Polres Binjai Ungkap Motif Pembunuhan Pasutri korban Begal di Binjai

IMG-20210303-WA0057.jpg

Binjai (benuanews.com) —
Polisi mengungkap motif tersangka begal melakukan pembunuhan terhadap pasangan suami istri yang jasadnya ditemukan di kebun tebu, di Binjai, Sumatera Utara.

Tersangka Sulistiono alias Sulis (24) menghabisi nyawa pasutri Sugianto (50) dan Astuti (50) karena kehabisan uang.

“Motif tersangka karena tidak memiliki uang. Karena pikirannya pendek, jadi tersangka nekat melakukan aksi begal,” kata Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo, Rabu,(3/3/2021).

Ia mengatakan, tersangka berangkat dari rumahnya dengan mengendarai truk BK 8680 CQ sekitar pukul 05.00 WIB. Saat di perjalanan niat tersangka timbul karena kehabisan uang usai membeli minyak truk.
Tersangka lalu memarkirkan truk seolah-olah rusak sembari menyiapkan peralatan untuk melakukan aksinya,” ujarnya.

lalu berdiri di pinggir jalan untuk menunggu korban untuk meminta bantuan memperbaiki truknya yang rusak.

“Tersangka menunjukkan truknya yang rusak kepada korban. Di situ ia langsung memukul korban menggunakan besi,” ujarnya.

Usai melakukan aksinya tersangka melarikan diri ke Kabupaten Batubara. Petugas yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap tersangka.

“Saat ditangkap tersangka mencoba kabur dan melawan, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur di kaki kanan dan kiri tersangka,” jelasnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338, Pasal 365 ayat 3 KUHPidana.
Ancaman hukumannya 20 tahun penjara dan hukuman seumur hidup,” ucapnya.

Diberitakan, pasangan suami istri ditemukan tewas dengan mengerikan di perkebunan tebu PTPN II Kelurahan Tunggurono Kecamatan Binjai Timur, Senin (22/2/2021) Lalu.

Sebelum tewas, kedua korban pergi berbelanja ke Pasar Tavip Kota Binjai, Senin pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

Diduga korban pembegalan. sepeda motor dan barang berharga milik korban diambil pelaku,” kata Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting.

Kini tersangka dan barang bukti, di amankan di polres Binjai guna mempertangung jawabkan perbuatan nya.(SD)

Wakapolres Lombok Utara Akan Tindak Tegas Polisi Masuk Tempat Hiburan dan Minum Miras

IMG-20210303-WA0067.jpg

Lombok Utara NTB – (benuanews.com) Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan, instruksi larangan terhadap anggota polisi ke tempat hiburan malam dan mengonsumsi minuman keras.

Polri meminta kepada masyarakat melapor, jika melihat ada polisi yang masuk ke tempat- tempat hiburan malam dan mengonsumsi minuman keras.

Menangapi hal tersebut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyah,SH melalui Wakapolres Kompol Setia Wijatono, SH., saat ditemui media di aula Polres Lombok Utara mengatakan, saya selaku pembina dan melakukan perawatan internal POLRI selalu kita sampaikan himbau kepada jajaran kami di wilayah hukum Polres Lombok Utara, (3/3/2021).

Tindakan kami tentunya akan melakukan pemeriksaan kepada anggota jika datang ketempat hiburan malam dan minum miras, tujuannya apa ketempat itu, jika karena tugas harus menunjukan surat tugasnya yang jelas, ujarnya.

Jika tidak ada surat tugasnya inilah yang kemudian kita harus berikan konsekuensi, di tindakan tegas.

Jika anggota itu sedang melakukan penyelidikan lalu terungkap kasusnya kita akan memberikan reward, dan jika anggota yang tidak karuan sekedar mencari hiburan yang intinya hanya kepentingan pribadinya inilah yang kita akan melakukan sidang disiplin dan itupun tergantung dari pemeriksaan jika ada indicator pelanggaran kode etika, lalu kita akan tahu dimana pelanggaran disiplinnya, kita akan tindak tegas, terang Wakapolres Lombok Kompol Setia Wijatono, SH.(Adbravo)

Patroli PPKM Mikro Sasar Wilayah Yang Berpotensi Berkerumunan Warga

IMG-20210303-WA0015.jpg

Boyolali (benuanews.com) — Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19, sesuai dengan intruksi mendagri No. 03 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM Mikro Tahap II yang diperpanjang hingga 8 Maret 2021, anggota Koramil 02/Musuk Kodim 0724/Boyolali dipimpin oleh Serma Sunardi bersama anggota Polsek Musuk melaksanakan patroli Prokes dalam rangka PPKM Mikro wilayah yang berpotensi berkerumunan warga di Dukuh Jumowo Rt. 03/05 Desa Jumowo Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali. Selasa Malam (2/3)

Saat ditemui Serma Sunardi mengatakan kegiatan Patroli PPKM mikro ini dilakukan untuk memastikan warga mematuhi protokol kesehatan dengan baik dan benar.

“Salah satu tugas Babinsa adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan berbagai kegiatan teritorial di desa binaanya diantaranya melaksanakan kegiatan rutin menggelar patroli wilayah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, di masa pandemi ini kami tekankan kepada seluruh Babinsa untuk digunakan untuk melaksanakan edukasi berkaitan dengan PPKM pamdemi virus covid-19 di wilayah,” katanya.
Kegiatan operasi yustisi dan patroli pengawasan kedisiplinan masyarakat tersebut kita lakukan siang dan malam hari secara masiv”. Imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Babinsa juga menekankan kepada warga untuk menghindari terjadinya kerumunan, selalu menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air yang mengalir, menerapkan pola hidup sehat, memperbanyak mengkomsumsi vitamin, rajin berolaraga serta berjemur dipagi hari.(Agus Kemplu)

Serka Aris, TNI Adalah Anak Kandung Rakyat.

IMG-20210303-WA0054.jpg

Surakarta (benuanews.com) — Babinsa Kelurahan Serengan Koramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta Serka Aris Setyo utomo melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan perangkat kelurahan yang bertempat di Jl. Yudistira Serengan Kota Surakarta, (03/03)

Babinsa menyungkapkan bahwa Untuk mempererat tali silaturahmi dan memotifasi kerja maka dilakukan secara rutin dan berkesinambungan itu dalam rangka mendukung tugas pokok Babinsa serta terwujudnya sinergitas dan komunikasi dua arah.

Demi menjaga hubungan yang harmonis antara Babinsa dengan Lurah dan perangkat Kelurahan, Babinsa secara rutin mendatangi dan berkomunikasi dengan tokoh-tokoh tersebut. Pelaksanaan Komunikasi Sosial ini merupakan tugas rutin yang dilaksanakan Babinsa untuk mengetahui perkembangan wilayah binaan, imbuhnya

Karena dari Babinsa akan bisa lebih mempererat hubungan antara TNI – dan Masyarakat (Rakyat) . “Dengan adanya Babinsa yang selalu berkeliling diwilayah binaannya, maka Babinsa bisa tahu permasalahan di lapangan, sehingga kalau ada permasalahan cepat terselesaikan, karena TNI adalah Anak Kandung Rakyat. (Agus Kemplu)

scroll to top