Serang Benuanews.com Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Operasi Keselamatan Maung 2026, Polda Banten terus mengintensifkan kegiatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara humanis guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik strategis dan kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi di wilayah hukum Polda Banten pada Kamis (12/02).
Dalam pelaksanaannya, personel Ditlantas Polda Banten bersama jajaran turun langsung ke lapangan untuk memberikan imbauan kepada pengendara roda dua maupun roda empat. Edukasi keselamatan dilakukan melalui dialog interaktif, hingga teguran simpatik kepada pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran ringan.
Selain pendekatan persuasif, petugas juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, serta pengemudi yang tidak menggunakan sabuk keselamatan. Penindakan dilakukan secara profesional dan humanis, dengan mengedepankan keselamatan sebagai tujuan utama.
Operasi Keselamatan Maung 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama. Keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan tanggung jawab seluruh pengguna jalan.
Melalui kegiatan ini, Polda Banten berharap dapat menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas serta menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Banten. Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan tercipta situasi kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pengguna jalan.(BM)