Jembatan Tana-Tana Akhirnya Difungsikan, Aspirasi Warga Terjawab Lewat Perjuangan Habibie Abdullah Ketua Fraksi PKB DPRD Takalar

IMG-20260410-WA0013.jpg

Takalar.Benuanews.com
Penantian panjang warga akhirnya terbayar. Jembatan penghubung antara Kecamatan Polongbangkeng Selatan dan Kecamatan Mangarabombang kini resmi dilalui masyarakat, khususnya untuk mendukung aktivitas di sektor pertanian, Jumat (10/04/2026).

Di media sosial, ucapan terima kasih pun ramai disampaikan kepada Ketua Fraksi PKB DPRD Takalar, Habibie Abdullah, yang dinilai konsisten mengawal aspirasi masyarakat hingga terealisasi

Ucapan terima kasih pun ramai kepada Ketua Fraksi PKB DPRD Takalar, Habibie Abdullah, yang dinilai konsisten mengawal aspirasi masyarakat hingga terealisasi.

Perjuangan tersebut bermula saat masa reses sidang pertama pada 12 November 2024 di Lingkungan Tana-Tana, Kelurahan Cangrego, Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Dalam pertemuan itu, Habibie Abdullah menyerap langsung aspirasi warga yang mengeluhkan kebutuhan mendesak akan jembatan penghubung antar wilayah Polsel–Marbo, sekaligus menyatakan komitmennya untuk mengawal pembangunan tersebut.

Komitmen itu kini terbukti. Bahkan, pada tahun 2025, proyek pembangunan jembatan Tana-Tana tercatat sebagai satu-satunya proyek jembatan yang dibangun di Kabupaten Takalar.

Selama proses pembangunan, dukungan publik terus mengalir. Melalui siaran langsung Facebook, warganet ramai-ramai menyampaikan apresiasi.

“Terima kasih kepada pemerintah atas perhatiannya, dan terkhusus kepada Pak Dewan Habibie Abdullah yang telah berjuang menyampaikan aspirasi masyarakat. Sekali lagi terima kasih telah menjadi wakil kami,” tulis akun @parman_tiro.

Ungkapan serupa juga datang dari warga lainnya. “Alhamdulillah, terima kasih atas usahanya Pak Dewan Habibie,” balas akun @jamaluddin nai

Apresiasi juga disampaikan langsung oleh warga di lapangan. Daeng Malli, warga Dusun Bontobaddo, Desa Lengkese, mengaku bersyukur atas hadirnya jembatan tersebut.

“Terima kasih ya Allah, jembatan penghubung Tana-Tana dengan Bontobaddo telah dibuka. Terima kasih Pak Dewan Habibie atas jembatannya,” ujarnya.

Senada, Santi, warga Tana-Tana, mengenang kondisi jembatan lama yang jauh dari kata layak.
“Dulu kalau lewat jembatan lama, selalu goyang seperti mau roboh. Itu pun diperbaiki seadanya oleh warga dengan kayu kelapa. Sekarang saya sudah tidak takut lagi menyebrang ke Dusun Bontobaddo karena sudah ada jembatan baru,” tuturnya.

Hadirnya jembatan Tana-Tana tidak hanya menjadi solusi akses penghubung antar wilayah, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para petani yang kini lebih mudah mendistribusikan hasil pertaniannya.

scroll to top