Pungli Sebesar 250 Ribu di SMAN 1 Lumajang : Dalih HUT Ke-65 Diduga Sebagai Ajang Bisnis , Wartawan Silahkan Pamit (Diusir)

20251217_111158-scaled.jpg

Lumajang [Rabu, 17 Desember 2025], Benua News.Com -Kasus pungli sebesar Rp250 ribu per siswa di SMA Negeri 1 Lumajang yang diberi dalih untuk merayakan HUT sekolah ke-65 menjadi sorotan, setelah wartawan yang mencoba meneliti kasus tersebut diusir dengan cara yang tidak sopan oleh salah satu guru di sekolah tersebut. Kejadian yang terungkap pada hari ini membuat komunitas lokal dan pihak pendidikan khawatir akan praktik yang tidak pantas di tengah upaya meningkatkan akuntabilitas di lingkungan sekolah.

Menurut informasi yang diperoleh Benua News.Com, kasus pungli ini pertama kali dilaporkan oleh beberapa orang tua siswa yang merasa terbebani dengan pungutan yang tidak jelas. Mereka mengaku menerima pemberitahuan dari sekolah bahwa setiap siswa diharapkan membayar Rp250 ribu untuk keperluan HUT SMAN 1 Lumajang ke-65. Namun, tidak ada penjelasan rinci mengenai penggunaan dana tersebut, seperti daftar belanja atau rencana kegiatan yang akan diadakan.

“Saya merasa aneh karena jumlahnya tidak sedikit, dan sekolah tidak memberitahu secara jelas apa saja yang akan dibeli dengan uang itu. Saat saya bertanya ke walikelas, jawabannya hanya ‘untuk HUT sekolah’ tanpa detail lebih lanjut,” ungkap salah satu orang tua siswa yang meminta nama tidak disebutkan.

Untuk menelaah lebih lanjut, tim wartawan Benua News.Com mendatangi SMAN 1 Lumajang pada hari ini. Namun, saat mencoba bertemu dengan pihak kepala sekolah dan bertanya mengenai kasus pungli tersebut, tim wartawan dihadapi oleh salah satu guru yang mengajar Biologi dengan nama panggilan Ibu Dwi.

Saat ditanya mengenai pungutan Rp250 ribu per siswa untuk HUT sekolah, Ibu Dwi menyampaikan jawaban dengan cara yang judes dan tidak sesuai etika. “Kami guru tidak tahu menahu karena siswa dan ketua komite yang punya ide. Kami guru tidak tahu,” ujarnya dengan nada yang penuh tidak bersahabat.

Ketika wartawan mencoba menanyakan lebih lanjut mengenai identitas ketua komite dan apakah ada surat keputusan resmi mengenai pungutan tersebut, Ibu Dwi malah meminta wartawan untuk segera pergi dari sekolah. “Silahkan pamit saja, tidak perlu bertanya lagi. Saya lagi banyak kegiatan ujarnya.

Redaksi

Redaksi

Satu Pelurumu Hanya Tembus Satu Kepala Manusia...Tetapi Satu Tulisan Seorang Jurnalis Bisa Tembus Jutaan Manusia (082331149898)

scroll to top