Pemprov Sumbar Beri Bantuan Korban Kebakaran Di Maninjau

WhatsApp-Image-2020-09-23-at-21.54.37.jpeg
Agam (benuanews sumbar) –Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan senilai Rp 45 juta kepada warga yang mendapat musibah kebakaran di Pasar Maninjau pada Jum’at malam (18/9) pukul 21:00 Wib lalu. Kejadian itu membakar studio foto, konter, serta beberapa bangunan milik warga.Uang ini bukan untuk pembangunan tetapi, hanya dapat memenuhi kebutuhan kesaharian bagi keluarga yang terkena bencana”, kata Nasrul Abit saat di Nagari Maninjau, kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam Sumatera Barat, Rabu (23/9/2020).Dalam hal tersebut Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyerahkan bantuan secara simbolis uang 45 juta untuk korban mengalami musibah, Masing-masing meraka mendapatkan uang sebanyak 5 juta untuk satu keluarga, insyaAllah akan segara akan ditransfer langsung ke rekening korban.“Dan juga ada bantuan dari BPBD Provinsi Sumbar berupa sembilan kotak lauk paup berisi, box tutup, sarden, kornet, sosis, pop mie, dan beras. Bersama ini kami membawa bantuan untuk meringankan beban bapak/ibuk sekalian,” ujar NasrulKami selaku pemerintah provinsi Sumbar ikut berduka dan prihatin atas musibah yang menimpa bencana kebakaran.“Mudah-mudahan cepat direncanakan oleh Camat dan walinagari itu, apakah dibangun kembali rumahnya yang habis dilalap api atau rencana lainya agar hidup kembali ekonomi dan usaha mereka”, harapnya.Sementara itu, Nasrul Abit juga meminta kepada masyarakat setempat agar dapat bergotong-royong bersama-sama membuat tempat mereka berteduh sementara.“Agar mereka merasa terhibur, atas perhatian kita, semoga tetap sehat dan semangat atas bencana yang menimpa mereka”, ucap Nasrul.Kemudian untuk kedepan masyarakat harus hati-hati, agar tidak lagi terjadi kebakaran seperti ini, jangan sampai lalai, mengakibatkan musibah atau kebakaran seperti ini”, himbaunya.(nov)

