Informasi BPBD Perbaharui Data Korban Dari 15 Orang Menjadi 22 Orang, Karena Susah Komunikasi

IMG-20240928-WA0000-1.jpg

Solok Selatan, Benuanews.com– Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Irwan Efendi, memberikan pembaruan terkait jumlah korban meninggal akibat longsor di lokasi tambang emas di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti.

Irwan menyatakan telah terjadi kekeliruan dalam pelaporan awal jumlah korban akibat sulitnya akses menuju lokasi bencana. Sebelumnya dinyatakan 15 orang meninggal namun pihaknya mengaku telah keliru.

Irwan menjelaskan, lokasi longsor yang memakan waktu 4-6 jam perjalanan kaki dari pusat nagari serta ketiadaan jaringan komunikasi menjadi penyebab terjadinya miskomunikasi dalam pendataan korban.

 

Dengan kondisi lapangan yang berat dan keterbatasan informasi, BPBD Kabupaten Solok memperbarui jumlah korban diperkirakan mencapai 22 orang.

“Data terbaru menunjukkan bahwa dari lokasi longsor, 18 orang telah berhasil dievakuasi, yang terdiri dari 9 orang meninggal dunia, 6 orang mengalami luka berat, dan 3 orang menderita luka sedang,” ujar Irwan Efendi, Jumat, 27 September 2024.

Selain itu, dalam perjalanan menuju posko evakuasi, terdapat 4 korban lainnya, terdiri dari 2 orang yang meninggal dan 2 orang mengalami luka berat. Untuk sementara 11 Korban meninggal dan 11 mengalami luka ringan dan luka berat.

BPBD Kabupaten solok dan tim gabungan dari berbagai instansi terus berupaya untuk mengevakuasi korban yang tersisa serta melakukan penyelamatan dengan peralatan yang ada.

Koordinasi antara BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan tim relawan masih terus berjalan untuk memastikan semua korban dapat segera dievakuasi dengan aman.

Operasi penyelamatan ini masih berlangsung dengan tantangan akses yang sulit, namun BPBD terus berkomitmen untuk memberikan penanganan terbaik bagi para korban dan keluarga yang terdampak. ( Refo )

scroll to top