MAKASSAR-Benuanews.com-Kalla Institute menggelar kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di Bioskop XXI Nipah Mall Makassar, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, membangun kebersamaan, sekaligus mempersiapkan diri memasuki perjalanan akademik sebagai bagian dari keluarga besar Kalla Institute.
Berbeda dengan kegiatan penyambutan mahasiswa baru yang umumnya berlangsung di dalam lingkungan kampus, Kalla Institute memilih Bioskop XXI Nipah Mall Makassar sebagai lokasi kegiatan. Konsep tersebut menghadirkan suasana yang lebih santai, interaktif, dan dekat dengan mahasiswa, sehingga proses perkenalan dapat berlangsung dalam atmosfer yang menyenangkan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 12.30 WITA dan diikuti mahasiswa baru Kalla Institute Tahun Akademik 2026/2027. Sejak awal acara, para mahasiswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan. Tidak hanya menjadi seremoni penyambutan, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mulai membangun komunikasi dan pertemanan sebelum menjalani aktivitas akademik secara penuh.
Momentum penyambutan ini menjadi salah satu langkah Kalla Institute dalam menciptakan pengalaman awal perkuliahan yang positif. Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal kampus dari sisi akademik, tetapi juga memahami bahwa kehidupan perguruan tinggi merupakan proses pembentukan karakter, pengembangan kompetensi, kreativitas, kemampuan beradaptasi, hingga kesiapan menghadapi dunia profesional.
Penyambutan Mahasiswa Baru dengan Suasana Berbeda
Pemilihan Bioskop XXI Nipah Mall Makassar sebagai lokasi kegiatan memberikan warna berbeda pada penyambutan mahasiswa baru tahun ini. Suasana bioskop yang nyaman dan santai membuat mahasiswa dapat mengikuti kegiatan sekaligus berinteraksi dengan teman-teman baru tanpa kesan terlalu formal.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memulai komunikasi dengan sesama mahasiswa dari berbagai latar belakang. Interaksi yang terbangun sejak awal dinilai penting karena kehidupan perkuliahan tidak hanya berkaitan dengan proses belajar di ruang kelas, tetapi juga kemampuan bekerja sama, bertukar gagasan, membangun jaringan, serta saling mendukung.
Mahasiswa yang sebelumnya belum saling mengenal mulai berinteraksi melalui rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Suasana yang akrab diharapkan membantu mahasiswa baru beradaptasi lebih cepat ketika nantinya memasuki lingkungan kampus dan menjalani rutinitas perkuliahan.
Bagi Kalla Institute, penyambutan mahasiswa baru merupakan bagian penting dalam membentuk kesan awal terhadap kehidupan kampus. Karena itu, kegiatan tidak hanya diarahkan sebagai acara seremonial, tetapi juga sebagai sarana membangun rasa memiliki terhadap institusi.
Melalui kebersamaan yang dimulai sejak awal, mahasiswa diharapkan semakin percaya diri untuk menjalani proses pendidikan tinggi. Mereka juga diharapkan mampu melihat kampus sebagai ruang untuk belajar, berkreasi, berkolaborasi, dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk sambutan Kalla Institute kepada generasi baru mahasiswa yang akan mengikuti proses pembelajaran pada Tahun Akademik 2026/2027.
Rektor Kalla Institute Sambut Mahasiswa Baru
Rektor Kalla Institute, Syamril, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih Kalla Institute sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.
Menurutnya, memasuki dunia perkuliahan merupakan awal dari perjalanan baru yang akan memberikan banyak kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan berkembang. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menemukan potensi diri, membangun karakter, dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai perubahan.
“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru Kalla Institute. Perjalanan perkuliahan merupakan kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan menemukan berbagai peluang. Kami berharap mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga aktif mengembangkan kreativitas, membangun karakter, serta berani mencoba hal-hal baru. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada selama berada di Kalla Institute untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujar Syamril.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa baru agar tidak membatasi proses belajar hanya pada aktivitas perkuliahan di ruang kelas.
Selama menjadi mahasiswa, terdapat berbagai kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, membangun relasi, mengikuti kegiatan organisasi, berpartisipasi dalam kompetisi, hingga terlibat langsung dalam berbagai program yang berkaitan dengan dunia bisnis dan teknologi.
