Penguatan Branding Digital Rumah Batik Lansano Melalui Media Sosial

FOTO-COVER-ECO-ENZYME.jpg-scaled.jpeg

Benuanew, Limapuluhkota, 04/02/2026 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap bertahan dan berkembang. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan branding dan promosi digital. Rumah Batik Lansano, sebagai usaha yang bergerak di bidang kerajinan batik, memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas melalui pemanfaatan media sosial dan platform digital.

Rumah Batik Lansano tidak hanya berperan sebagai unit produksi batik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal. Namun, keterbatasan pemahaman mengenai strategi branding digital, pengelolaan media sosial, serta pencatatan keuangan sederhana menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan usaha. Melihat kondisi tersebut, dilaksanakan program kerja branding Rumah Batik Lansano yang berfokus pada penguatan identitas usaha secara digital.

Program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 26 Januari hingga 2 Februari 2026 dan bertempat langsung di Rumah Batik Lansano. Kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan wawancara singkat bersama pemilik usaha untuk memahami kebutuhan serta kondisi usaha secara menyeluruh. Berdasarkan hasil observasi tersebut, tim kemudian merancang konsep branding yang sesuai dengan karakter dan nilai yang ingin ditampilkan oleh Rumah Batik Lansano.

Salah satu output utama dari program ini adalah pembuatan akun Instagram dan YouTube sebagai media promosi dan informasi usaha. Melalui platform tersebut, Rumah Batik Lansano dapat memperkenalkan produk unggulan, proses pembuatan batik, serta cerita di balik setiap karya yang dihasilkan. Selain itu, tim juga memproduksi video profil Rumah Batik Lansano yang menampilkan identitas usaha, proses produksi, dan nilai budaya yang diusung, kemudian dipublikasikan melalui YouTube.

Tidak hanya berfokus pada promosi, program kerja ini juga mencakup penyusunan laporan keuangan sederhana. Hal ini bertujuan untuk membantu pemilik usaha dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih teratur, sehingga pengelolaan keuangan usaha dapat dilakukan dengan lebih baik dan transparan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, dilakukan pula sosialisasi dan pendampingan terkait penggunaan Instagram dan YouTube yang baik dan benar.

Salah satu anggota tim pelaksana, Bintang menyampaikan pendapatnya terkait pelaksanaan program ini. Menurutnya, pemanfaatan media sosial menjadi langkah penting bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang di era digital. “Melalui branding digital ini, Rumah Batik Lansano tidak hanya dapat memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas, tetapi juga dapat membangun identitas usaha yang kuat dan berkelanjutan. Kami berharap setelah pendampingan ini, pemilik usaha dapat lebih percaya diri dan mandiri dalam mengelola media sosialnya,” ujar Bintang. Sosialisasi ini mencakup cara mengelola konten, penjadwalan unggahan, pemanfaatan fitur media sosial, serta etika dan strategi berinteraksi dengan audiens. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan pemilik Rumah Batik Lansano mampu mengelola media sosial secara mandiri ke depannya.

Melalui program kerja branding ini, Rumah Batik Lansano diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan citra usaha di masyarakat luas, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat daya saing di era digital. Ke depan, sinergi antara pelaku UMKM dan pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

scroll to top