Sejumlah Anggota PWI MUBA Mengundurkan Diri

IMG-20210301-WA0093.jpg

Muba, (enuanews.com), –
Sejumlah Anggota Persatuan Wartawan Indonesia Musi Banyuasin ( PWI MUBA ) mendatangi kantor PWI MUBA di jalan kol. Wahid Udin Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan ( Kec. ) Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin ( Kab. MUBA ) Sumatera Selatan. Senin, ( 01/03/2021 )

Kedatangan sejumlah delapan ( 8 ) orang wartawan yang tegabung di organisasi propesi yakni organisasi PWI Muba berjutuan untuk menyampaikan surat pengunduran diri dari keanggotaan.

Menurut Andi Mustika, SE, pengunduran ini disampaikan adalah bentuk professional dirinya sebagai anggota PWI Muba yang konsisten jika tidak sejalan maka tidak perlu lagi untuk bertahan.

“Hari ini saya secara konsisten menyampaikan surat pengunduran diri dari keanggotaan PWI Muba karena Kartu Identitas Kartu Tanda Anggota Persatuan Wartawan Indonesia Musi Bayuasin ( PWI MUBA ) sudah berakhir sejak 10 Desember 2020”.

“Saya tidak bisa sepenuhnya terlibat dalam apa yang dicanangkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Musi Bayuasin ( PWI MUBA )”, ungkap Andi.

Tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan Andi Mustika, SE, beberapa Anggota Persatuan Wartawan Indonesia Musi Banyuasin ( PWI MUBA ) mengungkapkan hal yang sama.

Mewakili rekan-rekan Darul Kutni Menyampaikan ucapan terima kasih kepada PWI Muba.

“Sebelumnya saya mengucapkan banyak rasa terima kasih sebesar-besarnya atas diberikannya kesempatan bagi saya untuk bergabung, belajar dan bekerja dengan professional pada organisai Persatuan Wartawan Indonesia Khususnya Musi Banyuasin.

Lanjutnya, “Saya juga menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan yang selama ini telah diberikan baik secara tidak langsung ataupun secara langsung. Tidak lupa, saya juga ingin mengucapkan rasa terima kasih pada rekan-rekan kerja yang sudah berjuang bersama dalam mencapai target Organisasi.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya karena tidak lagi menjadi bagian dalam Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia Musi Bayuasin ( PWI MUBA ). Saya juga mohon maaf bila selama ini saya melakukan kesalahan secara sengaja atau tidak sengaja. Semoga Persatuan Wartawan Indonesia Musi Bayuasin ( PWI MUBA ) dapat semakin Profesional lagi”, tutupnya.

Nama-nama Anggota Persatuan Wartawan Indonesia Musi Banyuasin ( PWI MUBA ) yang menyampaikan surat pengunduran diri yakni Darul Khutni, Warto, Aslam, Andi Mustika, Rian Syahputra, Agung Budi Setiawan, Edi Wahyudi dan hasim.

Disambut Sekretaris PWI MUBA Indra dan diterima langsung dengan baik berkas surat pengunduruan diri yang ditanda tangani dan dimaterai masing masing anggota PWI MUBA yang mengundurkan diri. (Rusdian)

Gubernur NTB Tinjau Lokasi Banjir Dompu dan Menyerahkan Bantuan

Dompu NTB ( benuanews.com ) – Hari ini Senin (01 Maret 2021), Gubernur Dr. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Dompu, Kader Jaelani meninjau secara langsung lokasi banjir di Desa Daha, Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu.

Gubernur juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana banjir, longsor dan angir deras yang kapan saja bisa terjadi. Karena mengingat curah hujan akhir-akhir ini semakin tinggi.

“Masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan akan bencana akibat curah hujan yg begitu tinggi di musim ini,” himbau gubernur disela-sela kunjungannya.

Selain itu, gubernur juga menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir diantaranya, mie instan 100 dus,
Air mineral 35 dus, Terpal 50 unit,
Selimut 50, Paket sandang 25, Family kit 10, Perlengkapan bayi 5, Paket kebersihan 5, Baju smu 7 lusin, BH 45 pcs
Tikar 5 lembar dan Masker kain 2000.

Seperti diketahui, Banjir terjadi pada hari Minggu, 28 Februari 2021, Pkl. 01.30 wita Desa Daha Kec. Hu, u Kab. Dompu. Penyebab banjir tingginya intensitas hujan, banyak lahan tandus akibat penebangan liar sehingga mengurangi penyerapan air tanah dan Banyaknya penumpukan sampah dan sedimen di area aliran sungai yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan dan penyumbatan aliran air sungai.

