Koramil 05/Balaraja Tekan virus Corona Bagikan 1000 Masker Gratis Pada Masyarakat Kecamatan Balaraja

WhatsApp-Image-2021-02-02-at-6.03.00-PM.jpeg
Balaraja – Tangerang (benuanews.com) Oprasi gabungan dilakukan Koramil 05/Balaraja bersama Polsek Balaraja Sat pol PP kecamatan Balaraja Upaya penekanan penyebaran virus Corona (COVID-19) terus dilakukan Koramil 05/Balaraja KODIM 0510/Tigaraksa melalui himbauan, giat operasi yustisi, hingga pembagian masker gratis kepada warga masyarakat pengguna jalan yang melintas di Jl. Raya Kresek Balaraja, depan PHD , desa Tobat, Kecamatan. Balaraja, Tangerang, Banten. Selasa (02/02/2021)Danramil 05 Kapten Inf Waluyo. melalui Serka Faiz Fazal menjelaskan pembagian Masker secara gratis yang dilakukan karena rasa empati serta kepedulian Koramil 05/Balaraja terhadap warga masyarakat ditengah-tengah wabah Pandemi (Covid-19) ,” UjarnyaAdapun jumlah masker yang kita bagikan pada hari ini sebanyak 1000 masker yang kita bagi dibagikan ke warga masyarakat yang sedang beraktivitas,” kata Serka Faiz FazalDalam kesempatan tersebut Serka Faiz Fazal juga menghibau kepada para warga masyarakat untuk mematuhi kebijakan Pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Cirus Corona atau (Covid-19) dengan cara menjaga jarak, menghindari kerumunan dan memakai masker selama beraktifitas serta membiasakan diri untuk melakukan pola hidup bersih,” Pungkasnya Moch Irsyad/Aguh

Sambut Tim Penilai, Kak Ade : Juara Itu Bonus, Yang Penting Kehadiran Pramuka Lebak Harus Nyata Manfaatnya Untuk Masyarakat

WhatsApp-Image-2021-02-02-at-5.59.56-PM.jpeg
Lebak,(benuanews.com)- Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lebak menerima kunjungan Tim Penilai Kwarcab Tergiat Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Banten bertempat di Kantor Kwarcab Pramuka Lebak, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (1/2/2021).Dalam sambutannya Wabup Lebak menjelaskan bahwasanya Gerakan Kepramukaan Lebak lebih menitik beratkan pada kebermanfaatan untuk masyarakat sehingga kehadiran anggota pramuka di lebak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.“Pada prinsipnya bahwa kami hanya melaksanakan apa yang menjadi kewajiban kami untuk masyarakat, Kami tidak mengejar target untuk juara, tetapi target Kami adalah Khoirunnas Anfauhum Linnas Bagaimana sebaik-baiknya manusia adalah yg bermanfaat untuk manusia lainnya ya itulah yang kami lakukan di pramuka ini” Ungkap Wabup LebakKa Ade meneruskan, untuk penilaian, Ade berharap tim penilai dapat memberikan masukan dan saran dari kekurangan di Pramuka Lebak, agar dapat mengevaluasi diri untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.“Bagi kami juara hanyalah bonus, tapi koreksi-koreksi itu adalah hal yang paling utama yang kami harapkan dari kakak semua, sehingga keberadaan kami betul-betul reel dibutuhkan masyarakat” Ujar Ka AdeSementara itu, Mas Iman Kusnandar salah satu Tim Penilai Kwarcab Tergiat Kwarda Banten, menyampaikan bahwa penilaian pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana ditahun sebelumnya yang dimunculkan hanya Kwarcab Tergiat, tetapi di tahun ini, penilaian ditambah dengan bidang.“Pada hakekatnya penilaian ini merupakan pembinaan yang berbalik pada evaluasi kami dan apa yang kita peroleh nanti di delapan Kwartir Cabang di Banten, yang masih memang belum terpenuhi itu memang untuk evaluasi diri kami” Pungkas Iman(Aguh)