Mahasiswa juga didorong untuk tidak takut mencoba hal baru. Pengalaman selama menjalani pendidikan tinggi diharapkan dapat menjadi bekal yang akan membantu mahasiswa menentukan arah masa depan, baik ketika memilih berkarier sebagai profesional, menjadi wirausahawan, maupun mengembangkan bidang lainnya.
Dorong Mahasiswa Mengembangkan Kompetensi
Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada bidang bisnis dan teknologi, Kalla Institute terus berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan dunia industri.
Melalui program studi Kewirausahaan, Bisnis Digital, dan Sistem Informasi, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai bidang yang memiliki hubungan erat dengan perkembangan dunia bisnis dan teknologi.
Program Studi Kewirausahaan, misalnya, memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mempelajari bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang memiliki nilai. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami teori mengenai bisnis, tetapi juga didorong memiliki pola pikir kewirausahaan, kemampuan membaca peluang, kreativitas, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan mengembangkan inovasi.
Sementara itu, Program Studi Bisnis Digital menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa yang ingin memahami perkembangan bisnis di tengah transformasi teknologi. Perubahan perilaku konsumen, perkembangan platform digital, pemasaran berbasis teknologi, hingga munculnya berbagai model bisnis baru menjadi bagian penting dari kompetensi yang perlu dipahami generasi muda.
Adapun Program Studi Sistem Informasi menggabungkan pemahaman mengenai teknologi informasi dengan kebutuhan organisasi dan bisnis. Mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan, meningkatkan efisiensi, mengelola informasi, serta mendukung proses pengambilan keputusan.
Ketiga bidang tersebut memiliki keterkaitan dengan perubahan yang terjadi di dunia kerja. Perkembangan teknologi berlangsung semakin cepat dan menuntut generasi muda memiliki kemampuan untuk terus belajar serta beradaptasi.
Karena itu, Kalla Institute mendorong mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan lain yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan.
Pembelajaran Tidak Hanya di Dalam Kelas
Kalla Institute juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai kegiatan di luar kelas sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti organisasi kemahasiswaan, seminar, pelatihan, kompetisi, kegiatan sosial, program pengembangan keterampilan, hingga kegiatan kolaboratif bersama berbagai pihak.
Keterlibatan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, manajemen waktu, kemampuan memecahkan masalah, hingga membangun rasa tanggung jawab.
Pengalaman tersebut memiliki peran penting karena tantangan setelah menyelesaikan pendidikan tidak hanya membutuhkan pengetahuan yang diperoleh dari buku maupun ruang kelas.
Dunia profesional juga membutuhkan individu yang mampu berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, menyelesaikan permasalahan, beradaptasi terhadap perubahan, serta memiliki inisiatif.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk memandang masa perkuliahan sebagai kesempatan yang luas untuk mengembangkan berbagai kemampuan.
Setiap aktivitas yang dijalani dapat memberikan pengalaman berbeda dan menjadi bagian dari proses membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi masa depan.
Ekosistem Bisnis KALLA Buka Peluang Pembelajaran
Salah satu nilai tambah yang turut mendukung proses pembelajaran mahasiswa adalah keberadaan ekosistem bisnis KALLA.
Ekosistem tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan mengenai penerapan ilmu di dunia kerja dan dunia usaha. Mahasiswa dapat melihat bagaimana berbagai konsep bisnis, teknologi, pengelolaan organisasi, inovasi, serta pelayanan diterapkan dalam lingkungan profesional.
Hubungan antara pembelajaran akademik dan praktik menjadi penting karena perkembangan dunia industri membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengetahui bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan.
Melalui berbagai kegiatan dan peluang kolaborasi, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai dunia profesional.
Pengalaman tersebut juga dapat membantu mahasiswa mulai memahami bidang yang diminati sejak masih berada di bangku kuliah.
Dengan demikian, proses pendidikan dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali kemampuan diri sekaligus merancang rencana pengembangan karier.
Mahasiswa juga dapat mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan sebelum memasuki dunia kerja.
Mahasiswa Baru Antusias Mulai Perjalanan Akademik
Antusiasme juga terlihat dari para mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan penyambutan.