Adapun dusun dan korban Terdampak seperti:
Dusun daha barat 105 kk
Dusun sori rewa 85 kk
Dusun Asi peke 50 kk
Dusun Daha timur 40 kk
Dusun Tolo ndaja 80 kk
Dusun Tolo rodi 63 kk
Dusun Fo, o kompo 20 kk

Rumah hanyut 36 unit
Fasilitas umum :
1 masjid rusak pagar
Lahan pertanian :
Lbh kurang 50 ha.
Saluran irigasi rusak berat 50m.

Pihak BPBD Kab. Dompu Melakukan penanganan awal korban terdampak banjir, pendistribusian logistik serta penyaluran air bersih untuk warga terdampak banjir.
-BPBD Kab. Dompu Melakukan monitoring melalui media sosial untuk memantau perkembangan saat ini.
-BPBD Kab. Dompu Menyiagakan personil untuk mengantisipasi kejadian-kejadian lain yang sewaktu-waktu akan terjadi.

Semoga para korban banjir diberi ketabahan dan kesabaran oleh Allah SWT. Semoga bencana cepat berlalu dan masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas seperti sedia kala.(Adbravo)

Pejabat Publik dan ASN Harus Menjadi “Humas” Untuk Menyampaikan Informasi

IMG-20210301-WA0136.jpg

Mataram NTB ( benuanews.com ) – Keterbukaan informasi di era transformasi digital sangat diperlukan bagi badan publik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena hal itu merupakan sebuah solusi dan keniscayaan dalam mengoptimalkan pelayanan publik. Sehingga peran pejabat publik ataupun ASN sangat penting, dalam mengkomunikasikan dan menyampikan informasi tentang program unggulan dan strategis yang dimiliki pemerintah daerah, agar tidak membias dan dapat menjadi konsumsi publik.

“Diera digital Teknologi Informasi (IT) yang begitu pesat, bila informasi tidak dapat dikelola, dikomunikasikan dengan baik serta tidak dapat diklarifikasi dan pelurusan informasi, maka akan beredar liar, sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah opini publik,”kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfo) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH., mewakili Sekda Provinsi NTB, saat Membuka Diklat Pembentukan Fasilitator Keterbukaan Informasi Publik, Senin, 1 Maret 2021 di Aula Wisma Tambora BPSDM Provinsi NTB.

Oleh sebab itu, menurut mantan Kabag Humaspro Kabupaten Bima ini, bahwa setiap jabatan Kepala OPD atau pejabat publik melekat fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Untuk itu, pembinaan atau diklat dasar ASN dalam meningkatkan kapasitasnya sebagai humas dirinya dalam melayani kebutuhan informasi masyarakat sangat penting dan diperlukan.

Mengingat esensi UU KIP No. 14, fungsi kehumasan melekat pada diri ASN dan pejabat publik. Kalau pejabat publik ini memiliki wawasan yang luas dan punya tanggungjawab, untuk menjadi PPID. Inilah letak keterbukaan publik.

Diakuinya, memang untuk membenahi ini, banyak hal yang harus dilakukan pelurusan dalam pemahaman tentang tugas dan fungsi dalam keterbukaan informasi publik. Agar tidak timbul informasi yang sesat ditengah masyarakat. “Sinergi dan kolaborasi antar badan publik, ini penting dan harus terus dijaga,” tegasnya.

Kemudian, Mantan Irbansus pada Inspektorat Provinsi NTB juga menyinggung cara menyajikan informasi yang tepat dan menyentuh pada pesan utama yang perlu diketahui publik. Seringkali badan publik menyampaikan informasi yang tidak menyentuh substansi informasi. Ketrampilan untuk mengkomunikasikan inilah yang harus dilatih kepada ASN dan badan publik. Baik itu pada setiap pelatihan, diklat serta bimbingan teknis.

Dari hasil monitoring dan evaluasi (KI) terhadap badan publik OPD di NTB, dikatakan Gede, itu memang ada beberapa OPD yang sangat strategis tapi informasi publiknya tidak berisi. Padahal ada program-program yang mendasar untuk kepentingan publik.

