumber dana tersebut berasal (APBD/DAK).
Masyarakat meminta dari dinas terkait Audit pekerjaan tersebut
dugaan pengerjaan “asal jadi” ini menjadi rapor merah bagi pembangunan infrastruktur pendidikan di Takalar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar
Inspektorat Kabupaten Takalar melakukan audit fisik terhadap volume dan spesifikasi bahan yang digunakan dalam RAB.
Kontraktor Pelaksana diwajibkan melakukan perbaikan total mengingat proyek masih berada dalam masa pemeliharaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai siapa pelaksana di balik proyek yang menjadi sorotan publik tersebut.
