Angkat Keramba Tak Terurus Dipimpin Wagub Sumbar Pada Rakor Pemulihan Danau Maninjau

Screenshot_20210624-164231_WhatsApp.jpg
Sumbar (benuanews.com) KLHK dan KemenPUPR bersama Kemenkeu, Kemendagri, Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam, diminta agar segera mengalokasikan anggaran revitalisasi Danau Maninjau untuk penyedotan sedimentasi Rp237 Miliar.Hal ini menjadi salah satu masukan dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) terkait revitalisasi Danau Manjnjau, yang disampaikan perwakilan dari Kemenkomarves, Rustam, dalam rapat koordinasi pemulihan Danau Maninjau di ruang rapat istana Gubernuran Sumbar, Kamis (24/6/2021).Terdapat 10 poin masukan dari Menkomarves Luhut B. Pandjaitan yang disampaikan dalam rakor yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, tersebut. Disamping menyiapkan anggaran sebesar Rp237 Miliar, Pemprov Sumbar, Pemkab Agam, Polda Sumbar, Korem serta Kejati agar berkoordinasi membuat lini masa penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) yang tidak berizin, mulai akhir Juni ini.Masukan lainnya adalah, agar pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengimplementasikan budidaya perikanan darat, serta pengembangan desa wisata kawasan Danau Maninjau.Sesuai arahan tersebut diatas, Wakil Gubernur Audy, dalam arahannya meminta Pemkab Agam agar segera memastikan data jumlah KJA di Danau Maninjau saat ini.“Ini bukan hanya masalah teknikal, tapi lebih pada sosial masyarakatnya. Harus ada data real berapa sebenarnya keramba yang aktif di Danau Maninjau. Jika melihat data KKP ada 17.400 keramba, tapi jika dibandingkan dengan jumlah pakan yang cuma 200 ton, kemungkinan keramba aktif cuma 7 ribu sampai 8 ribu. Jadi banyak keramba mati. Oleh sebab itu data harus dipastikan,” kata Audy.“Keramba mati dulu yang dikurangi, diangkat dulu. Jangan lupa komunikasikan dengan baik dan koordinasi dengan kepolisian dan TNI,” tambah Wagub.Bupati Agam, Andri Warman mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap Danau Maninjau. Terkait data, menurut Andri pihaknya telah melakukan pendataan di empat nagari dari delapan nagari yang ada di kawasan Danau Maninjau.“Empat nagari lagi masih proses dan dari data yang kita dapatkan, banyak keramba yang tidak diurus lagi. Ketika ditanyakan siapa pemiliknya, tidak ada yang mengaku. Rencana tim akan goro tanggal 10 Juli nanti di danau. Mungkin 2 hari. Kita fokus keramba yg tak terurus. Mana yang bisa kita angkat, kita angkat. Soal alih ekonomi memang membutuhkan waktu, minimal kita fokus angkat keramba yang non aktif dulu,” ujar Andri.Sementara itu, Kapolda Sumbar mengingatkan, sesuai arahan Menko Marves agar disosialisasikan terlebih dahulu serta disiapkan dulu lini masa sebelum melakukan kegiatan dilapangan. Mengingat potensi konflik tentu saja ada dan cost yang ditimbulkan akan lebih besar lagi.Senada dengan itu, Danrem, juga meminta pemetaan masalah serta data yang diperlukan agar didetailkan lagi. Sebab antara keramba aktif, tidak aktif, serta status kepemilikannya akan berpengaruh pada cara penanganannya. Turut Hadir dalam rakor ini perwakilan Kejati Sumbar, dan sejumlah kepala OPD terkait.Dijadwalkan akan ada rapat lanjutan untuk membentuk tim gabungan yang nantinya akan menetapkan lini masa tahapan-tahapan sosialisasi dan lainnya yang diperlukan, khususnya antisipasi potensi konflik yang ditimbulkan.(doa/MMC)