Lebih jauh dijelaskan pula, bahwa Informasi di era ini sudah menjadi kebutuhan dasar. Karena dengan informasi semua orang bisa berbuat dan melakukan apa saja. Misalnya, seperti investasi, tanpa di dukung informasi dan data yang valid maka akan menimbulkan mismanajemen dalam pengelolaan investasi.

Oleh karena itu, dalam UU no. 14 tentang keterbukaan publik dikatakan bahwa informasi adalah hak publik. Maka dari itu, sebagus apapun program OPD bila cara mengkomunikasikannya salah, program tersebut tidak akan mampu memenuhi target yang maksimal dan mendapat dukungan publik. “Kita memiliki 68 program unggulan, tapi yang terdengar cuma beberapa program saja,” ucapnya.

Tata kelola dan komunikasi harus dapat mengakomodir keinginan publik. Maka pengelolaan media publikasi seperti memanfaatkan platfon digital untuk informasi dan berbagai program seperti website atau media sosial diera transformasi digital, peran badan publik harus memiliki inovasi dan kreatifitas dalam mengelola komunikasi publik.

“Jadi, perkembangan informasi disatu sisi dapat memberikan manfaat dan mendobrak dan mempercepat kemudaratan, tapi juga disisi lain dapat menjadi bumerang yang memperlambat pembangunan,”tutup Kadis Kominfotik sekaligus Kepala PPID Utama.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, menjelaskan bahwa BPSDMD memiliki tugas melaksanakan fungsi penunjang unsur pendidikan dan pelatihan di lingkup internal OPD dan lingkup Pemrov. NTB

Sehingga, BPSDMD sangat mengharapkan berkontribusi mengembangkan sumber daya ASN yang ada sejak dini agar dapat memahami UU KIP dan peraturan pelaksanaannya melalui pendidikan dan pelatihan kepada ASN terkait KIP.

“ASN harus mampu memahami tugas PPID maupun kehumasan, berangkat dari itulah inisiasi pelatihan yang berlangsung 5 hari ini,” kata Wedha Magma Ardhi.

Namun, dijelaskan pula pengembangan SDM ASN perlu dilakukan lebih dulu peningkatan kapasitas Widyaiswara yang keberadaannya di BPSDMD memang bertugas mendidik dan melatih para ASN.

Peningkatan kapasitas Widyaiswara ini penting dilakukan, karena yang menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter ASN yang baik, transparan, berintegritas dan akuntabel. Kegiatan ini akan diselenggarakan dalam bentuk Diklat Standarisasi PPID Bagi Widyaiswara.

Pelatihan ini akan menjadi agenda strategis yang akan menguatkan peran Widyaiswara untuk ikut menjadi bagian penting implementasi KIP NTB di level badan publik. “Hal ini juga diharapkan berkontribusi pada terselenggaranya pemerintahan yang baik di Provinsi NTB,”tutupnya.

Diklat Pembentukan Fasilitator Keterbukaan Informasi Publik dilingkup Widyaiswara diikuti oleh 29 peserta, selama 5 hari. Pemateri dalam bimtek ini, akan diisi oleh Kepala PPID utama, anggota Komisioner Komisi Informasi (KI), anggota PPID Utama dan beberapa wartawan senior di NTB.(Adbravo)

Hari ke-7 Pra TMMD ke 110 di Distrik Ibele, terlihat kemajuan Siginifikan

IMG-20210302-WA0022.jpg

Wamena (benuanews.com) – Kegiatan fisik dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-110 TA. 2021 Kodim 1702/Jayawijaya terus berjalan. Hal tersebut dilakukan agar pelaksanaan TMMD ini sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat dan akan selesai tepat waktu.

Memasuki H+7 Pra TMMD pembangunan rumah Type 36 sebanyak 2 unit dan 1 unit Barak oleh Satgas TMMD Ke-110 Kodim 1702/Jayawijaya di Distrik Ibele Kab. Jayawijaya sudah masuk tahap pendirian rangka bangunan rumah.

“Saat ini pembangunan 2 unit rumah Type 36 dan 1 unit Barak, sudah mulai mendirikan kusen pintu dan jendela ,” terang Pasiter Kapten Inf Aprin saat ditemui di lokasi TMMD, Senin (1/3).

Semangat anggota Satgas TMMD dalam pembangunan rumah dan Barak bersama masyarakat setempat sudah mulai membuahkan hasil.

“Diharapkan dalam minggu ini pengerjaan sudah bisa sampai pada tahap pemasangan atap,” tandas Kapten Aprin. (Tim)

scroll to top