Satu Tahun Tragedi Wamena, Nasrul Abit: Biarkan Jadi Sejarah Pilu

WhatsApp-Image-2020-09-23-at-20.51.20.jpeg
Padang (benuanews sumbar) – Hari ini 23 September 2020, tepat satu tahun setelah kejadian tragedi kemanusiaan di Wamena, Papua. Peristiwa kelam itu juga menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Sumatera Barat yang merantau ke daerah itu.Korban berjatuhan, setidaknya 9 masyarakat Sumbar yang merantau ke Wamena meninggal akibat kejadian itu. Kemudian juga ada yang terluka dan ratusan perantau meminta pulang kampung karena ketakutan.Tidak lama setelah hari kejadian, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit bersama tim ditugaskan Gubernur Sumbar untuk terjun langsung ke Papua melihat kondisi perantau yang terjebak tragedi.Ketika sampai di Kota Jayapura, Nasrul Abit dan rombongan bertemu dengan 172 orang masyarakat, mereka meminta tolong kepada orang nomor dua di Sumbar itu agar mereka bisa pulang kampung.“Masih jelas dalam ingatan saya, mereka minta tolong, minta dipulangkan dengan rasa takut yang luar biasa,” kata Nasrul Abit dengan mata berlinang, Rabu (23/9/2020).Lalu, ia mengatakan kepada perantau bahwa, Pemerintah Provinsi siap memulangkan mereka namun harus didata terlebih dahulu, agar keperluan kembali ke Ranah Minang bisa dipersiapkan.Setelah berbincang dengan masyarakat di Kota Jayapura dan menenangkan mereka, Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Wamena, dimana peristiwa berdarah itu terjadi.Di Wamena, perantau yang berlindung di Markas Kodim Wamena bertemu dengan Nasrul Abit. Tangis mereka pecah, begitu pula dengan wakil gubernur, hatinya pilu melihat masyarakatnya sangat sedih dan ketakutan.‘Tolong kami pak, kami mau pulang, kami takut di sini’. “Begitu kata mereka kepada saya,” ujarnya.Nasrul meyakinkan masyarakat bahwa mereka akan difasilitasi untuk pulang. Ia meminta agar masyarakat yang ingin pulang didata, dan yang memilih bertahan di sana juga didata.Pulang ke Tanah MinangSebagai pemimpin, Nasrul Abit dan rombongan bertemu dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk meminta izin membawa perantau pulang ke kampung halaman untuk sementara.“Gubernur Papua sebetulnya keberatan melepas masyarakat untuk pulang karena mereka dibutuhkan di sana,” jelas wakil gubernur.Namun, melihat ketakutan masyarakat dan mungkin trauma yang dialami, akhirnya Lukas mengizinkan masyarakat Sumbar pulang terlebih dahulu.“Akhirnya, 864 masyarakat yang ada di Wamena akhirnya pulang ke Sumbar secara bertahap dalam waktu singkat,” kata mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode ini.Nasrul Abit berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat dan membantu Pemerintah Sumbar dalam mulai dari awal keberangkatannya ke Papua hingga bisa memulangkan masyarakat.Salah seorang korban tragedi Wamena, Putri (30) yang terluka cukup parah juga kemudian dipulangkan pada 10 Oktober 2019 setelah mendapat perawatan di Papua. Ia juga dijenguk oleh Nasrul Abit ketika itu di Papua dan memastikan Putri mendapatkan perawatan yang baik.“Akhirnya saya sampai di kampung halaman,” katanya kala itu di pintu kedatangan domestik BIM.Putri mendarat didampingi dua orang dari Ikatan Keluarga Minang Papua. Kedatangannya disambut Nasrul Abit dan juga oleh sanak keluarga Putri dari Kabupaten Pesisir Selatan.Tangis keluarga besarnya juga pecah saat bertemu Putri, mereka satu per satu memeluk ibu dari satu anak tersebut. Putri diketahui mengalami luka di bagian lengan, dada kiri, bahu kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri.Ia terkena tancapan anak panah yang ditembakkan oknum perusuh di Wamena. Sebagian wajah putri juga mengalami luka bakar yang terlihat mulai mengering.Putri sempat mengatakan bahwa bisa sampai dan kembali menghirup udara Ranah Minang membuat dirinya merasa sudah sembuh. Karena ia kini sudah berkumpul bersama keluarga besar yang akan menjaganya.Putri bertekad akan melanjutkan sisa hidupnya di Pesisir Selatan. Ia kini menghadapi sisa hidup tanpa suaminya Syafriyanto (36) dan anaknya Rizki (4) yang harus meregang nyawa akibat tragedi Wamena.(nov)

