Babinsa Bersama Lurah dan Linmas Gajahan Laksanakan Pengecekan Dan Himbauan Protokol Kesehatan Di Pasar Rombeng

IMG-20210203-WA0052.jpg

SURAKARTA (bneuanews.com) – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid 19, khususnya di wilayah Kota Surakarta, Babinsa Koramil 05/Pasar Kliwon Kodim 0735 Surakarta Serda Agus Santoso bersama Lurah dan Linmas Gajahan melaksanakan pengecekan dan himbauan protokol kesehatan penanganan Covid-19 di lingkungan pasar Rombeng di Rt 03/1V Kelurahan Gajahan Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta, Rabu (03/02 2021)

“Kami bersama Lurah dan Linmas selalu kompak dalam berpatroli dan selalu memberikan himbauan kepada para pedagang maupun pembel agar selalu mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yang telah di tetapkan oleh pemerintah seperti cuci tangan,jaga jarak dan harus memaki masker bila keluar rumah supaya terhindar dari virus covid 19.”tutur Serda Agus saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan.

“Kami juga menegur dan memberikan himbauan kepada para pedagang dan pembeli barang barang bekas yang berada di rt 03/1V Kelurahan Gajahan supaya menjaga kebersian lingkungan,memakai masker dengan benar, jaga jarak dan tdk boleh berkerumun.”imbuhnya.

Sementara itu para pedagang sangat berterimakasih kepada Babinsa,Lurah dan Linmas yang peduli dan mau mengingatkan dan memberi himbauan kepada kami para pedagang dan pembeli supaya tetap mematuhi protokol kesehan yang telah di tetapkan oleh pemerintah sehingga dapat terhindar dari virus covid 19. (Arda 72)

Sekda Aceh Timur Buka Sosialisasi Regulasi Penanganan Konflik Sosial

IMG-20210203-WA0080.jpg

ACEH TIMUR (benuanews.com) — Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur Ir. Mahyuddin Syech Kalad, M.Si membuka kegiatan sosialisasi regulasi penanganan konflik sosial, bertempat di aula kantor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat, Rabu (3/2/2021).

Kegiatan penangan konflik sosial ini bertujuan agar lebih peka dalam menangani konflik yang sedang dan akan terjadi, mulai dari pencegahan konflik, penghentian konflik. Hingga sampai pemulihan pasca konflik tersebut.

Kesbangpol Aceh melalui Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, Subhan dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi tentang konflik regulasi penanganan sosial menjadi sangat penting, mengingat Aceh yang memiliki sejarah konflik, dan masih menyimpan potensi konflik sosial yang sewaktu-waktu dapat muncul ke permukaan.

“Untuk meningkatkan peran serta dan kerjasama antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan forum kemitraan masyarakat dalam melakukan deteksi dini, serta cegah dini konflik sosial yang terjadi di masyarakat,” ujar Subhan.

Lebih lanjut Subhan mengatakan, dalam peraturan menteri dalam negeri no 42 tahun 2015 tentang pelaksanaan koordinasi penanganan konflik sosial Indonesia, serta di bentuknya tim terpadu penanganan konflik baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota.

Adapun tim terpadu penanganan konflik yang terdiri dari, SKPK serta instansi terkait, dan bertugas untuk menyusun rencana terpadu penanganan konflik sosial, serta melaporkan perencanaan aksi terpadu secara periodikal kepada tim terpadu penanganan konflik sosial provinsi.

“Saat ini, tim terpadu penanganan konflik sosial telah terbentuk di provinsi maupun kabupaten/kota di Aceh, agar mencermati situasi terkini, di mana pandemi covid-19 telah menjangkit di seluruh dunia, termasuk di Aceh dapat diperlakukan peran dari seluruh aparatur pemerintah, dan elemen masyarakat lainnya, dalam mencegah penyebaran dan penularan virus corona,” terang Subhan.

Sementara itu, sambutan Bupati Aceh Timur, H. Hasbllah HM Taib, SH yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Ir. Mahyuddin menyampaikan, pemerintah daerah dan instansi terkait agar lebih peka dalam menangani konflik sosial di kabupaten Aceh Timur tersebut.

“Dalam pelaksanaan di tahap implementasi ini, aparat pemerintah dituntut untuk mampu bertindak secara cepat, sigap, kompak dan terpadu dalam menghadapi segala kemungkinan maupun gejala yang berpotensi terjadinya konflik agar tidak meluas menjadi anarkis,” terang Sekda Mahyuddin.

Sekda mahyudin mengharapkan agar mencermati situasi dan kondisi yang ada di kabupaten Aceh Timur terkait dengan potensi serta gejala munculnya konflik.

“Saya berharap adanya peran aktif masyarakat serta peningkatan kapasitas kelembagaan seperti, forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) dalam upaya melakukan deteksi dini sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri,” harap Sekda Mahyuddin.

Teks Foto: Sekda Aceh Timur saat memberikan kata sambutan pada kegiatan sosialisasi regulasi penanganan konflik sosial, di aula kantor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat. (Ikhsan).

Komisi III DPRD Agam Kunjungan Kerja Ke Dinas Perhubungan Propinsi Sumbar

IMG-20210203-WA0079.jpg

AGAM (benuanews.com) — Komisi III Dprd Agam yang dipimpin oleh ketua Komisi III Aderia dan juga hadir wakil ketua Dprd Marga Indra Putra ,wakil ketua komisi Efi Suardi, Syafrudin sekretaris Komisi, anggota Komisi III Nesi Harmita,Doddi,ST, Hendrizal,Antonis ,Irfawaldi, Fairisman dan di dampingi dari Sekretariat Dprd, Selasa (3/02).