Salah satu mahasiswa baru Kalla Institute, Rifky, mengaku senang dapat menjadi bagian dari Kalla Institute. Baginya, kegiatan penyambutan tersebut memberikan pengalaman awal yang berbeda sebelum memasuki aktivitas perkuliahan.
“Saya merasa senang dan antusias bisa menjadi bagian dari Kalla Institute. Kegiatan penyambutan ini menjadi pengalaman pertama yang berkesan bagi saya, apalagi tempatnya di bioskop yang sangat seru. Saya berharap selama berkuliah di sini, saya bisa mendapatkan banyak pengalaman, mengembangkan kemampuan diri, serta meraih cita-cita yang saya inginkan,” ungkap Rifky.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk mulai mengenal teman-teman yang nantinya akan bersama-sama menjalani proses perkuliahan.
Pengalaman awal tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih siap ketika memasuki lingkungan akademik.
Bagi mahasiswa baru, memasuki dunia perguruan tinggi juga berarti menghadapi berbagai perubahan. Pola belajar pada jenjang pendidikan tinggi membutuhkan kemandirian, kedisiplinan, kemampuan mengatur waktu, dan tanggung jawab yang lebih besar.
Mahasiswa tidak hanya menunggu proses pembelajaran berlangsung, tetapi juga dituntut aktif mencari informasi, memperluas wawasan, berdiskusi, dan mengeksplorasi berbagai kesempatan yang tersedia.
Karena itu, dukungan lingkungan kampus serta hubungan positif antarmahasiswa dinilai memiliki peran penting dalam proses adaptasi tersebut.
Bangun Lingkungan Kampus yang Inklusif
Melalui kegiatan penyambutan mahasiswa baru, Kalla Institute juga berupaya membangun lingkungan kampus yang inklusif, kolaboratif, dan mendukung perkembangan setiap mahasiswa.
Mahasiswa berasal dari latar belakang, pengalaman, minat, kemampuan, serta karakter yang berbeda. Keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan apabila dikelola melalui budaya saling menghargai dan kolaborasi.
Interaksi sejak awal masa perkuliahan diharapkan mampu mempererat hubungan antarmahasiswa.
Ketika mahasiswa sudah mengenal satu sama lain sejak awal, komunikasi dan kerja sama dalam kegiatan akademik maupun nonakademik dapat terbangun dengan lebih baik.
Budaya kolaborasi juga menjadi salah satu hal yang semakin penting dalam dunia pendidikan maupun profesional. Banyak permasalahan tidak dapat diselesaikan secara individual, sehingga kemampuan bekerja bersama orang lain menjadi keterampilan yang perlu dikembangkan.
Mahasiswa diharapkan mampu bertukar pandangan, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun gagasan bersama.
Kampus pun diharapkan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk berkembang, menyampaikan ide, mencoba berbagai hal baru, sekaligus belajar dari pengalaman.
Kembangkan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan
Selain kemampuan akademik, Kalla Institute memberikan perhatian terhadap pengembangan kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.
Kemampuan tersebut semakin dibutuhkan di tengah perubahan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital.
Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga diharapkan memiliki kemampuan menciptakan peluang baru.
Jiwa kewirausahaan bukan semata-mata berkaitan dengan mendirikan bisnis. Pola pikir kewirausahaan juga mencakup kemampuan melihat peluang, menyelesaikan masalah, menghasilkan inovasi, mengambil inisiatif, serta menciptakan sesuatu yang memberikan nilai bagi orang lain.
Kemampuan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai bidang profesi.
Mahasiswa yang memiliki pola pikir kreatif dan adaptif akan lebih siap menghadapi perubahan serta mampu mencari solusi ketika menghadapi tantangan.
Karena itu, pengalaman selama perkuliahan diharapkan mampu menjadi ruang latihan bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan ide.
Mahasiswa juga didorong agar tidak takut apabila menemui kegagalan dalam proses belajar.
Kegagalan dapat menjadi bagian dari proses memahami kekurangan, melakukan evaluasi, dan menemukan pendekatan yang lebih baik.
Keberanian mencoba menjadi modal penting dalam membangun kemampuan mahasiswa.
Teknologi Jadi Kompetensi Penting Masa Depan
Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian penting dalam proses pengembangan mahasiswa.
Transformasi digital telah membawa perubahan pada berbagai sektor kehidupan, mulai dari bisnis, pendidikan, pelayanan publik, komunikasi, perdagangan, hingga berbagai jenis pekerjaan.