Cara Nasrul Abit Hadapi Gempuran Pandemi Corona

WhatsApp-Image-2020-09-23-at-20.32.36.jpeg
Padang (benuanews sumbar) – Pandemi Coronavirus Disease 2019 atau lebih dikenal dengan istilah COVID-19, pertama kali terkonfirmasi mewabah di Sumatra Barat pada 26 Maret 2020. Warga kota Bukittinggi yang menjadi pasien 01 waktu itu. Sejak itu, angka kasus terkonfirmasi positif di Sumatra Barat kian bertambah. Bahkan, sejak beberapa pekan terakhir, angka temuan harian sudah mencapai ratusan kasus. Berbagai kebijakan diambil Pemerintah Provinsi Sumatra Barat untuk segera memutus mata rantai penyebaran pandemi mematikan itu.Seluruh komponen dan otoritas terkait pun dilibatkan. Tracing, tracking dan testing secara masif dilakukan hingga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilakukan. Tak hanya itu saja, fasilitas penunjang aktifitas tenaga kesehatan untuk berjibaku melawan dan menghadapi serangan pandemi mematikan itu, juga disiapkan dan dipenuhi. Sumatra Barat tak ingin keteteran seperti beberapa Negara atau Provinsi di Indonesia yang mengalami situasi dengan positive rate tinggi bahkan berujung kepada angka kematian yang juga tinggi. DKI Jakarta salah satunya.Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit, meski bukanlah pengambil kebijakan yang utama lantaran masih ada pucuk pimpinan tertinggi yakni Gubernur, namun peran aktif beliau patut diapresiasi. Nasrul Abit, punya cara sendiri untuk mengatasi wabah yang kian hari kian mengganas itu. Tepat, dipekan pertama bulan April sebelum kasus pertama COVID-19 terkonfirmasi di Bukittinggi, Nasrul Abit sudah menyiapkan segala sesuatu sebagai bentuk antisipasi dini.Tentunya, setiap langkah dan kebijakan yang ia jalani sudah mendapat restu dari Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno. Sejak mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Sumatra Barat pada PIlkada lalu hingga dilantik, Nasrul Abit tetap berusaha menjaga ritme komunikasi politik dan keharmonisan dengan Irwan Prayitno. Semua kebijakan yang ia ambil, selalu dikomunikasikan dengan pucuk pimpinan. Meski juga punya “power”, namun Nasrul Abit tak ingin gegabah. Ia memberikan contoh dan pelajaran tentang komunikasi politik yang baik. Tak ada miss komunikasi diantara keduanya selama ini.Kembali ke sebuah ruangan dibilangan sudut kantor Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit kemudian menyiapkan berbagai catatan tentang langkah strategis untuk mengatasi penyebaran atau penularan pandemi COVID-19. Salah satunya, menyiapkan Rumah Sakit Universitas Andalas (UNAND) Padang sebagai salah satu rumah sakit rujukan COVID-19. Rumah Sakit UNAND itu, disiapkan Nasrul Abit untuk mengurangi beban dua rumah sakit rujukan COVID-19 yakni RSUP M Djamil Padang dan Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi serta antisipasi kemungkinan lonjakan pasien terkonfirmasi.Selain itu, Nasrul Abut juga mengunjungi RSAM di Kota yang disebut dengan julukan Fort de Kock pada masa kolonial Belanda untuk memastikan fasilitas dan layanan medis disana siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi akibat COVID-19. Ia pun, juga memastikan kesiapan Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dalam melakukan uji sample spesimen. Melalui penanggung jawab laboratorium Dr. dr Andani Eka Putra, Nasrul Abit meminta kesediaan dan kesiapan Andani Eka Putra dan tim dalam melakukan testing secara masif. Tujuannya, tak lain mengetahui lebih cepat siapa saja warga Sumbar yang terinfeksi. Sehingga demikian, upaya untuk tracing dan tracking juga akan lebih cepat dilakukan guna memutus mata rantai penularan.Diberbagai kesempatan lain, mantan Bupati Pesisir Selatan Dua periode itu juga melakukan sidak dibeberapa pos pengamanan dan pemantauan PSBB. Bahkan, pada Rabu 29 April 2020, Nasrul Abit sempat mencegat dan memerintahkan supir sebuah bus antar Kota dan Provinsi yang berisi puluhan penumpang dari luar Provinsi Sumatra Barat di Kabupaten Dharmasraya. Bus itu, dipaksa Nasrul Abit putar. Bisa saja berpotensi sebagai carier COVID-19, membuat alasan kenapa puluhan penumpang bus itu kemudian tidak diizinkan Nasrul Abit untuk memasuki wilayah Sumatra Barat dari pintu gerbang masuk Dharmasraya.Cukup sampai disana? tidak tentunya. Nasrul Abit pun gencar mensosialisasikan bahaya dampak pandemi ini. Budaya hidup disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, pakai masker dan cuci tangan juga disampaikan Nasrul. Ia, mengimbau seluruh komponen masyarakat dan unsur pemerintah untuk meningkatkan protokol kesehatan. Tak mudah memang, namun protokol kesehatan menjadi kunci utama menurut Nasrul Abit untuk memutuskan mata rantai penularan COVID-19.Tak terhitung berapa kali Nasrul Abit harus menjalani tahapan swab tes dan rapid tes lantaran harus berkunjung ke zona bahaya COVID-19. Namun, sampai saat ini kondisi kesehatan beliau tetap baik. Setiap menjalani swab tes dan rapis tes, ia selalu terkonfirmasi negatif COVID-19. Kuncinya kata Nasrul Abit, selain meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan di dukung dengan multivitamin yang cukup, disiplin menjalani protokol kesehatan menjadi faktor utama mencegah diri terinfeksi pandemi itu.Perjuangan Semakin BeratKini, Sumatra Barat sudah menerapkan kebijakan baru yakni tatanan kehidupan baru atau yang lebih dikenal dengan istilah New Normal. Seluruh masyarakat sudah bisa beraktifitas kembali, ekonomi harus merangkak lagi, masyarakat diajak kembali bangkit dari keterpurukan. Namun, Nasrul Abit menganggap itu semua merupakan tantangan saat ini yang harus dihadapi.Meski sudah berada di zona tananan hidup baru dengan pemberlakuan disiplin protokol kesehatan yang ketat, perjuangan untuk melawan pandemi ini bagi Nasrul Abit, semakin hari semakin berat. Masih banyak masyarakat yang abai terhadap itu. Alhasil, angka pergerakan kasus terkonfirmasi kian menanjak tajam. Sejak hari raya Idul Adha 1441 hijriah, lonjakan kasus positif terus terjadi. Bahkan kini, angka temuan terkonfirmasi harian tak kurang dari seratus.Disisi lain kata Nasrul, apresiasi diberikan kepada tim di Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso dibawah komando Dr.dr Andani Eka Putra. Mereka, tak kenal lelah melakukan uji sampling spesimen untuk memastikan siapa saja masyarakat sumbar yang terinfeksi pandemi ini.Disisi lain, Nasrul Abit memastikan beban kerja semakin banyak. Benar memang semakin kasus terkonfirmasi ditemukan menandakan seluruh komponen bekerja keras. Namun, itu juga membuktikan bahwasanya kesadaran masyarakat akan ancaman COVID-19 juga masih rendah. Masih banyak masyarakat yang abai akan protokol kesehatan, merasa jika pandemi itu tidak akan menyerang tubuhnya.Hampir disetiap saat, terutama jika bertemu dengan masyarakat Nasrul Abit tak hentinya mengingatkan bahaya COVID-19. Nasrul Abit meminta betul masyarakat unttuk tidak menganggap remeh dan abai akan bahaya COVID-19. Sudah banyak jatuh korban akibat pandemi ini. Banyaknya kasus yang masuk dalam kategori Kasus Konfirmasi (bergejala dan tidak bergejala) atau yang selama ini lazim disebut dengan istilah Orang Tanpa Gejala (OTG), jika tidak diantisipasi, tidak adanya kesadaran masyarakat akan dampak bahaya, tentu saja ini akan membuat lebih kewalahan lagi.Kini kata Nasrul Abit, Sumatra Barat sudah punya peraturan daerah (Perda) khusus yang mengatur tentang adaptasi kebiasaan baru dalam upaya pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease 2019. Perda itu, baru saja ditetapkan pada 11 September 2020 melalui sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat pada Jumat siang 11 September 2020.Nasrul Abit kemudian kembali menegaskan agar masyarakat berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, ketika usai disosialisasikan dan perda itu diterapkan, maka tidak ada lagi toleransi bagi siapapun yang melanggar ketentuan, sanksi akan diterapkan, mulai dari peringatan, denda, bahkan kurungan akan diberlakukan. Tujuannya, tak lain untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.“Perda sudah ada, sekarang lagi sosialisasi. Jangan abai dan anggap remeh COVID-19. Disiplin Protokol kesehatan. Jangan sampai nanti berhadapan dengan hukum. Ini semua untuk kesehatan dan keselamatn kita,”tutup Nasrul Abit.

