Warga kampung leuwi Sein Menderita Penyakit Tumor Rahang Butuh Uluran Tangan

IMG-20210216-WA0159.jpg

Banten (benuanews.com) — Muslim butuh lambayan tangan dari pemerinta Kabupaten Lebak atau pun Provinsi Banten, kerena kondisi Muslim sangat mengkhawatirkan kerena yang di deritanya penyakitnya. Tumor Rahang yang sangat membahayakan nya, (16/02/201)

Muslim berusaha untuk tersenyum, meski tak bisa menyembunyikan luka bathinnya yang amat dalam, dulunya Ekonomi mereka sangat baik
dan keluarganya bahagia sebelum mendrita penyakit Tumor Rahang

Dulunya Muslim berjualan soto keliling di area BSD Tangerang dan penghasilannya cukup menghidupi istri dan dua anaknya. dan semua itu berakhir ketika tumor mulai mengerogoti wajah Muslim,dan sang istri kemudian meminta cerai karena jijik dan malu dan begitupun anaknya yang sulung yang iya besarkan dengan kasih sayang, memilih pergi ke jakarta dan tidak pernah lagi mengunjungi Muslim sebagai ayahnya,

Muslim berjuang untuk sembuh, membuat BPJS Mandiri karena tidak punya PBI, iyh bolak balik ke RSCM dan terpaksa iya meninggalkan Tangerang dan pulang kerumah orangtuanya, seorang dukun paraji di Kampung Leuwi Sieun (Rt/Rw:002/003) desa Candi kecamatan Curugbitung kabupaten Lebak.

Muslim dibantu ibundanya yang sudah tua yang merawatnya dan Muslim terus berusaha berjuang hingga kemudian hari Muslim sudah dekat pada jadwal operasi, dan iya sudah tak sanggup lagi ke jakarta karena tidak punya lagi biyaya sama sekali dan tidak ada lagi yang meminjami biyaya untuk Muslim,

Sekali Kejakarta harus aja bawa uang 300-400 ribu, itu pun kami sudah utang kemana-mana” unjar ibunya Muslim,

Kondisi Muslim saat ini masih ada di Curugbitung,dan kabar terakhir kondisinya ngedrop dan dirawat di puskesmas terdekat, BPJS juga menunggak dengan nominal 1,8 juta rupiah. dan Kami sedang meretas upaya untuk kesembuhan Muslim,

Muslim sangat ingin melanjutkan pengobatannya tapi dengan keadannya yang tak punya biyaya Muslim hanya bisa diam dan berdoa, dan muslim berharap agar dari pemerintah kabupaten lebak dan provinsi banten bisa membantunya untuk mengobati penyakit yang di deritanya,,

Kami dari Relawan Respek peduli Lebak mengharapkan pemerintah Kabupaten Lebak, dan Provinsi Banten agar segera membantu Muslim untuk pengobatannya kerena kondisinya sangat menghkwatirkan,

Bagi yang ingin membantu Muslim boleh hubungi kami Relawan Respek peduli Lebak, dan bisa langsung datang kerumahnya. Muslim kerena Muslim adalah pasien yang didampingi oleh sahabat kami dari Relawan Respek peduli Lebak,

wa 082112379146,
Kami relawan sosial peduli kemanusiaan Respek peduli, sumber,IMa humairo S.IP. (Aguh)

Bertanam di Pematang Sawah Langkah Cerdas Petani Dukung Ketahanan Pangan Daerah

IMG-20210216-WA0156.jpg

Lombok Timur NTB (benuanews.com) – Pemanfaatan lahan pematang sawah dengan cara bertanam tanaman sayur-mayur ataupun komiditi pertanian lainnya merupakan langkah cerdas yang bisa dilakukan secara berkesinambungan oleh para petani. Langkah ini dinilai sangat produkltif bagi petani ditengah upaya pemerintah mendorong masyarakat petani dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.

“Program pertanian yang berdampak positif dan memberi nilai tambah bagi petani, tentu akan sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian dan nilai tambah secara ekonomi dalam rangka mendukung ketahanan pangan daerah. Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Ketahanan Pangan hanya memberikan suport dan melakukan pendampingan agar petani tetap sukses dalam menjalankan usaha taninya,” kata Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc pada Pencanangan Pemanfaatan Pematang Sawah di Dusun Sukadana, Desa Sukadana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Selasa (16/2).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si mengungkapkan pentingnya petani memanfaatkan lahannya sekalipun hanya sejengkal termasuk pematang sawah harus dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat.

“Oleh karena itu Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Ketahanan Pangan NTB terus mendorong ketersediaan pangan oleh petani dengan memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan sebagai cadangan pangan yang terus berkesinambungan,” ujarnya.

Kunjungan Gubernur NTB ke Kelompok Tani Ingin Maju 2 tersebut ditandai dengan pemberian bantuan 25 paket sembako berupa beras, minyak goreng, telur dan lain sebagainya kepada warga setempat.

“Bantuan ini diberikan dalam upaya pemenuhan dan berimbangnya gizi masyarakat dan upaya pemerintah untuk mencegah ataupun menekan angka stunting di NTB,” kata Fathul Gani.

Sama halnya di dua lokasi kunjungan sebelumnya, Gubernur yang didampingi Kadis Ketahanan Pangan NTB, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Sosial dan Karo Kesra juga memberikan bantuan kursi roda bagi penyandang disabilats di Desa Sukadana.

Ketua Kelompok Tani Ingin Maju 2 Desa Sukadana Zainudin menambahkan jumlah anggota Kelompok Tani di area pertanian seluas 17,5 hektar sebanyak 20 orang.

