Groundbreaking Jembatan Merah Putih Presisi Polresta Tangerang Ditargetkan Rampung dalam 2 Bulan

IMG-20260421-WA0151.jpg

Tangerang Benuanews.com Polda Banten bersama Polresta Tangerang melaksanakan kegiatan Ground Breaking pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Pangedangan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada Selasa (21/04).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Kajari Kabupaten Tangerang Wahyudi Eko Husodo, serta Pejabat Utama Polda Banten.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan tujuan dari pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

“Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan kenyamanan masyarakat, khususnya bagi warga sekitar dan para pelajar yang setiap hari melintasi wilayah tersebut,” jelas Irjen Pol Hengki.

Lebih lanjut, Irjen Pol Hengki menyebutkan target waktu pembangunan jembatan tersebut.

“Pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 1,5 hingga 2 bulan ke depan, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” lanjut Kapolda Banten.

Kapolda Banten mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program pemerintah yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Hal ini juga sejalan dengan arahan Kapolri kepada seluruh jajaran, termasuk Polda Banten, untuk melaksanakan kegiatan yang memberikan dampak langsung dan mendasar bagi masyarakat,” katanya.

Kapolda Banten mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke sungai, karena sungai memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari,” ajaknya.

Diakhir, Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa call center 110 dapat digunakan untuk melaporkan kejadian darurat atau kondisi mendesak lainnya.

“Masyarakat cukup menghubungi 110 lalu tekan 0 untuk berbicara dengan operator, dan petugas Polri terdekat akan segera menindaklanjuti. Layanan ini juga dapat digunakan untuk bantuan darurat, seperti mengantar warga yang akan melahirkan ke fasilitas kesehatan. Layanan 110 ini gratis, tidak dipungut biaya, dan tidak mengurangi pulsa maupun kuota,” tutupnya (BM).

scroll to top