Polri Bekerjasama Dengan Kejaksaan Agung Mewujudkan Program Presisi di Era Police 4.0

IMG-20210203-WA0134-1.jpg
JAKARTA,(Benuanews.com)-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi kantor Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (3/2/21).Jenderal Listyo mengatakan, kedatangannya ke kantor Jaksa Agung sebagi bagian dari silaturahmi dan memantapkan kerjasama antar lembaga penegak hukum yang selama ini telah terbangun.“Selaku Kapolri baru tentunya saya harus sowan ke beliau dalam rangka pertama melaksanakan silaturahmi, meningkatkan soliditas sinergitas, antara sesama aparat penegak hukum,” kata Listyo usai pertemuan di Kejaksaan Agung Dalam pertemuan itu kata Listyo, pihaknya juga membahas beberapa persoalan salah satunya mengenai pelayanan publik khususnya mengenai penanganan kasus secara online. Sigit menyebut, pihaknya juga berencana membentuk sebuah aplikasi yang memberikan informasi untuk masyarakat berperkara hukum. Aplikasi tersebut akan digodok tim gabungan Polri dan Kejaksaan Agung.“Sehingga pada saat masyarakat ingin melihat bagaimana proses penanganan kasusnya ada satu aplikasi khusus yang masyarakat bisa mengikuti cukup dengan masuk di aplikasi untuk mengikuti proess kasus tanpa kemudian harus datang,” ucapnya. Ada sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri yang mendampingi Kapolri melakukan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Agung, di antaranya Wakil Bareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono.Selanjutnya, Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Fiandar, Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, dan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi.Sebelumnya Sigit telah mengunjungi Mahkamah Agung (MA). Jenderal Sigit menemui Ketua MA Muhammad Syarifuddin. Keduanya membahas ihwal program tilang elektronik atau e-Tilang.(A/Eko)

Danrem 172/PWY : Kami Turun Langsung Membantu Masyarakat Yang Kebanjiran di Keerom

IMG-20210203-WA0124.jpg

JAYAPURA (benuanews.com) — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jayapura dan Keerom mengakibatkan banjir. Sejak Selasa (3/2/2021) subuh masyarakat di Arso 2 dan Arso Swakarsa tampak berjaga-jaga. Sebab beberapa daerah sudah digenangi air.

Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan saat dihubungi membenarkan bahwa banjir melanda Arso dan sekitarnya. “Beberapa wilayah termasuk Arso Swakarsa dan Arso Dua sudah terendam air,” ujarnya.

Danrem menjelaskan, bahwa pihaknya bersama jajaran langsung menurunkan prajurit untuk membantu masyarakat. “Anggota langsung saya perintahkan untuk membantu masyarakat yang mau mengungsi dan juga membersihkan beberapa ruas jalan yang terdapat pohon tumbang,” ujar Danrem.

Saat ini, lanjut Izak, anggota dari Koramil Arso dan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG (Satgas Pamtas) bersama kepolisian telah berada di beberapa titik banjir.

Sementara itu, Danramil 1701-04/Arso Mayor Chk (K) Yuliana R. Yoku menyampaikan, Banjir menggenangi daerah Arso Swakarsa-Arso II, Kampung Asyaman, Kampung Yanama, Kampung Walukubun, Kampung Workwana, Kampung Pitewi, dan Arso Kota.

Pihaknya menjelaskan, banjir dipicu hujan deras di Keerom selama beberapa hari terakhir sehingga mengakibatkan sejumlah sungai di Keerom meluap.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak terkait, baik kepolisian dan juga pemerintah daerah. Saat ini kita fokus membantu masyarakat yang terdampak banjir untuk mengungsi”, jelasnya. (Adolof/tim)

Kasat Binmas IPTU Masdar Sampaikan Aspek Keamanan Sebagai Indikator Desa Mandiri

IMG-20210203-WA0134.jpg

SEKADAU (benuanews.com) — Rapat koordinasi Indeks Desa Membangun dan sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dilaksanakan di ruang serbaguna kantor Bupati Sekadau, Rabu (3/2) pukul 09.00 WIB.

Tujuan kegiatan sebagai evaluasi capaian tahun sebelumnya dan rencana kegiatan tahun 2021 yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder guna memenuhi target yang ingin dicapai.

Mewakili Kapolres Sekadau, Kasat Binmas IPTU Masdar menyampaikan bahwa aspek keamanan merupakan indikator yang dilakukan Kepolisian dalam mewujudkan desa mandiri.

“Untuk Kabupaten Sekadau ada 12 desa mandiri. Tahun ini ada 11 desa yang diajukan untuk didorong pergerakannya ke arah lebih baik melalui upaya pemenuhan indikator yang dibutuhkan,” jelasnya selepas kegiatan.

“11 desa dimaksud yakni Tanjung dan Peniti Kecamatan Sekadau Hilir, Sungai Sambang Kecamatan Sekadau Hulu, Senangak dan Pantok Kecamatan Nanga Taman, Batu Pahat dan Lembah Beringin Kecamatan Nanga Mahap, Menawai Tekam dan Empajak Kecamatan Belitang Hilir, Batuk Mulau Kecamatan Belitang Hulu dan Setuntung Kecamatan Belitang,” ucapnya.

Kasat Binmas juga menyampaikan, indikator desa mandiri diwujudkan melalui pemberdayaan Poskamling, mengajak masyarakat untuk bersama mewujudkan kamtibmas di lingkungan masing-masing.

“Keberadaan Poskamling secara tidak langsung mengajak masyarakat ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, mencegah ancaman dan gangguan kamtibmas yang muncul,” tandasnya. (Nanda)

Sedang Mengambil Buah Pinang, Seorang Warga meninggal dunia tersengat listrik

IMG-20210203-WA0110.jpg

AGAM. (benuanews.com) — Gusrizal (50) warga Banda Tumbuah, Jorong IV Parik Panjang, Nagari Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat memanen buah pinang di kebun miliknya, Rabu (3/2) sekitar 10.30 WIB.

Salah seorang keluarga korban, Samsul Bahri (65) di Lubukbasung, Rabu, mengatakan korban sempat dibawa oleh keluarga dan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung.

“Saat ini jasad korban telah dibawa ke rumah duka dan akan dimakamkan di makam keluarga,” katanya.

Ia mengatakan, bapak empat orang anak itu tersengat aliran listrik saat memanen buah pinang di kebun milik korban yang berada di Silatang, Nagari Lubukbasung dengan satu kilometer dari rumahnya.

Saat itu, tambahnya, alat untuk memanen buah pinang tersebut menyentuh jaringan listrik di kebun tersebut, sehingga korban mengalami luka bakar dan tidak sadarkan diri.

“Melihat kondisi itu korban langsung dibawa ke RSUD Lubukbasung oleh keluarga dan warga sekitar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha RSUD Lubukbasung, Arnol menambahkan korban diduga meninggal dunia dalam perjalanan dari lokasi kebun ke RSUD Lubukbasung.

“Bagian pingang kiri dan tangan korban mengalami luka bakar,” katanya.

Manejer Unit Pelayanan Pelanggan PT PLN Lubukbasung, Doni Eka Putra mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat memanen hasil perkebunan sekitar jaringan listrik, agar tidak tersengat aliran listrik.

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke warga dalam mencegah korban tersengat listrik.

“Sosialisasi itu kita gelar berkat kerjasama dengan pemerintah nagari atau pemerintahan desa adat. Kedepan sosialisasi ini bakal kita gelar kembali,” katanya. (Fajar)

scroll to top