JAMBI (Benuanews.com) – Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Candra, S.P., S.I.K., turun langsung ke SMK Negeri 3 Kecamatan Berbak, Kamis (15/1/2026), pasca peristiwa pengeroyokan terhadap seorang guru bernama Agus yang terjadi di lingkungan sekolah pada Rabu (14/1/2026).
Kedatangan Kapolres didampingi Danramil, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari), Kapolsek Berbak, pihak Dinas Pendidikan, serta manajemen sekolah. Rombongan langsung menggelar pertemuan bersama pihak sekolah untuk menggali secara utuh kronologis kejadian.
Kapolres Tanjabtim AKBP Ade Candra menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan mencari solusi terbaik melalui jalur mediasi, demi menjaga iklim pendidikan tetap kondusif.
“Hari ini kita melaksanakan mediasi yang dihadiri Danramil, Kacabjari, Kapolsek, pihak sekolah, dan Dinas Pendidikan. Kita membahas kronologis awal serta langkah yang telah dan akan dilakukan pihak sekolah maupun aparat penegak hukum. Di sini kita berkolaborasi,” ujarnya.
Menurut Kapolres, insiden tersebut tidak seharusnya terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter.
“Guru dan murid itu satu keluarga. Kejadian ini tidak seharusnya terjadi. Namun besar harapan kita, persoalan ini bisa dimediasi agar ke depan semua dapat kembali beraktivitas normal,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya menurunkan ego dari semua pihak agar persoalan tidak berlarut-larut.
“Kuncinya satu, ego jangan tinggi. Yang sudah terjadi biarlah menjadi pelajaran. Yang terpenting bagaimana ke depan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan kembali dengan baik. Di sini peran kepala sekolah dan dinas sangat penting,” katanya.
Hasil sementara mediasi, lanjut Kapolres, pihak korban, Agus, saat ini dikuasakan kepada pihak komite sekolah. Namun ke depan diharapkan Agus dapat bertemu langsung dengan siswa yang terlibat.
“Situasi yang kita lihat hari ini berjalan lancar dan kondusif. Artinya sudah ada itikad baik dari pihak sekolah. Informasi terakhir yang saya terima, Pak Agus juga membuka ruang untuk penyelesaian secara kekeluargaan,” ungkapnya.
Kapolres pun berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Sekolah adalah tempat mencari ilmu. Persoalan seperti ini jangan sampai terulang lagi. Ini harus menjadi yang pertama dan terakhir,” pungkasnya.
(Ardi)