Kelompok Tani Ingin Maju dalam menjalankan usaha taninya juga membibitkan berbagai tanaman sayur-mayur mulai dari cabe, tomat, jagung, kacang panjang, kedelai dan tanaman sayur-mayur lainnya yang bias ditanam di sepanjang pematang sawah untuk bisa meningkatkan pendapatan petani dan memenuhi gizi atau bahan pangan masayarakat.(Adbravo)

1.850 butir Obat Tanpa Izin Edar diamankan Sat Res Narkoba Polres Lebak

IMG-20210216-WA0140.jpg

LEBAK (benuanews.com) — Satuan Reserse Narkoba ( Sat Resnarkoba) Polres Lebak Polda Banten telah berhasil mengamankan 1.850 butir obat tanpa izin edar dari tersangka Sdr. EP warga Kp. Binglu RT/RW 007/002 Kel/Ds. Sukaraja Kecamatan. Malingping Kabupaten. Lebak.

Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana,SIK melalui Kasat Resnarkoba AKP Ilman Robiana,SH membenarkan kejadian tersebut

Ya Kami dari Sat Resnarkoba Polres Lebak telah berhasil mengamankan sebanyak 1.850 butir obat tanpa izin edar yang terdiri dari 746(Butir) obat-obatan jenis Tramadol HCI, 1104 (Butir) Obat-obatan warna kuning bertuliskan “mf” jenis Hexymer dan Uang tunai sebesar Rp. 215.000, yg berada didalam kamar tersangka Sdr. EP warga Kp. Binglu RT/RW 007/002 Kel/Ds. Sukaraja Kec. Malingping Kab. Lebak” (Selasa, 16/2/2021) ujar AKP Ilman

Saat ini pelaku Sdr. EP dalam pemeriksaan dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 196 jo pasal 197 UU No. 36 Th. 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 15 ( lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah)” tegas ilman

Kami terus menghimbau kepada orang tua yang mempunyai anak remaja agar lebih ketat lagi mengawasi anak-anaknya, apabila ada perubahan perilaku perlu diwaspadai akan adanya penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang” imbau AKP Ilman. (abdu/Husaeri)

Gubernur NTB meresmikan Lumbung Pangan Masyarakat ( LPM ) Dusun Kesuit

IMG-20210216-WA0121.jpg

Lombok Timur NTB (benuanews.com) – Meresmikan beroperasinya Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Dusun Kesuit, Sakra, Lombok Timur dan pencanangan Pertanian Masuk Sekolah (PMS) di Dusun Setungkep, Keruak, (16/2/2021), Gubernur DR Zulkieflimansyah mengingatkan agar program dan bantuan strategis seperti pangan benar benar diperhatikan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir tentang kesinambungan pangan dengan beroperasinya LPM”, ujar Gubernur.

Dikatakan Gubernur, ketahanan pangan harus dimulai dari hulu yakni desa. Dengan pengelolaan pangan, setidaknya dapat memenuhi kebutuhan sendiri dalam waktu yang lebih panjang.

Gubernur berharap, Bumdes juga kedepan harus mempunyai cold storage bertenaga matahari untuk menyimpan hasil laut atau sayur agar tahan lama.

Terpisah, di Ponpes Al Ikhlas, Dusun Setungkep, Desa Lingsar, Keruak juga menyambut baik program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) sebagai upaya mendukung ketahanan pangan. Dikatakan Bang Zul, edukasi mandiri tentang bertani ini selain mengadaptasi lingkungan pertanian sekitar juga bentuk penghargaan kepada apa yang dimiliki dan menggali potensi pangannya untuk ketahanan mandiri.

Ponpes Al Ikhlas sendiri telah menyediakan lahan praktek pertanian dan pendidikan pertanian bagi santri dan siswa.

Kepala Dusun Kesuit, Mustamin mengatakan, potensi desa dengan luas area 20 Ha mampu menghasilkan 120 ton dalam sekali musim panen. Pasca panen, mayoritas warga yang petani menanam tembakau, jagung dan tanaman produktif lain. Oleh karena itu bantuan Rp 60 juta dari Dinas Ketahanan Pangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) benar benar dimanfaatkan dengan menggandeng Rumah Zakat dalam pengelolaannya.

“Setiap hektar menghasilkan 20 ton, dua puluh persennya disimpan di LPM untuk ketahanan pangan. Adapun bantuan dana bagi KWT dikelola bersama dalam bentuk hibah atau bantuan pinjaman”, jelas Mustamin.

Dusun Kesuit dihuni 324 KK dengan mayoritas petani. Pasca panen, petani biasanya menanam tembakau namun sejak tahun lalu akibat harga yang turun, petani mulai mengembangkan tanaman lain.

Sementara Kadis Ketahanan Pangan, Fathul Gani mengatakan saat ini cadangan pangan NTB sebanyak 640 ton, Dusun Kesuit dinilai mempunyai potensi besar. Selain itu, LPM Gotong Royong dusun Kesuit melengkapi 48 LPM yang ada di Lotim.

Dijelaskannya, wilayah Sakra termasuk yang terbesar mendapat bantuan sosial dan masih terus memetakan masalah sosial di masyarakat.

Diharapkan, kehadiran LPM mampu menyediakan pangan yang baik dan cukup bagi warganya.

Hadir pula mendampingi Kadis Sosial yang memberikan bantuan kursi roda dan sembako pada warga masyarakat yang dikunjungi.(Adbravo)

scroll to top