Tiga Dusun Mengalami Kritis Air Karena Sumur Bor Rusak

IMG-20210221-WA0050.jpg

WAY KANAN (benuanews.com) – sumur bor dusun 3 (tiga) kampung Bengkulu rejo kecamatan gunung labuhan Kabupaten Way Kanan mengalami kerusakan sejak tahun 2019 sampai 2021. Minggu (21/02/2021).

“Warga dusun 3 pada saat musim kemarau mengalami kerisis air bersih di karenakan sumur bor tidak berfungsi sejak tahun 2019 sampai saat ini”.

Seorang warga, bahrinsyah mengatakan saat musim kemarau kami mengalami kesulitan air bersih dan berharap masyarakat serta pemerintah kampung Bengkulu Rejo dapat bersama – sama memperbaiki sumur bor.

Bahrinsyah berharap bantuan dari kampung bengkulu Rejo dapat membantu perbaikan sumur bor, dikarenakan masyarakat saat ini mengalami sulit ekonomi dimasa pandemi covid – 19. ujarnya

Reporter Benualampung konfirmasi melalui Telpon dan SMS, PJ. kepala Kampung Supriyono tidak memberikan jawaban, hingga berita ini diterbitkan. (Irawan).

3 Penyelundup Benur Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta, Ini Respons KKP

IMG_20210221_191829.jpg

JAKARTA.(Benuanews.com)- Pengadilan Perikanan pada Pengadilan Negeri Tanjung Pinang memvonis tiga terdakwa kasus penyelundupan 42.500 ekor benih bening lobster senilai Rp4,2 miliar dengan hukuman dua tahun penjara.

Selain itu, majelis hakim juga mengenakan denda Rp600 juta subsider 2 bulan penjara. Dalam amar putusannya, hakim ketua Tofan Husma menegaskan para terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Unsur pidana yang mereka langgar ialah Pasal 92 jo Pasal 26 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana diubah dengan Undang-Undan Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 tentang Cipta Kerja Bab III Bagian Keempat Paragraf 2 Pasal 92 Jo Pasal 26.

“Serta Peraturan Perundangan lain yang bersangkutan, sehingga majelis hakim memutus ketiga terdakwa dengan hukuman masing-masing dua tahun kurungan penjara dan denda 600 juta rupiah subsider dua bulan kurungan penjara,” demikian bunyi putusan dengan nomor perkara 3/Pid.Prk/2021/PN Tpg tertanggal 8 Februari 2021, tersebut.

Sidang putusan digelar secara daring di Kejaksaan Negeri Batam dan dihadiri ketiga terdakwa, yakni RAS (39) asal Bogor, DM (41) asal Bogor, dan O (46) asal Bogor.

Sidang ini diikuti oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam dan Tim Penyidik Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam.

Duduk sebagai majelis hakim diketuai Tofan Husma Pattimura, dan hakim anggota Ir. Khairil Anwar  Hakim Ad Hoc Perikanan dan Abdullah, Hakim Ad Hoc Perikanan serta dibantu Raymond Badar, Panitera Pengganti Pengadilan Perikanan.

Kepala SKIPM Batam, Anak Agung Gde Eka Susila berharap putusan ini bisa menjadi efek jera bagi para pelaku penyelundupan benih bening lobster.

Selain itu, dia juga berharap putusan ini menjadi pelajaran bagi masyarakat luas untuk tidak melakukan tindak pidana yang sama kedepannya.

“Kita senantiasa mengimbau agar upaya-upaya penyelundupan untuk dihentikan karena sangat merugikan negara dan masyarakat sendiri,” kata Agung.

Sebagai informasi, kasus penyelundupan ini bermula dari pengiriman 42.500 ekor BBL dari Tanjung Priok dan transit di Batam pada 6 Desember 2020. Agung menyebut, rencananya, benur-benur tersebut akan dikirim ke Vietnam via Singapura.

Beruntung, berkat sinergitas aparat, penyelundupan benur senilai Rp4,2 miliar ini berhasil digagalkan dan diproses ke pengadilan.

“Kita akan terus perkuat sinergitas pengawasan dengan lembaga terkait. Kita perang melawan penyelundupan,” tandasnya.

Sumber : Humas BKIPM (Eko)

Bantuan Anak Sekolah Korban Banjir Di Solsel Dari Andre Rosiade Anggota DPD RI Tidak Tepat Sasaran

IMG-20210221-WA0100.jpg

Solok Selatan (benuanews.com) — Pitaruah (kiriman) anggota DPR RI Andre Rosiade, untuk para siswa korban banjir bandang Solok Selatan tahun 2019 silam, sepertinya batal sampai. Bantuan peralatan sekolah siswa Rp170 juta itu, telah digunakan oleh pemerintahan nagari setempat.