Viral ! Pengakuan Sebby Sambom Juru Bicara TPNPB di Rampok Salah Satu KKB Papua

IMG-20210202-WA0069.jpg
Papua Barat.(Benuanews.com)-Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom mengaku dirinya telah dirampok oleh kelompok criminal Papua di sebuah Negara kawasan Pasifik baru-baru ini.“Saya dirampok oleh warga Papua sendiri, Salah Dari Mereka Adalah kelompok kriminal Bersenjata Papua Yang Sedang Berada Kawasan Pasifik, Ini perlu kami sampaikan kepada semua pihak,” kata Sebby kepada Seputar papua, Selasa 2 Februari 2021. Sebby tak menyebut lokasi persis dimana dirinya Dirampok Oleh gerombolan kriminal tersebut. Namun Dampak dari peristiwa itu membuatnya tidak dapat beraktivitas dalam 20 hari belakangan ini.“Oleh karena itu, dengan terpaksa kami harus sampaikan kepada semua pihak, terutama kepada semua Jurnalis di seluruh dunia supaya masalah ini menjadi terang,” katanya.Jubir TPNPB ini Menceritakan Kronologis Perampokan Terjadi Pada 13 Januari 2021 Di salah satu wilayah Pacifik, Seseorang asli dari Papua Bersama Kelompok Kriminal Lainnya Merampok seluruh Barang Milik Sebby Sambom. Alhasil Rp 177,862198,58 Rupiah Uang Tunai Yang Dibawa Sebby Sambon Raib. Para Perampok Beberapa sudah Dikenali Sebby Dikarenakan Salah satu Dari Kelompok Kriminal Ada Yang Dikenali Oleh Sebby Sambom. “Tetapi niat jahat ini telah ketahuan, karena dalam kelompok perampok itu ada orang yang saya sendiri kenal,” ungkapnya. Hingga Saat Ini Jubir TPNPB ini Masih Trauma Pasca Kejadian Perampokan, Dan Merasa Terbebani Dengan Rasa Kesalahannya.  “Dengan demikian, saya Sebby Sambom sebagai Juru Bicara TPNPB sampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, terutama kepada pimpinan dan pasukan TPNPB-OPM”.“Sampai sekarang saya sembunyi di kampung yang tidak ada listrik, dan juga tidak ada jaringan telpon serta tidak bisa akses Internet. Baru dua hari ini saya ke kota untuk informasikan tentang situasi krisis ini,” ujarnya.(A/BN32)

Satu ton ikan di Danau Maninjau mati secara massal

IMG-20210202-WA0159.jpg

LIBUK BASUNG (benuanews.com) — Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sekitar satu ton ikan jenis nila di Danau Maninjau mati secara massal akibat angin kencang melanda daerah itu beberapa hari lalu.

“Ikan nila siap panen itu mati secara massal semenjak Selasa (2/2) pagi,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Selasa.

Ia mengatakan, satu ton ikan itu milik warga Lubuk Kandang, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjungraya.

Ikan itu berasal dari 10 keramba jaring apung milik beberapa orang.

“Setiap keramba jaring apung dengan jumlah kematian sekitar 100-200 kilogram dan kita sedang melakukan pendataan pemilik keramba jaring apung,” katanya.

Ia mengatakan, ikan itu mati secara massal akibat angin kencang melanda daerah itu semenjak beberapa hari terakhir.

Dengan kondisi itu, ikan menjadi pusing dan mengapung ke permukaan danau vulkanik itu setelah oksigen berkurang di dasar danau.

Setelah itu ikan mati secara massal dan bangkai ikan mengapung di dalam keramba jaring apung.

“Total kerugian petani akibat kematian itu sekitar Rp20 juta dan bangkai ikan telah di keluarkan dari dalam danau,” katanya.

Ermanto mengimbau nelayan untuk memanen ikan untuk dipindahkan ke kolam air deras dalam mengantisipasi kerugian cukup besar.

Ini mengingat bahwa potensi kematian ikan itu masih besar, mengingat angin masih kencang melanda daerah itu. (Fajar)

scroll to top