Tutup 2025, Bupati Labusel Tekankan Evaluasi Jujur dan Disiplin ASN

FB_IMG_1767002912679.jpg

Labusel-Benuanews.com
Menutup tahun 2025, Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang memimpin rapat koordinasi (Rakor) bersama Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro dan jajaran pimpinan daerah di Aula Lantai III Kantor Bupati Labusel, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Senin (29/12/2025).

Rakor yang dihadiri Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta kepala bagian itu menjadi forum evaluasi menyeluruh atas capaian kinerja pemerintah daerah sepanjang 2025, sekaligus penegasan arah kebijakan ke depan.
Dalam arahannya, Fery menekankan pentingnya evaluasi yang jujur dan objektif. Menurut dia, keberhasilan maupun kekurangan harus diakui secara terbuka agar menjadi dasar perbaikan di tahun berikutnya.

“Akhir tahun adalah waktu paling jujur untuk bercermin. Evaluasi ini harus melahirkan perbaikan nyata, bukan sekadar laporan,” ujar Fery.

Ia juga mengingatkan seluruh OPD agar bertanggung jawab penuh terhadap program dan anggaran yang dikelola. Fery menegaskan bahwa kinerja aparatur tidak boleh berhenti pada aspek administratif, tetapi harus berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya tidak ingin kinerja hanya rapi di atas kertas, tetapi kosong di lapangan. Tahun 2026 harus menjadi tahun kerja nyata,” katanya.

Selain kinerja program, Fery secara khusus menyoroti disiplin aparatur sipil negara (ASN) sebagai fondasi tata kelola pemerintahan. Ia menegaskan bahwa disiplin merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar.

“ASN digaji oleh negara untuk melayani rakyat. Ketidakdisiplinan berarti mengkhianati amanah,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika Labusel untuk mengaktifkan kembali aplikasi absensi ASN mulai Januari 2026. Disiplin kehadiran akan menjadi indikator utama penilaian kinerja, disertai penerapan sanksi bagi ASN yang melanggar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Labusel M. Reza Pahlevi Nasution mengimbau seluruh ASN agar menahan diri untuk tidak bepergian pada momentum pergantian tahun. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat yang tengah mengalami musibah.

Rakor akhir tahun itu juga dimanfaatkan oleh masing-masing OPD untuk menyampaikan kendala di lapangan dan merumuskan langkah perbaikan secara terukur. Bupati menegaskan bahwa koordinasi harus menjadi instrumen utama agar seluruh program pemerintah berjalan tepat sasaran.

Menutup rakor, Fery menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan fondasi bagi pembangunan dan tata kelola pemerintahan ke depan.

“Jika masih ada yang setengah-setengah di 2025, maka 2026 tidak boleh lagi. Pemerintahan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” kata Fery.(K.Nasution)

scroll to top