Dompu,NTB.Benuanews.com.– Seorang pemuda bernama Imam Hambali (25), warga Dusun Madia, Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat arus listrik. pada Rabu malam (11/3/2026) sekitar pukul 19.50 WITA.
Peristiwa tersebut terjadi di kamar mandi rumah pamannya, Samsudin (53), yang juga beralamat di Dusun Madia, Desa Kempo. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban saat itu baru saja selesai mandi dan hendak mengambil handuk yang tergantung pada kawat jemuran di area kamar mandi.
Namun saat menyentuh kawat jemuran tersebut, korban tiba-tiba tersengat arus listrik dan langsung terjatuh di dalam kamar mandi.
Ibu kandung korban yang berada di lokasi kejadian sempat berusaha menolong, namun juga ikut tersengat arus listrik sehingga terpaksa menghindar dan meminta bantuan warga sekitar. Pemilik rumah kemudian segera mematikan aliran listrik dari dalam rumah sehingga korban dapat dievakuasi.
Korban selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Kempo untuk mendapatkan penanganan medis, namun berdasarkan keterangan petugas medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia sebelum tiba di Puskesmas.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kempo di bawah pimpinan Kapolsek Kempo IPTU Agustamin, S.H., langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan di lokasi yang dilakukan bersama pihak PLN SUP Ranting Kempo ULP Dompu UP3 Bima, ditemukan adanya kabel listrik yang terpotong namun masih dialiri arus listrik yang tergeletak di atas atap seng kamar mandi. Seng tersebut tersambung dengan kawat jemuran yang digunakan korban untuk menggantung handuk, sehingga mengalirkan arus listrik ke kawat tersebut.
Kapolsek Kempo IPTU Agustamin, S.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan musibah yang tidak di inginkan.
“Benar telah terjadi peristiwa seorang warga meninggal dunia akibat tersengat arus listrik di Desa Kempo. Personel Polsek Kempo langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan bersama pihak PLN guna mengetahui penyebab kejadian tersebut,” jelas IPTU Agustamin.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan ikhlas atas kejadian yang menimpa anggota keluarganya.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati terhadap instalasi listrik di lingkungan rumah,” ujar IPTU Nyoman.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan kabel listrik yang rusak atau berpotensi membahayakan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama yang berada di sekitar area rumah dan kamar mandi, guna mencegah kejadian serupa terjadi kembali,” tambahnya.
Situasi di lokasi kejadian saat ini telah kondusif dan pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
(Tim Investigasi)