Usulkan Nama Abdurrahman Wahid untuk Bandara Blora

IMG-20210624-WA0111.jpg
BLORA (benuanews.com) Bandara Ngloram Blora diusulkan dinamai Bandara Abdurrahman Wahid, Presiden ke 4 RI. Usulan tersebut disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat kunjungan kerja sekaligus cek penanganan Covid-19 di Blora.
Ganjar mengatakan, usulan penamaan Bandara Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini diutarakan oleh Bupati Blora, Arief Rokhman, di Pendapa Kabupaten Blora, Kamis (24/6/2021).
“Ini ada nama diusulkan oleh Bupati, Abdurrahman Wahid (atau) Gus Dur. Saya setuju,” tegas Ganjar.
Ganjar menegaskan soal penamaan, dirinya mendukung penuh usulan dari tuan rumah sebagai pemilik. Ganjar menyebut, soal pembebasan lahan yang dikerjakan oleh pemprov juga telah selesai.
“Dari pemprov sudah beres. Tinggal nunggu berita acara persiapan hibah. Jadi kita yang membebaskan sudah selesai semua, kita biayai, terus kita hibahkan. Nah itu drafnya udah ada, tinggal saya teken aja,” katanya.
Di sisi lain, gubernur juga berterima kasih karena Bupati Blora bergerak cepat dengan menghubungi maskapai penerbangan. Menurutnya, sudah ada dua yang akan tinggal landas di Bandara tersebut.
“Kita siapkan biar nanti bisa segera kita uji coba untuk operasional,  seperti yang di Purbalingga. Dan Pak Bupati juga sudah mengambil inisiatif bekerja sama dengan beberapa kabupaten, Bojonegoro, Tuban Rembang, nah nanti kita bicara skema-skema pembiayaan ini udah siap. Termasuk bagaimana memenej detailnya, malah Pak Bupati sudah siapin lebih operasional lagi, mudah-mudahan ini bisa segera jalan,” jelasnya.
Progres pembangunan Bandara Ngloram, kata Ganjar, saat ini telah mencapai 85 persen untuk terminal. Sedangkan untuk aksesnya baru dimulai. Namun, akses Bandara Ngloram diuntungkan karena dekat dengan stasiun kereta api.
“Kalau pembangunan terminal sudah 85 persen, jalan akses baru dimulai. Tapi kan beruntung itu karena belakangnya ada stasiun, sehingga nanti koneksinya ke kereta api,” tandasnya.
Sebagai informasi, Pembangunan terminal Bandara Ngloram, di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dikebut dan ditargetkan rampung pada 2021. Bandara yang terletak di ujung timur Jateng itu diharapkan membuka aksesibilitas ke Blora dan sekitarnya,  serta mendongkrak ekonomi daerah.
Bandara Ngloram, yang tidak aktif selama 34 tahun, sebelumnya dikhususkan mendukung industri minyak dan gas di Cepu dan sekitarnya. Pada 2018, aset milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu dialihkan ke Kementerian Perhubungan untuk dijadikan bandara umum. Landas pacu bandara tersebut kini mencapai 1.500 meter, dengan lebar 30 meter.

Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Acara Sertijab Dan Penyerahan Jabatan 3 Pamen Kodam II/Swj

IMG-20210624-WA0069_compress97.jpg

PALEMBANG.(Benuanews.com)-Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, memimpin langsung Acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Penyerahan Jabatan 3 Perwira Menengah (Pamen) Kodam II/Sriwijaya yang diselenggarakan di Gedung Sudirman Makodam II/Sriwijaya Jln. Jenderal Sudirman KM 2,5 Palembang, Kamis (24/6/2021) pagi pukul. 09.00 Wib.

Sertijab dan Penyerahan Jabatan ketiga Pamen Kodam II/Swj tersebut adalah Jabatan Asintel Kasdam II/Swj dari Kolonel Inf Priyanto Eko Widodo kepada Kolonel Inf Fransiscus Ari Susetio, S.E. dan Kakesdam II/Swj dari Kolonel Ckm Dr. Asep Usmanto, SP.B., kepada Kolonel Ckm Ismi Purnawan, SP.JP (K) FIHA, M.A.R.S., serta Penyerahan Jabatan Kapuskodalopsdam II/SWj kepada Letnan Kolonel Inf Johan Antony Pandapotan M., S.I.P.

Acara Sertijab dan Penyerahan jabatan tersebut dihadiri juga oleh Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Irdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Henra Hari Sutaryo, Kapok Sahli Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Puji Cahyono, S.I.P., para Asisten Kasdam II/Sriwijaya dan para Dan/Kabalak Kodam II/Sriwijaya beserta Ketua Persit dan Wakil Ketua Persit KCK PD II Sriwijaya.

