JAMBI. (Benuanews.com)-Lurah Penyengat Rendah, Muhammad Haikal Falfi Rawi, menyampaikan klarifikasi terbuka melalui media sosial terkait pemberitaan yang tengah viral mengenai dugaan distribusi MinyaKita.
Dalam pernyataannya, Haikal menegaskan bahwa usaha yang menjadi sorotan tersebut bukan atas nama pribadinya, melainkan milik istrinya dan telah berjalan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai lurah.
“Usaha tersebut bukan atas nama pribadi saya, tetapi atas nama istri saya. Usaha itu sudah ada sebelum saya dilantik menjadi lurah,” ujarnya.
Terkait jumlah 1.000 dus MinyaKita yang dipersoalkan, Haikal menjelaskan bahwa kuota tersebut diperolehnya karena membantu pihak Perum Bulog dalam pencapaian target penjualan beras premium sebanyak 20 ton.
“Dari kegiatan membantu pencapaian target penjualan beras premium 20 ton itu, saya mendapatkan tambahan kuota MinyaKita sebanyak 1.000 dus. Minyak tersebut saya beli secara resmi dan dapat dibuktikan dengan faktur pembelian,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan alasan penyimpanan minyak goreng tersebut dilakukan di rumah pribadinya. Menurutnya, Rumah Pangan Kita (RPK) yang dikelola belum dapat langsung menampung seluruh barang yang datang.
“Karena RPK kami belum bisa menampung seluruh stok sekaligus, maka untuk sementara saya jadikan rumah pribadi sebagai tempat penyimpanan,” katanya.
Lebih lanjut, Haikal menyatakan bahwa distribusi minyak tersebut dialokasikan untuk mendukung kebutuhan Koperasi Merah Putih Kelurahan Penyengat Rendah yang disebut kerap kekurangan pasokan dan permodalan.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut menggunakan modal keluarga dan tidak bertujuan untuk mengambil keuntungan pribadi. Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Tidak sedikit pun saya mengambil keuntungan dari kegiatan ini. Ini murni modal keluarga untuk membantu perputaran kebutuhan pangan di wilayah kami,” ujarnya.
Terkait adanya informasi barang yang telah tersebar ke beberapa lokasi, Haikal menyatakan akan berupaya menarik kembali dan menyesuaikan distribusi sesuai ketentuan yang berlaku.
Di akhir pernyataannya, Haikal meminta masyarakat menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak terprovokasi oleh narasi yang belum terkonfirmasi sepenuhnya.
“Saya atas nama pribadi memohon maaf apabila terdapat kekhilafan yang mungkin terjadi tanpa kesengajaan,” tutupnya.
(Red)