Mataram NTB benuanews.com – Menanggapi keresahan masyarakat terhadap maraknya aksi balap lari liar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polsek Mataram mengambil langkah tegas namun tetap humanis.
Pada Kamis malam (26/02/2026) sekitar pukul 22.00 WITA, personel Piket KRYD Polsek Mataram melakukan penyisiran intensif di sepanjang Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.
Operasi difokuskan di titik rawan yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya pemuda, tepatnya di depan SMAN 8 Mataram. Dalam pelaksanaannya, Polsek Mataram berkolaborasi dengan personel Pamapta 1 serta Sat Samapta Polresta Mataram guna memastikan situasi tetap terkendali.
Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, S.H., menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah adanya aduan warga yang merasa terganggu oleh kerumunan pemuda yang menutup sebagian badan jalan untuk aktivitas balap lari.
“Kami menerima laporan mengenai aktivitas balap lari yang meresahkan pengguna jalan dan warga sekitar. Personel gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembubaran secara persuasif,” ujarnya.
Menurut Kapolsek, selain mengganggu arus lalu lintas, kegiatan tersebut berpotensi memicu gesekan antar-kelompok pemuda serta gangguan kamtibmas lainnya. Petugas di lapangan melakukan pemeriksaan terhadap para pemuda yang masih berkumpul sekaligus memberikan edukasi agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami ingin memastikan ibadah Ramadan masyarakat berjalan dengan tenang. Jalan raya adalah fasilitas umum, bukan tempat untuk ajang balapan yang bisa mengancam keselamatan,” tegas AKP Mulyadi.
Dalam penyisiran tersebut, kerumunan massa berhasil dibubarkan secara kondusif tanpa insiden berarti. Kapolsek juga mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.
“Patroli KRYD ini akan terus kami intensifkan selama Ramadan untuk mengantisipasi aksi balap lari, balap liar, hingga penggunaan petasan demi terciptanya situasi Mataram yang aman dan nyaman,” pungkasnya.
Dengan pengawasan yang ditingkatkan, aparat berharap suasana Ramadan di Kota Mataram tetap berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan bagi seluruh masyarakat. (Dv)