Jambi.(Benuanews.com)-Ketua Perkumpulan Sahabat Alam Jambi sekaligus Direktur Satgassus Pemenangan Haris–Sani, Jefri Bintara Pardede, meminta Gubernur Jambi Al Haris untuk bersikap tegas dalam menegakkan larangan operasional truk batubara yang masih melintas di jalan umum.
Menurut Jefri, keberadaan truk batubara di jalan umum tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan yang membahayakan masyarakat. Ia menilai ketegasan pemerintah daerah sangat diperlukan agar aturan yang telah dikeluarkan benar-benar dipatuhi oleh para pelaku usaha.
Permintaan tersebut merujuk pada kebijakan yang sebelumnya telah diterbitkan oleh Gubernur Jambi melalui Instruksi Gubernur yang melarang truk batubara melintas di jalan umum. Namun dalam praktiknya, Jefri menilai masih banyak perusahaan maupun pengusaha batubara yang belum mematuhi aturan tersebut.
“Penindakan memang sudah dilakukan oleh Ditlantas Polda Jambi terhadap puluhan truk batubara yang melanggar. Namun langkah tersebut dinilai belum mampu menekan aktivitas angkutan batubara di jalan umum secara signifikan,” ujarnya.
Di sisi lain, Jefri juga menyoroti kebijakan pemerintah daerah yang dinilai berpotensi memperlambat pembangunan jalan khusus batubara.
Ia menyinggung penghentian sementara aktivitas PT Sinar Anugerah Sukses yang tengah membangun jalan khusus batubara dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di kawasan Aur Kenali.
Menurutnya, keberadaan jalan khusus batubara merupakan salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan angkutan batubara di jalan umum yang selama ini menjadi polemik di masyarakat.
Jefri juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terkesan menunjukkan keberpihakan kepada pelaku usaha yang tidak tertib menjalankan kegiatan usahanya.
“Jangan sampai pemerintah, dalam hal ini Gubernur, terlihat seolah berpihak kepada pelaku usaha yang tidak patuh aturan. Praktik seperti ini dikhawatirkan justru menyerupai pola kerja mafia yang tidak peduli terhadap keselamatan dan korban jiwa masyarakat di jalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan ini juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama di tengah upaya pemerintah pusat yang mendorong percepatan investasi dan pembangunan ekonomi nasional.
Jefri merujuk pada arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan investasi dan dunia usaha sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Karena itu, diperlukan kebijakan yang tegas, konsisten, dan berpihak pada kepentingan masyarakat sekaligus tetap memberikan kepastian bagi investasi,” kata Jefri.
Menurutnya, ketegasan dalam penegakan aturan sekaligus dukungan terhadap pembangunan infrastruktur jalan khusus batubara akan menjadi solusi yang mampu mengakhiri polemik angkutan batubara di Provinsi Jambi.