600 Personel Gabungan Amankan Aksi Mahasiswa di Kantor Gubernur NTB, Kapolresta Tekankan Pengamanan Humanis

IMG-20260618-WA0128-scaled.jpg

Mataram NTB benuanews.com – Sebanyak 600 personel gabungan dari Polresta Mataram, BKO Polda NTB, dan Satbrimob Polda NTB diterjunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Rakyat dan Mahasiswa NTB bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram serta BEM FISIPOL Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) di depan Kantor Gubernur NTB, Kamis (18/06/2026).

Sebelum pengamanan dimulai, Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., memimpin apel kesiapan di Lapangan Kantor Gubernur NTB yang diikuti seluruh perwira pengawas (Pawas), perwira pengendali (Padal), serta personel yang terlibat dalam pengamanan.

Dalam arahannya, Kapolresta menegaskan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dan profesional selama menjalankan tugas. Ia juga mengingatkan anggota untuk mematuhi pola dan cara bertindak sesuai prosedur serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu reaksi dari peserta aksi.

“Kepada seluruh personel pengamanan agar melaksanakan tugas sesuai SOP, mengedepankan sikap humanis, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat memancing reaksi massa. Tugas kita adalah mengawal agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman dan tertib,” tegas Kombes Pol. Hendro Purwoko.

Aksi yang diikuti sekitar 150 peserta tersebut berlangsung di depan Kantor Gubernur NTB. Dalam orasinya, massa menyampaikan berbagai aspirasi dan kritik terhadap sejumlah program serta kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Sepanjang kegiatan berlangsung, personel pengamanan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan para koordinator lapangan guna memastikan situasi tetap kondusif serta mengantisipasi potensi tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Kapolresta menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian dalam aksi unjuk rasa bukan untuk membatasi kebebasan berpendapat, melainkan untuk menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pengamanan yang dilakukan Polri bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus menjamin masyarakat dapat menyampaikan pendapat di muka umum dengan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Selain fokus pada pengamanan massa aksi, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi. Sistem buka-tutup arus kendaraan diterapkan secara situasional guna mengurangi kepadatan dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

“Pengamanan ini juga merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, baik kepada peserta aksi maupun pengguna jalan agar seluruh aktivitas dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.

Berkat koordinasi yang baik antara peserta aksi dan aparat keamanan, kegiatan unjuk rasa berlangsung tertib hingga selesai tanpa adanya gangguan kamtibmas yang berarti.

Atas kondisi tersebut, Kapolresta Mataram menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengapresiasi seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan pendapat secara tertib dan damai sehingga kegiatan dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif,” tutup Kapolresta.

Keberhasilan pengamanan ini kembali menunjukkan komitmen Polresta Mataram dalam mengawal demokrasi melalui pendekatan humanis, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Mataram. (Dv)

scroll to top