Tangerang Benuanews.com Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Lemdiklat Polri Dikreg ke-66 menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Program Transformasi Taktis Aktualisasi Kepemimpinan di Aula Satlantas Polresta Tangerang, Kamis (12/2/2025).
Kegiatan dibuka Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada. Dia menyampaikan, transformasi taktis merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi yang harus diwujudkan melalui langkah konkret di kewilayahan.
Indra Waspada menambahkannya, aktualisasi kepemimpinan bukan sekadar memahami teori. Tetapi kemampuan perwira untuk menerjemahkan ilmu yang diperoleh menjadi solusi nyata atas persoalan di masyarakat.
“FGD ini harus menghasilkan formulasi yang aplikatif,” ujarnya.
Indra Waspada menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam menangani isu-isu strategis. Dia berharap, FGD dapat merumuskan konsep atau masukan untuk dapat ditelaah secara ilmiah ke dalam naskah karya perorangan (Naskap), yang menjadi salah satu tugas yang mesti diselesaikan Serdik.
“Tak hanya dituangkan dalam nadkap, tapi dapat diimplementasikan dalam pelayanan masyarakat,” ucapnya.
Salah satu Serdik, Kompol Arief Nazzarudin Yusuf menyampaikan, FGD menjadi momentum mentransformasikan materi pendidikan ke dalam implementasi di Polresta Tangerang. Kegiatan itu, lanjut dia, merupakan bagian dari proses penyusunan Naskap.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperoleh konsep dan konstruksi yang aktual terkait pemenuhan hak masyarakat untuk mendapatkan kemudahan pelayanan kepolisian,” ungkap Arief, yang pernah menjabat Kasat Reskrim Polresta Tangerang.
Dia memfokuskan pembahasan pada upaya pencegahan konflik di bidang pertanahan melalui langkah-langkah preventif dan kolaboratif. Dia berharap, melalui forum itu akan tersusun formulasi yang komprehensif agar sengketa atau perselisihan pertanahan tidak meningkat eskalasinya.
“Pendekatan ini juga akan diperkuat melalui criminal justice system agar penanganannya terintegrasi,” terangnya.
Sementara itu Serdik lainnya, Kompol Maryadi menyoroti optimalisasi pencegahan kerawanan tawuran sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas. Maryadi yang pernah menjadi Kapolsek Pasar Kemis menambahkan, bahasan itu dia pilih agar ada formula formula baru dalam hal pencegahan tawuran yang akan dituangkan dalam Naskap.
“Targetnya adalah mendorong perubahan nyata dalam menciptakan situasi kamtibmas yang lebih kondusif dan berkelanjutan,” kata Maryadi.
FGD tersebut juga dijadikan sebagai sarana pengumpulan data pendukung penyusunan Naskap. Diharapkan, FGD dapat melahirkan gagasan strategis berbasis kolaborasi lintas instansi yang dapat memperkuat pelayanan kepolisian sekaligus menjawab tantangan keamanan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif lintas sektor. Pada FGD itu turut hadir perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang, Bagian Hukum Pemkab Tangerang, akademisi, media, serta elemen masyarakat lainnya.(BM)