Perubahan tersebut membuat kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi menjadi semakin penting.
Mahasiswa perlu memiliki kesiapan untuk terus belajar karena teknologi berkembang dengan cepat.
Pengetahuan yang relevan hari ini dapat mengalami perubahan dalam beberapa tahun ke depan. Oleh sebab itu, kemampuan belajar secara mandiri dan beradaptasi menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda.
Mahasiswa juga perlu memahami bahwa teknologi sebaiknya tidak hanya digunakan sebagai pengguna akhir.
Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan inovasi, meningkatkan produktivitas, menciptakan peluang bisnis, dan menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
Melalui pendidikan yang menggabungkan bisnis dan teknologi, mahasiswa Kalla Institute diharapkan memiliki perspektif yang lebih luas dalam menghadapi perubahan tersebut.
Kemampuan Berpikir Kritis Terus Didorong
Selain kreativitas dan penguasaan teknologi, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu hal penting yang perlu dikembangkan selama menempuh pendidikan tinggi.
Mahasiswa akan menghadapi banyak informasi, pandangan, teori, serta persoalan yang membutuhkan kemampuan analisis.
Karena itu, mahasiswa perlu belajar melihat persoalan dari berbagai perspektif, memeriksa informasi, membangun argumentasi, serta mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang.
Kemampuan berpikir kritis juga berkaitan dengan bagaimana mahasiswa menyelesaikan masalah.
Dalam kehidupan profesional, persoalan yang dihadapi sering kali tidak memiliki satu jawaban sederhana.
Kemampuan memahami akar persoalan, mencari alternatif solusi, mempertimbangkan risiko, dan menentukan langkah yang tepat menjadi keterampilan yang bernilai.
Proses pembelajaran di perguruan tinggi diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan tersebut secara bertahap.
Diskusi di ruang kelas, pengerjaan proyek, kegiatan organisasi, kompetisi, hingga pengalaman berinteraksi dengan dunia industri dapat menjadi bagian dari proses pengembangannya.
Persiapkan Mahasiswa Menghadapi Dunia Profesional
Kalla Institute juga berupaya agar pengalaman pendidikan yang diterima mahasiswa memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia profesional.
Persaingan di dunia kerja semakin dinamis dan membutuhkan lulusan dengan kombinasi pengetahuan, keterampilan teknis, serta kemampuan interpersonal.
Mahasiswa perlu memiliki kemampuan bekerja secara mandiri sekaligus berkolaborasi.
Selain itu, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, literasi digital, pemecahan masalah, dan manajemen waktu menjadi bagian penting dari kesiapan memasuki dunia profesional.
Perguruan tinggi memiliki peran dalam membantu mahasiswa membangun fondasi tersebut.
Namun, mahasiswa juga memiliki peran besar dalam menentukan sejauh mana kesempatan yang ada dapat dimanfaatkan.
Semakin aktif mahasiswa mencari pengalaman dan meningkatkan kemampuan, semakin banyak bekal yang dapat dikumpulkan sebelum menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, sejak awal perkuliahan mahasiswa baru Kalla Institute diarahkan untuk mulai mengenali peluang pengembangan diri yang tersedia.
Masa Kuliah Jadi Momentum Menemukan Potensi
Masa perkuliahan menjadi salah satu fase penting dalam kehidupan generasi muda.
Pada masa tersebut, mahasiswa dapat menemukan berbagai hal yang sebelumnya belum pernah mereka coba.
Ada mahasiswa yang menemukan ketertarikan baru terhadap dunia bisnis, teknologi, organisasi, penelitian, kreativitas, kegiatan sosial, maupun bidang lainnya.
Berbagai pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa mengenali potensi dirinya.
Tidak semua mahasiswa harus memiliki perjalanan yang sama. Setiap mahasiswa dapat memiliki minat dan tujuan yang berbeda.
Kampus berperan menyediakan ruang agar mahasiswa dapat mengeksplorasi berbagai kesempatan tersebut secara positif.
Mahasiswa juga diharapkan tidak hanya mengejar kelulusan sebagai tujuan akhir.
Proses yang dijalani selama beberapa tahun di perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam pembentukan kemampuan dan karakter.
