Upaya Cegah DBD, Mahasiswa KKN Unand Nagari Tarantang Masyarakat lewat Gerakan 3M Plus

FOTO-1-SOSIALISASI-DBD.jpg-scaled.jpeg

Benuanews, Limapuluhkota, 16/01/2026 – Mahasiswa KKN Unand sukses melaksanakan program kerja Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di dua lokasi berbeda, yakni Jorong Lubuak Limpato dan Jorong Tarantang pada 13-14 Januari 2026.

Malam sebelum kegiatan inti dimulai, tim mahasiswa membersamai kader posyandu untuk memasak Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di dapur posyandu dan rumah warga. Mahasiswa turut membantu menyiapkan susu kedelai sebagai salah satu PMT dan sarana untuk mempererat hubungan dengan warga sekitar.

Pada hari pertama di Jorong Lubuak Limpato (13/01), tim KKN memilih metode door-to-door. Mahasiswa mendatangi ibu-ibu secara personal untuk menjelaskan materi. Pendekatan ini dipilih agar ibu-ibu bisa bertanya secara bebas tanpa malu dan mengingat bahwa ibu-ibu yang datang ke posyandu biasanya pulang lebih awal.

Namun, tim menyadari metode hari pertama tidak efektif. Rupanya, ibu-ibu sulit fokus karena harus membagi perhatian dengan anak balitanya. Menanggapi hal tersebut, pada hari kedua di Jorong Tarantang (14/01), metode diubah menjadi sosialisasi kelompok secara terpusat di Posyandu Tarantang. Perubahan metode ini dinilai lebih efisien dalam penyampaian materi terkait DBD karena ibu-ibu lebih antusias menyimak materi bersama-sama.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menekankan bahwa nyamuk Aedes Aegypti tidak bersarang di selokan yang kotor, melainkan di tempat penampungan air bersih di dalam rumah. Sambil membagikan leaflet, mahasiswa menjelaskan poin-poin penting terkait DBD yang sering disalahpahami, antara lain:

  • Ciri Nyamuk & Gejala: Nyamuk ini aktif menggigit pada pagi dan sore hari. Ibu-ibu diminta waspada jika anak mengalami panas tinggi mendadak selama 2-7 hari, muncul bintik merah, atau nyeri ulu hati.
  • Gerakan 3M Plus: Selain Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan kembali barang bekas, mahasiswa juga menekankan poin “Plus” yang sering terlupa. Poin plus tambahan ini mencakup penggunaan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela, hingga menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar yang bisa menjadi tempat hinggap nyamuk.
  • Pertolongan Pertama: Jika gejala muncul, mahasiswa mengimbau agar segera memberikan kompres dan minum sebanyak mungkin sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.

Dengan adanya sosialisasi ini, tim KKN berharap ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi menurunkan risiko kasus DBD di lingkungan Nagari Tarantang.

scroll to top