Ustad Legawan : Keutamaan Ramadhan Dan malam Lailatul Qadar

Palembang,(benuanews.com)-
Memasuki hari ke-12 Ramadhan1445 lHijriah, umat Islam berbondong
bondong beribadah untuk mendapatkan kemuliaan ramadhan dan meraih keutamaan malam Lailatul Qadar ujar ustad Drs H Legawan Isa,MA dalam kegiatan Ceramah ba’da Sholat Subuh dimasjid Al-Aman Komplek Pakri Jalan Jenderal Bambang Utoyo Palembang Sabtu 23 Maret 2024

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sumsel Brigjen Pol M.Zulkarnain
,SIK,MSi, Dirlantas Kombes Pol M.Pratama Adhyasastra,SIK,MH Dirkrimum Kombes Pol M.Anwar Reksowidjojo
,SIK,MH,Kabid Keuangan Kombes Pol Marsono,SH
Kombes Pol Gandung D Wardoyo,SIK,AKBP Takdir
,SH,MH, Kompol Mamad Dana Prawira,SIK Beserta
Jama’ah sholat Subuh Lainnya

Dalam Ceramahnya Ustad H.Legawan Mengatakan Kemuliaan malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam surah Al-Qadr, berikut ini

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan” ungkapnya
Kemudian
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

Artinya: . “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” Dilanjutkan

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: . “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Artinya: . “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”ujar ustad H.Legawan,MA
Lanjutnya Malam Lailatul Qadar erat kaitannya dengan turunnya kitab suci Al-Quran karena diturunkan pada bulan Ramadhan.
Pada malam Lailatul Qadar, Malaikat turun ke bumi dan suasana malam terasa lebih tenang dan tenteram dari malam-malam lainnya.

Dalam ceramahnya Ustadz H. Legawan Isa menjelaskan secara detail mengenai malam Lailatul Qadar.

Menurut Ustadz Legawan, orang yang mendapat kemuliaan malam Lailatul Qadr akan terasa perubahan pada cara berperilaku dan sifatnya.
“Ketika sesorang mendapat Lailatul Qadar maka akan berdampak pada keadaan hatinya yang lapang dan perilakunya tenang, dan orang yang mendapatkan malam itu akan memperoleh keberkahan, kemuliaan dan limpahan kebaikan dari Allah SWT, ” Ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Legawan Isa, MA
mengungkapkan kiat untuk memburu malam Lailatul Qadar.

“Karena kemuliaan nya, maka malam Al-Qadr menjadi penting untuk kita buru, dan pertanyaannya apa saja yang harus kita lakukan untuk dapat malam Al-Qadr? Kapan datangnya malam itu, amal apa yang harus dikerjakan, doa apa yang harus dipanjatkan?”
Lebih lanjut, Ustadz Legawan Isa,MA mengungkapkan kiat untuk memburu malam Lailatul Qadar.

“Karena kemuliaan nya, maka malam Al-Qadr menjadi penting untuk kita buru, dan pertanyaannya apa saja yang harus kita lakukan untuk dapat malam Al-Qadr? Kapan datangnya malam itu, amal apa yang harus dikerjakan, doa apa yang harus dipanjatkan?”

Ustadz Legawan Isa, MA menambahkan, bahwa untuk meraih malam kemuliaan Lailatul Qadar maka umat muslim harus mengetahui tiga hal penting.

“Untuk mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar maka kita harus membagi menjadi tiga hal, yang pertama tentang kapan datangnya malam tersebut, apa amalannya dan doa apa yang bisa kita mohonkan kepada Allah,”

Berikut penjelasan dari ketiga hal tersebut,
Kapan malam Lailatul Qadar datang?

Malam Lailatul Qadr datang pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan khususnya pada malam-malam ganjil ungkapnya ,
Amalan apa yang bisa dikerjakan?
Memperbanyak membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat malam atau Qiyamul Lail, dan berdoa,Doa apa yang bisa dipanjatkan?

وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي

Artinya, “Dari sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,”” (HR At-Tirmidzi) tutupnya,(wahyudi)
.

scroll to top