*Kemarau Panjang Melanda, Pemda Luwu Utara Gelar Salat Istisqa di Lapangan Tamsis Masamba*

IMG-20261027-WA0020.jpg

LUWU UTARA-Benuanews.com-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) menggelar salat Istisqa di Lapangan Taman Siswa (Tamsis) Masamba, Senin (26/10/2026).

Kegiatan ibadah yang dilaksanakan tepat pukul 07.30 ini diikuti sejumlah pejabat Pemda, jajaran Forkopimda, siswa sekolah terdekat, serta masyarakat setempat.

Pelaksanaan salat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan permohonan kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di Bumi La Maranginang, julukan Luwu Utara.

Langkah spiritual ini diambil menyusul musibah kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Luwu Utara yang sudah berlangsung kurang lebih 5 bulan.

Sebelum salat, Bupati Andi Abdullah Rahim menyampaikan sambutan di hadapan para jemaah. Ia mengungkapkan bahwa musim kering yang panjang adalah ujian dari Allah SWT.

Musim kemarau panjang ini, kata Bupati Andi Abdullah Rahim, secara tidak langsung jadi masalah yang pelik dn cukup meresahkan karena mengganggu aktivitas masyarakat.

Ia mengungkapkan, sebenarnya Luwu Utara adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki curah hujan tertinggi, namun tetap mengalami musim kemarau panjang.

“Oleh karena itu, sebagai hamba Allah SWT yang beriman dan bertaqwa, maka patutlah kiranya mengikuti apa yang telah disyariatkan oleh agama kita untuk meminta hujan dan tidak melakukan cara-cara yang dilarang oleh Allah SWT,” ujar Andi Rahim.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memohon kepada Sang Pencipta dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan penuh, agar doa-doa dikabulkan serta mendatangkan hujan yang membawa berkah, kesejahteraan, dan manfaat bagi seluruh masyarakat Luwu Utara.

Sementara itu, Ketua MUI Luwu Utara, Ustaz KH. Imam Tauhid, yang hadir membawakan khutbah salat Istisqa mengingatkan para jemaah agar memaknai musibah kekeringan ini sebagai ujian bagi orang-orang yang beriman.

“Jika Allah mencintai hamba-Nya, kita-kita ini yang beriman, maka Allah tidak akan membiarkan kita dalam kesulitan. Allah SWT hanya ingin mendengar jeritan kita. Allah SWT ingin kita mengadu kepadaNya betapa banyaknya dosa kita,” tutur Imam Tauhid, seraya menyerukan agar jemaah tak lupa memperbanyak zikir dan istighfar. (LHr#)

scroll to top