Pengalaman bekerja dalam tim, menghadapi tugas, menyelesaikan proyek, mengikuti kegiatan, membangun pertemanan, menghadapi tantangan, serta mencoba berbagai kesempatan dapat menjadi pelajaran yang memiliki nilai jangka panjang.
Dorong Mahasiswa Berkontribusi bagi Masyarakat
Pada akhirnya, pendidikan tinggi tidak hanya diarahkan untuk memberikan manfaat kepada individu, tetapi juga kepada masyarakat.
Ilmu dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat digunakan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar.
Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki potensi untuk membawa gagasan, inovasi, dan solusi terhadap berbagai persoalan.
Kemajuan teknologi juga memberikan peluang semakin luas bagi generasi muda untuk menciptakan perubahan.
Sebuah ide dapat dikembangkan menjadi bisnis, layanan, sistem, maupun inovasi yang memberikan manfaat kepada banyak orang.
Karena itu, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk mengembangkan gagasan dan mewujudkannya dalam bentuk nyata.
Kontribusi dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Mahasiswa dapat terlibat dalam kegiatan sosial, mengembangkan usaha yang memberikan manfaat, menghasilkan inovasi, berbagi pengetahuan, maupun menggunakan kompetensi yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan persoalan.
Ideas Into Values, Learning Into Impact
Semangat “Ideas Into Values, Learning Into Impact” menjadi pesan yang ingin terus dibangun Kalla Institute dalam perjalanan pendidikan mahasiswa.
Gagasan yang dimiliki mahasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai ide, tetapi dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai.
Demikian pula proses pembelajaran tidak diharapkan berhenti pada penguasaan teori.
Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat memberikan dampak ketika diterapkan dalam kehidupan nyata.
Semangat tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa baru yang saat ini memulai perjalanan akademiknya.
Mereka memiliki waktu untuk belajar, mengeksplorasi berbagai peluang, melakukan kesalahan, memperbaiki diri, mengembangkan jaringan, sekaligus mempersiapkan masa depan.
Kalla Institute mengajak mahasiswa baru untuk berani memiliki mimpi dan tujuan yang besar.
Namun, mimpi tersebut perlu diiringi dengan proses belajar, kedisiplinan, kerja keras, keberanian mencoba, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus meningkatkan kualitas diri.
Perguruan tinggi menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk membangun fondasi tersebut.
Awal Perjalanan Baru Mahasiswa Kalla Institute
Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di Bioskop XXI Nipah Mall Makassar pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan pembuka sebelum dimulainya aktivitas perkuliahan.
Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan baru bagi mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di Kalla Institute.
Dari pertemuan awal tersebut, mahasiswa mulai mengenal teman, lingkungan akademik, budaya kampus, hingga berbagai kesempatan yang dapat mereka manfaatkan selama masa perkuliahan.
Kebersamaan yang dibangun sejak awal diharapkan terus berkembang dalam berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik.
Mahasiswa diharapkan saling mendukung, berkolaborasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Tantangan selama menempuh pendidikan tinggi tentu akan hadir dalam berbagai bentuk. Namun, setiap tantangan juga dapat menjadi bagian dari proses untuk tumbuh dan berkembang.
Dengan dukungan lingkungan akademik, berbagai kegiatan pengembangan diri, serta akses terhadap ekosistem bisnis dan teknologi, mahasiswa Kalla Institute diharapkan mampu memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kemampuan yang dibutuhkan pada masa depan.
Mereka juga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang kreatif, adaptif, berkarakter, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu melihat teknologi sebagai sarana untuk menghasilkan perubahan positif.
Kegiatan penyambutan mahasiswa baru ini pun menjadi titik awal bagi perjalanan panjang tersebut.
Dari Bioskop XXI Nipah Mall Makassar, para mahasiswa baru memulai babak baru sebagai bagian dari keluarga besar Kalla Institute, membawa harapan, cita-cita, serta berbagai potensi yang akan dikembangkan selama menjalani pendidikan tinggi.
Dengan semangat Ideas Into Values, Learning Into Impact, Kalla Institute berharap setiap mahasiswa mampu mengubah gagasan menjadi nilai, pembelajaran menjadi dampak, serta pengalaman selama masa perkuliahan menjadi bekal untuk membangun masa depan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta Indonesia.(FAWB#)