Mengawali sambutannya,  Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para pejabat lama, atas dedikasi dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab jabatannya selama ini.

Demikian pula kepada para istri yang telah mendampingi suami dan ikut membina dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana di satuan masing-masing.

Selanjutnya, kepada para pejabat yang baru, Pangdam juga mengucapkan selamat atas kepercayaan yang diberikan oleh Pimpinan TNI untuk mengemban amanah pada jabatan Asintel Kasdam II/Swj, Kakesdam II/Swj dan Kapuskodalopsdam II/Swj.

“Besar harapan  saya, amanah ini disikapi dengan rasa syukur, disertai tekad untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab jabatan dengan sebaik-baiknya yang dilandasi dengan keikhlasan.

Pada kesempatan tersebut Pangdam menjelaskan bahwa, jabatan merupakan amanah dan setiap amanah harus dapat dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan dan satuan, tetapi juga harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Oleh karenanya, amanah jabatan ini hanya dilaksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab, rasa syukur, keikhlasan, kejujuran dan dedikasi yang tinggi serta komitmen yang kuat untuk senantiasa berbuat yang terbaik”, jelas Pangdam.

“Saya yakin dengan berbekal wawasan, pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, kalian akan mampu mengemban amanah yang dipercayakan oleh pimpinan ini dengan sebaik-baiknya. Segeralah menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru. Hal-hal positif, yang sudah baik agar terus dilanjutkan dan ditingkatkan”, pungkasnya.

Pelaksanaan acara Sertijab dan Penyerahan Jabatan kali ini diselenggarakan dengan sederhana dan tetap mengacu pada Protokol Kesehatan yang berlaku di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19). Dalam kegiatan tersebut, para peserta dan pejabat yang hadir tetap mencuci tangan atau menggunakan Handsanitizer, memakai masker dan menjaga jarak antar personel tetapi tidak menghilangkan makna dari kegiatan tersebut.

Acara Sertijab dan penyerahan jabatan Kodam II/Sriwijaya berlangsung dengan tertib dan khidmat yang ditandai dengan penanggalan dan penyematan tanda jabatan, hingga penandatanganan berita acara serah terima jabatan, sekaligus dilaksanakan juga penandatanganan berita acara serah terima jabatan Persit Kartika Candra Kirana (KCK) PD II  Sriwijaya.

(Wahyudi)

Jalin Silaturahmi Pangdam II/Sriwijaya Terima Audiensi Kepala DTPHP Provinsi Jambi

IMG-20210624-WA0068.jpg

PALEMBANG.(Benuanews.com)-Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, didampingi Kasdam II/Swj Brigjen TNI Muhammad Zamroni dan Aster Kasdam II/Swj Kolonel Arh Fithrizal Setiawan, S. Sos., M. Sc., menerima Audiensi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Jambi Bpk. Muhammad Haris, SP., beserta Staf DTPHP, Kamis (24/6/2021) bertempat di Ruang Tamu Pangdam Makodam II/Swj Jln. Jenderal Sudirman KM. 2,5 Palembang.

Dalam audiensi tersebut, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Agus Suhardi menyampaikan terimakasih atas kunjungan dari pihak DTPHP Provinsi Jambi.

Pangdam berharap dengan adanya kerjasama dengan pihak DTPHP Provinsi Jambi ini, semoga program kerjasama yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.

Pangdam juga menghimbau agar dalam setiap melaksanakan kegiatan, selalu menerapkan Protokol Kesehatan mengingat penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi masih tinggi.

Dikesempatan yang sama Kepala DTPHP Provinsi Jambi Bpk Muhammad Haris, S.P., didampingi Ibu Willya Eka Sari, SP., M. Si (Tim Teknis) dan Ibu Irma Susanti, SP., M. Si (Tim Monev), mengucapkan terima kasih kepada Pangdam II/Swj yang telah menyambut dengan baik kunjungan silaturahmi dan kerjasama antara Kodam II/Swj dan DTPHP Provinsi Jambi.

Semoga jalinan silaturahmi dan kerjasama antara Kodam II/Swj dan pihak DTPHP Provinsi Jambi terkait kegiatan perbaikan infrastruktur optimalisasi lahan rawa di Provinsi Jambi dapat berjalan lancar.
(Wahyudi)

scroll to top