IKPS Jambi Pulang Kampung Menangkan Nasrul Abit-Indra Catri

lkm.jpg
Pesisir Selatan (benuanews.com) — Dukungan luar biasa datang dari Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) Jambi untuk Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit-Indra Catri. Mereka rela pulang kampung untuk menyatukan rantau dan ranah agar memilih Nasrul Abit. Sebagai bentuk konsolidasi, IKPS mengaggas pertemuan masyarakat dengan Nasrul Abit di Kampung Tarok, Nagari Lakitan Induk, Kecamatan Lengayang, Sabtu (14/11).Ketua IKPS Jambi, Nasrianto Datuak Rajo Bungsu, mengungkapkan bahwa mereka sengaja pulang ke Pesisir Selatan untuk melakukan konsolidasi pemenang Nasrul Abit-Indra Catri dan Rusma Yul Anwar-Rudi Hariansyah (calon Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan).“Sepaket. Nomor dua provinsi dan nomor dua juga untuk kabupaten,” katanya.Pada kesempatan itu Nasriato membakar semangat masyarakat Pesisir Selatan agar tidak terpengaruh calon lain.“Kita jangan mau dipecah. Mari mantapkan pilihan. Ini kesempatan kita menjadikan putra daerah menjadi gubernur. Kami saja dari rantau pulang. Jangan sampai yang di kampung malah memilih calon lain,” ujarnya.Nasrianto mengajak seluruh masyarakat dan perantau untuk terus bergerak menyosialisasikan Nasrul Abit dari rumah ke rumah. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus membagikan keunggulan Nasrul Abit di media sosial.Perantau Jambi lainnya, Tamar Tarewe, juga berharap yang sama kepada masyarakat Pesisir Selatan.“Kami datang jauh-jauh dari Jambi. Mudah-mudahan mumbang jadi _karambie_ (mumbang jadi kelapa),” ucapnya.Safari politik itu dihadiri oleh Sekretaris DPD Gerindra Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, bersama Srikandi Gerindra, yang memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat. Kegiatan itu juga hadir kader Gerindra Pesisir Selatan, Herpi Damson.(tim) 

Pengungsi Merapi Ditengah Pendemi dan Tekanan Ekonomi

WhatsApp-Image-2020-11-15-at-20.40.38.jpeg
Klaten (benuanews.com) –  Namanya Sri, seorang ibu setengah baya merasa tidak takut terhadap ancaman yang bisa datang kapan saja secara tiba-tiba. Menjadi buruh penambang pasir merupakan kegiatan sehari-hari sebagai penghasil ekonomi. Kali Woro Kemalang Klaten sudah tak asing baginya.Dia mewakili sekelompok pekerja tambang pasir manual di daerahnya. Matanya berkaca ketika reporter benuanews menyapa pada Sabtu (14/11/2020). Tidak disangka ia bercerita kalau kondisi keluarga yang harus mengungsi di tengah pendemi covid sementara keluarga membutuhkan rangkaian kebutuhan sehari hari. Makan minum harus tersedia tetapi tabungan untuk biaya beli paketan hand phone anak-anaknya lebih diprioritaskan.Walaupun Merapi ditetapkan status siaga di level 3, dia merasa tenang saja. “Mau tidak mau saya harus bekerja demi kebutuhan ekonomi keluarga”, kata Sriyatun salah satu buruh tambang illegal. Dengan penghasilan Rp. 48 ribu perhari, bahaya bak tidak dihiraukan. Bagaikan siap untuk menanggung resiko apapun yang terjadi akan dihadapi. “Secara naluri kami manusia juga takut apabila Merapi meletus lagi”, keluhnya. Peristiwa masa lalu saja membuat keluarga besarnya bercerai berai mengungsi tanpa ada kejelasan persisnya dimana.Berbeda dengan Mujinah yang juga pekerja musiman sebagai buruh penambang pasir di Kali Gendol. “Kami juga waswas dalam bekerja karena status Gunung Merapi siaga III, tapi kalau ndak kerja kebutuhan keluarga kurang tercukupi”, katanya. “Para penambang pasir sudah dilarang oleh Pemerintah Klaten, mungkin sebentar lagi kami sudah tidak bekerja” keluhnya. Para pekerja kalau sore hari pulang ke tempat pengungsian di Balai Desa Balerante yang sudah disiapkan oleh pemerintah.“Bantuan sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula dan the telah dibantu dari Sekretariat Presiden mulai Senin (09/11/2020) dan dibagikan kepada setiap keluarga pengungsi” kata salah seorang pengungsi. Bantuan paket sembako dianggap mampu mengurangi beban para pengungsi terutama kebutuhan makanan sehari-hari. “Kami berharap bantuan ini terus berlanjut selama kami dalam posisi menjadi pengungsi”, kata Pak Warseno.”Kami akan bekerja apa lagi apabila matapencaharian kami terpaksa ditutup oleh pemerintah. Sementara anak kami yang jualan makanan di pinggir jalan juga terkena dampak penutupan karena kondisi Gunung Merapi yang status siaga”, lanjutnya. Diceritakan pula bahwa pihak BPBD Klaten telah siap memenuhi kebutuhan pengungsi. Tiap dusun diminta ada coordinator untuk melakukan pendataan terhadap kebutuhan para pengungsi. “Bantuan diharapkan bukan hanya tikar tetapi alas yang kualitas baik diutamakan bagi para pengungsi lansia serta anak-anak”, Kata Wardoyo salah seorang relawan kebencanaan dari masyarakat.“Agar tidak menjadi klaster baru kiranya ada lembaga lain selain BPBD yang ikut bergerak membantu barak-barak pengungsian, tiap keluarga sendiri sendiri atau masyarakat yang rentan disendirikan”, kata Suwito juga salah seorang relawan. “Satuan Satgas covid selalu siap untuk melakukan tes swab bagi pengungsi”, pungkasnyaKontributor:barry

