Proyek Oplah Desa Bonder Dan Penujak Terjadi Selisih Anggaran Gapoktan Belum Memberikan Tanggapan Resmi

IMG-20260326-WA0064.jpg

Loteng,NTB.Benuanews.com.Jumlah anggaran pusat senilai Rp.4,5 miliar dengan harga satuan perkubik Rp. 1.000.000 lebih namun harga anggaran yang di Terima oleh kelompok tani hanya Rp.685. 000 perkubik sedang kan program/proyek ini berbentuk suaklola dan tidak ada pajak. 26/03/2026

Dari jumlah selisih anggaran di diduga mengurangi volume yang semestinya harus di kerjakan menjadi kurang dan sisa uang yang tidak terpakai kemana? , banyak poktan yang kecewa dengan persoalan karna menduga masih banyak anggaran suaklola yang tidak terpakai dan entah kemana sedangkan anggaran tersebut di perkirakan masih bisa
Untuk mengerjakan sekitar 700 kubik lebih.

Dalam persoalan bisa kita hitung sisa uang tidak terpakai dari jumlah anggaran keseluruhan, harga satuan perkubik dari kementan, dan harga yang di Terima poktan lalu di ukur volume yang di kerjakan di lapangan dan berapa volume yang hilang jika mengacu kepada anggaran pusat.

Anggaran yang dalam bentuk suaklola kerap kali menjadi kadang empuk bagi oknum-oknum demi keuntungan pribadi dengan berbagai modus perealisasian anggaran, sehingga jurnalis Media Benuanews.com.mengajak semua lapisan masyarakat untuk sama-sama mengawasi program pemerintah jangan sampai di korupsi atau salah sasaran..

“Kepala dinas pertanian Kabupaten Lombok Tengah menyarankan untuk mempertanyakan hal ini kepada ketua GAPOKTAN via (WA).

DI konfirmasi lewat chat (WA) ketua GAPOKTAN baik Desa Bonder maupun Penujak namun tidak ada tanggapan sampai berita kami rilis.

(Usman jayadi)

scroll to top