Program TMMD ke 109 Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan Resmi Bibuka

tre.jpg
Sidrap (Benuanews-Sulsel) — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 109 tahun 2020 di Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan, resmi dibuka, Selasa (22/9/2020). Pembukaan ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima pekerjaan TMMD oleh Bupati Sidrap, H Dollah Mando dan Dandim 1420, Letkol (Inf) J P Situmorang di Ruang Rapat Kantor Bupati Sidrap.Penandatanganan disaksikan Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Djashar Djamil, Ketua DPRD Sidrap H Ruslan, Setda Sidrap Sudirman Bungi, Kasi Intel Kajari Sidrap M Iqbal, kepala Opd terkait dan tamu undangan lainnya.Dandim 1420 Sidrap mengatakan, pembukaan TMMD ke 109 tahun 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dibuka melalui upacara TMMD.“Kali ini pembukaan TMMD tidak dilakukan dalam upacara di lapangan. Hal ini sesuai dengan arahan pusat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan meminimalisir kegiatan yang mengumpulkan banyak orang,” katanya.Letkol J.P. Situmorang selaku Dansatgas menambahkan, TMMD dimulai 22 September sampai dengan 21 Oktober 2020. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mattirotasi dan Desa Buae Kecamatan Watang Pulu.Sementara itu, Bupati Sidrap, Dollah Mando berharap penyelenggaraan TMMD ini dapat diterima dan dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat khususnya warga Desa Mattirotasi dan Desa Buae.“Diharapkan sinergitas dan dukungan segenap pihak terkait. Jika ada kendala atau masalah yang dihadapi nantinya segera dilaporkan,” tutup Dollah.(UMB)
scroll to top