Benuanews, Limapuluhkota, 18/01/2026 – Mahasiswa KKN Universitas Andalas (Unand) yang bertugas di Nagari Tarantang menggelar program inovatif bertajuk ”DIKSI” (Diskusi dan Komunikasi Anak Masa Kini) di SMA N 2 Harau yang dilaksanakan pada Sabtu 10 Januari 2026.
Fokus utama dari program ini adalah edukasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, diskusi, dan komunikasi efektif yang dipadukan dengan sosialisasi anti-bullying. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi yang berasal dari kelas 10 dan kelas 11, termasuk anggota organisasi PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja).
Kegiatan dimulai dengan sesi perkenalan yang selanjutnya diikuti oleh sosialisasi anti-bullying yang berjudul ”Pilih Peduli, Bukan Membully” dengan tujuan pengedukasian kepada siswa-siswi SMA tentang apa itu bullying, apa saja bentuk dan jenis perundungan, dampak perundungan bagi korban, serta solusi yang dapat diberikan kepada para korban perundungan.
”Melalui program kerja ini, kami harap pelajar dapat mengenali tindak perundungan dan berani mengambil tindakan tegas,” ujar Cyntia Yuli, salah satu mahasiswa penanggung jawab kegiatan.
Keunikan ”DIKSI” terletak pada metode SGD (Small Group Discussion). Siswa dibagi menjadi enam kelompok kecil untuk menganalisis kasus perundungan nyata yang diberikan oleh panitia. Dalam sesi ini, para siswa bebas mengutarakan pendapat mereka dan mencari solusi bersama mahasiswa pendamping. Sebagai penutup, setiap kelompok diminta untuk bekerja sama menuangkan ide ke dalam poster bertema anti-bullying.
Antusiasme siswa terlihat hingga akhir acara. Bahkan, salah satu siswa sempat melontarkan pertanyaan mengenai kapan kegiatan serupa akan diadakan kembali di sekolah mereka. Hal ini menunjukkan bahwa metode diskusi yang dibawa tim KKN Unand berhasil menciptakan ruang belajar yang nyaman bagi siswa.
Program ini pun mendapat respon positif dari pihak sekolah. Metode diskusi yang interaktif dinilai lebih efektif mengubah pola pikir siswa dibandingkan metode ceramah satu arah.