Rombongan Komisi III diterima di aula rapat dinas Perhubungan Propinsi Sumbar oleh Kadis perhubungan Heri Nofiardi,Sekretaris dinas Perhubungan Alfiandri,hadir Kabid LLPK ,kepala UPTD Wil II dan Kasi angkutan.

Ketua Komisi III dprd Kabupaten Agam Aderia menyampaikan maksud dari kunjungan ini adalah dalam rangka meminta informasi dan berharap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam dapat segera peroperasi kembali

Kita tahu sekarang Uji kir untuk kendaraan umum dan barang tidak bisa dilaksanakan karena kedua kantor itu belum ada Bukti Lulus Uji elektronik (BLUe) dan belum akreditasi sebagai mana aturan yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan darat Kementerian Perhubungan RI.

“Dengan ditutupnya
Kantor UPTD PKB Kota Bukittinggi dan Pemda Agam sejak tanggal 1 Januari 2021 tentunya membuat masyarakat kebingungan mengurus KIR dan harus ke wilayah lain untuk uji kir,

Dprd Agam khususnya Komisi III bersama Pemerintah daerah mendorong setiap kebutuhan yang diperlukan bisa dapat Akreditasi dan keresahan masyarakat tentang uji kendaraan ini cepat terjawab ,kita tahu sebelumnya yang mengelola propinsi setelah otonomi daerah diserahkan pengelolaannya oleh pemda propinsi ke pemda Bukittinggi dan Pemda Agam.

Dalam pertemuan tersebut anggota komisi III Hendrizal, Efi Suardi, Syafrudin dan Doddi,ST disamping tentang Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB)juga mengusulkan kepada Dinas Perhubungan untuk membenahi rambu-rambu dikelok 44 karena kelok 44 itu hanya satu ada di Indonesia dan perlu kita benahi.

Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Sumbar Heri Nofriardi menjelaskan bahwa masalah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) yang ada di Gadut sekarang tidak bisa dikelola oleh dua daerah.

Kementerian perhubungan akan mengeluarkan Akreditasi setelah dua daerah duduk bersama, antara Sekda Agam dan Sekda Bukittinggi dan juga dihadiri oleh sekda Propinsi sudah duduk bersama untuk mencari kesepakatan nama yang akan dinaikan ke Kementerian Perhubungan tidak ada permasalahan.

Diminta kepada Dinas Perhubungan Bukittinggi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Agam membuat berita acara pengelolaan bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) dengan mencantumkan kewajiban masing-masing dalam pengelolaannya, tapi untuk dilanjutkan akreditasi tetap satu nama karena itu sesuai dengan aturan. (fajar)

Cegah Virus Corona, Babinsa Koramil 1712-07/Pantai Barat Memberikan himbauan dan bagi Masker ke Warga Binaan

IMG-20210203-WA0044.jpg

SARMI (benianews.com) – Salah satu kepedulian TNI dalam mencegah penularan Virus Corona, seperti halnya yang dilakukan Babinsa Koramil 1712-07/Pantai Barat Serda Gugun Sudaryanto dalam rangka Penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yaitu memberikan himbauan-himbauan dalam peningkatan protokol kesehatan serta membagikan masker kepada warga binaan di kampung Arbais, Distrik Pantai Barat, Kabupaten Sarmi, Rabu (03/02/2021).

Babinsa wilayah bersinergi dalam kegiatan pembagian masker guna memutus mata rantai pencegahan penyebaran Virus Corona, khususnya di wilayah Sarmi. Dengan adanya himbauan dan pembagian masker ini menjadi bagian dalam meminimalisir pencegahan penyebaran Virus Corona yang masih terjadi sampai saat ini.

Babinsa Serda Gugun Sudaryanto menghimbau dan mengajak warga binaan untuk selalu melaksanakan 3 M yaitu memakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan selalu mencuci tangan dan menjaga jarak sebagai upaya pencegah penularan Virus Corona.

Warga Kampung Arbais sangat berantusias dengan himbauan dan pembagian masker yang dilakukannya dan langsung memakainya, para warga Kampung mengucapkan terimakasih telah diberi masker oleh Bapak Babinsa sebagai upaya mencegah tertularnya Virus Corona, mereka berharap semoga kegiatan ini akan terus berlanjut untuk memutus penyebaran Virus Corona di wilayah Kampung Arbais khususnya warga Pantai Barat Sarmi.

Ditempat yang berbeda, Komandan Kodim 1712/Sarmi (Letkol Infanteri Risky Marlon Silalahi, S.I.P) mengatakan, memerintahkan Babinsa mengingatkan masyarakatnya tetaplah memakai masker dimana pun dan kapanpun kita berada, jaga jarak aman dan hindari kontak fisik dengan orang lain, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta tidak berkumpul-kumpul untuk sementara waktu. Semoga, dengan kita bersama-sama mematuhi himbauan pemerintah, Negara ini segera terbebas dari Virus Corona ini.

Lebih lanjut Dandim 1712/Sarmi menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan kebijakan dan Perintah Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono yang disampaikan kepada Danrem 172/Praja Wira Yakthi Brigjen TNI Izak Pangemanan untuk senantiasa memberikan Pemahaman akan pentingnya pola hidup sehat khususnya penggunaan Masker.

Jangan pernah berhenti dan bosan untuk tetap memberikan himbauan kepada warga binaan di
wilayah masing-masing guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), tutur Pangdam XVII/Cenderawasih. (Adolof/tim).

scroll to top