Limapuluh Kota,-Benuanews.com Ratusan Warga Sungai Kamuyang,Kamis siang (17/7) 2025 memenuhi halaman kantor wali Nagari yang berlokasi di Nagari Sungai Kamuyang, aksi demo yang di gelar tersebut di tujukan kepada pejabat Wali Nagari Isral, masa pengunjuk rasa menuntut agar Wali Nagari Isral mundur dari jabatannya, karena di nilai sudah melakukan berbagai penyalahgunaan wewenangnya sebagai Wali Nagari semenjak tahun 2022.
Warga Sungai Kamuyang mengajukan 8 tuntutan nya,kepada Wali Nagari Isral masing masing tuntutan itu segera
Cabut keputusan yang di hasilkan Mubeslub niniak mamak (KAN)
-Warga meminta Isral mencabut keputusan yang di hasilakan dari Mubeslub niniak mamak
– Batalkan peralihan tanah Ulayat ke Sertifikat HPL
– Warga menolak peralihan tanah ulayat ke sertifikat Hak Pengelolaan karena di nilai merugikan masyarakat adat
Batalkan Pernag (Peraturan Nagari) no 4 tahun 2023 tentang Lembaga Adat Nagari
-Warga meminta pembatalan peraturan Nagari yang di nilai tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat adat.
-Batalkan S/K pengurusan KAN 2023 – 2028 warga menuntut pembatalan surat keputusan KAN
-Serahkan persiapan Alek Nagari tahun 2025 kepada pengurus KAN yang baru
Kaji ulang hibah tanah 10 H untuk sekolah rakyat, warga meminta kaji ulang perihal hibah tanah untuk Sekolah Rakyat
-Warga menuntut dana hibah 1 M yang di salurkan ke Bumnag
Pelanggaran Perda no1 tahun 2018 , warga menuding Wali Nagari melakukan pelanggaran Perda termasuk merugikan kepentingan umum, serta melakukan penyalahgunaan wewenang dan melakukan tindakan diskriminatif.
Hingga antara masyarakat dan Wali Nagari mengusahakan untuk melakukan negosiasi dengan cara mengutus perwakilan dari warga untuk mencari kesepakatan, sedangkan Wali Nagari Isral menolak untuk mundur dengan berdalih dia di pilih , karena jabatannya hasil dari pilihan masyarakat, kepada DPMD/N Kabupaten Limapuluh Kota Endra Amzar dt Putiah, berjanji akan mencarikan solusi bersama Bupati Limapuluh Kota.
Warga Sungai Kamuyang memberikan waktu 2 X 24 jam untuk mundur kepada Walnag , wargapun memberikan ultimatum kepada Wali Nagari untuk segera mengundurkan diri, dan wargapun juga menyatakan untuk menyegel kantor Wali Nagari kalau tuntutan mereka tidak di penuhi (Siera)