Kepala UPT SD N 19 Sapan Salak, Solok Selatan, Asbandi, S.Pd., M.Pd, mengaku ‘kehabisan akal’ menghadapi pertanyaan para wali murid dan masyarakat yang datang silih berganti terkait itu. Sebagai pihak yang tidak terlibat lansung dalam menerima dan menyalurkan bantuan, Asbandi tidak memiliki jawaban pasti yang bisa diberikan.

“Hanya bisa memberikan jawaban, kalau bantuan itu tidak ada diserahkan ke kami (sekolah-red),” kata Asbandi, Minggu (21/2) di Muaro Labuah.

Sebagai kepala sekolah, Asbandi, merasakan kegalauan para walimurid. Di sekolahnya, sebagianbsiswa adalah korban bencana yang terdampak cukup parah. Ada yang rumahnya porak poranda, ada yang ladang dan sawahnya luluh lantak. Bantuan yang dibawa Andre Rosiade, tentunya sangat berarti bagi mereka.

Diceritakan Asbandi, terkait bantuan Rp170 juta itu dalam spanduk bantuan dan penyampaian lisan dari Andre Rosiade pada saat menyerahkan bantuan di Posko bencana Solok Selatan di halaman kantor camat Sungai Pagu pada 19 Desember 2019, itu peruntukannya untuk bantuan peralatan anak sekolah. Diserahkan dihadapan orang banyak. “Setelah itu, banyak para wali murid yang menanyakan pendistribusian bantuan ke saya,” katanya. Ketika itu, Asbandi menjawab, agar para wali murid bersabar dan menunggu, karena pendistribusian bantuan bukan kewenangan dia.

Penat menunggu sampai setahun setelahnya, bantuan itu tidak kunjung datang. Terakhir, pihaknya menerima kabar kalau bantuan senilai Rp170 juta itu telah digunakan dan dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Dalam surat klarifikasi oleh Walinagari Pakan Rabaa Timur, yang dialamatkan ke Kepala Dinas Sosial dan PMD Solok Selatan, tanggal 13 Januari 2021, ditandatangani oleh walinagari Pakan Rabaa Timur, Nasril, dijelaskan bahwa dana bantuan yang masuk selama masa tanggap darurat itu, sudah digunakan untuk berbagai kepentingan umum. Penggunaan bantuan, sudah berdasarkan musyawarah dengan masyarakat, Bamus dan pihak terkait lainnya.

Dalam klarifikasi itu disebutkan bahwa, dana tunai yang diterima berjumlah Rp279.396.000,- Sementara pengeluaran sebesar Rp313.082.000,- Pemerintah nagari mengalami devisit sebesar Rp33.686.000,-. ( Helfi yulinda )

Dandim 0417/Kerinci Berharap PSHT Kerinci Lahirkan Bibit Unggul

IMG-20210221-WA0010.jpg
KERINCI.(Benuanews.com)-Komandan Kodim 0417/Kerinci Letkol Inf Ikhsanudin melalui Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0417/Kerinci Mayor Inf Liswar, SH berharap semoga kedepannya PSHT di Kabupaten Kerinci bisa berkembang dan dapat melahirkan bibit-bibit unggul sebagai pesilat tangguh yang akan membawa nama harum Kabupaten Kerinci, juga bangsa dan negara nantinya.Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Gotong royong pengecoran tiang pondasi Padepokan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Kerinci di Desa Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci, Sabtu (20/2/2021). Lebih lanjut LIswar juga menyampaikan bahwa pihak Kodim sangat mendukung sekali adanya Pembangunan Pedepokan PSHT ini, Insya Allah kedepannya dapat dimanfaatkan oleh Warga PSHT sendiri maupun oleh Warga Masyarakat sekitar Pedepokan untuk rajin berolahraga Pencak Silat serta melakukan hal-hal positif dan akan melupakan hal-hal yang negatif,” tambahnya.“Semoga kedepannya PSHT di Kabupaten Kerinci bisa berkembang dan dapat melahirkan bibit-bibit unggul sebagai pesilat tangguh yang akan membawa nama harum Kabupaten Kerinci, juga bangsa dan negara nantinya,” harapnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PSHT cabang Kerinci Sukri dengan adanya Pedepokan ini, disamping tempat mendidik manusia untuk berbudi luhur, juga bermanfaat bagi Warga untuk mengembangkan seni budaya maupun kegiatan Sosial lainnya. “Pedepokan ini nantinya di samping kegiatan PSHT itu sendiri, juga bisa di jadikan tempat untuk mengembangkan seni kebudayaan, baik kebudayaan lokal maupun kebudayaan daerah lainnya,” sebut Sukri.Untuk sementara sebut Sukri, Dana Pembangunan Pedepokan ini masih Swadaya secara Gotong Royong dari Warga PSHT sendiri, belum ada bantuan dari Pihak lain.“Kami berharap kedepannya ada Bantuan dari Pihak lain, sehingga Pembangunan Pedepokan ini cepat selesai,” harap Sukri.(Eko)
scroll to top