Nasrul Abit Akan Perjuangkan Nasib ASN dan Honorer di Sumbar

jkh.jpg
Padang (benuanews.com)  — Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, sangat paham terhadap nasib pegawai negeri sipil (PNS) karena pernah melakoni profesi itu. Ia memulai karir dengan menjadi pegawai golongan 2A di Dinas Kesehatan Lampung hingga memutuskan turun ke dunia politik. Karena itu, ia akan melakukan beberapa hal untuk memperjuangkan nasib ASN dan pegawai honorer jika menjadi gubernur.Calon gubernur nomor urut 2 iut akan memberikan kemudahan-kemudahan kapada ASN untuk naik pangkat, memberikan tunjangan kinerja sesuai dengan kemampuan daerah, dan memberlakukan penempatan linier sesuai dengan keahlian ASN.“Saya ini dari pegawai rendah juga dulu. Saya dari golongan 2A. Jadi, kawan-kawan PNS, saya tahu betul kebutuhan kawan-kawan. Tidak ada lagi naik pangkat yang dipersulit. Kami akan permudah. Tidak ada lagi hambatan,” ujarnya, Minggu (15/11).Nasrul Abit juga akan memperjelas nasib pegawai honorer. Baginya, memperjuangkan nasib pegawai honorer merupakan hal penting sebab masih banyak dari mereka yang belum memiliki status yang jelas.“Tenaga honorer ini perlu kita perjelas nasib mereka. Kita berikan mereka peluang tes CPNS seluas-luasnya,” tuturnya.Jika pegawai honorer tidak lulus menjadi PNS, Nasrul Abit akan mengakomodir mereka menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).“Jika masih tidak jebol di PPPK, solusi lainnya mereka digaji berdasarkan upah minimum regional dan diasuransikan. Ini bentuk komitmen kami memperjuangkan nasib honorer,” ucapnya.Menurut wakil gubernur Sumbar yang sedang cuti Pilkada itu, upaya menyejahterakan PNS dan pegawai honorer secara tidak langsung merupakan upaya pemerintah provinsi memperbaiki layanan kepada masyarakat.“Kalau ASN dan honorer ini sudah disejahterakan, mereka akan memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat. Tujuannya agar mereka bekerja maksimal,” ujarnya.(tim)

Polsek Leuwidamar Giat PAM Penyaluran BST APBN TAHAP 8 di Desa Leuwidamar

IMG-20201115-WA0056.jpg
LEBAK benuanews.com – Personil Polsek Leuwidamar Polres Lebak Polda Banten melaksanakan giat PAM Penyaluran BST APBN tahap 8 bertempat di Kantor Desa Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak provinsi banten Minggu (15/11/2020).PAM Pembayaran BST APBN tahap 8 Tahun 2020 Desa Leuwidamar dengan jumlah keseluruhan KPM Desa Leuwidamar 720 orang, di salurkan oleh petugas Pos dan Giro dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan.Anggota Polsek Leuwidamar Memberikan himbauan untuk menerapkan Protokol Keseharan 3 M ( Pakai Masker, Cuci tangan, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan), saat Pengambilan BST tersebutSementara anggota yang melaksanakan Giat PAM Brigadir Ahmad dina Wiharja (Bhabinkamtibmas)dan Brigadir Errol.Selanjutnya hasil yang dicapai terciptanya situasi aman,nyaman dan Kondusif saat berlangsungnya Pembagian BST APBN tahap 8 Tahun 2020 tersebut. Dan berharap agar masyarakat Kecamatan Leuwidamar terhindar dari virus corona (Covid 19), imbuhnya.Kegiatan telah selesai degan tertib. Situasi Aman dan Kondusif. Ujarnya abdul Aguh
scroll to top