Distribusi BBM Diduga Bocor, AWaSI Jambi Kritik Ketat Pengawasan Pertamina Kasang

1001083936.jpg

JAMBI (Benuanews.com)— Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan Pertamina Fuel Terminal Kasang, Jambi, Kamis (20/11/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin masif dan merugikan masyarakat.

Dalam orasinya, Ketua Umum AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari banyaknya laporan masyarakat serta temuan lapangan terkait dugaan praktik mafia migas yang melibatkan transporter resmi hingga oknum internal pengelola distribusi BBM.

Erfan menyoroti dugaan kuat keterlibatan mobil tangki Pertamina yang dioperasikan PT Elnusa Petrofin dan PT Jefri Abidin, yang disebut mengantarkan BBM ke sejumlah lokasi yang diduga sebagai gudang ilegal. Menurutnya, pola pelanggaran ini sudah terjadi berulang kali dan telah terekam dalam pemberitaan media serta dokumentasi masyarakat.

“Kami melihat pola yang sama: tangki keluar dari terminal, berhenti di titik tertentu, dan melakukan bongkar muatan ke tempat yang jelas-jelas tidak memiliki izin usaha niaga BBM. Ini bukan insiden satu-dua kali, tapi seperti sistem yang berjalan,” tegas Erfan.

Selain itu, AWaSI juga menyoroti isu lain yang tak kalah serius, yakni dugaan praktik suap terkait percepatan tambahan kuota BBM bagi sejumlah SPBU. Menurut laporan yang diterima AWaSI, SPBU yang memberi fee diduga memperoleh tambahan kuota dengan lebih cepat, sementara yang menolak diduga mengalami penundaan distribusi bahkan pengurangan kuota.

Erfan menyebut dugaan praktik tersebut sebagai bentuk eksploitasi distribusi energi rakyat dan menyebabkan kelangkaan BBM yang bersifat artifisial.

“Jika benar ada permainan suap dalam penambahan kuota, maka persoalan ini bukan lagi soal kelalaian sopir di lapangan, tetapi indikasi masalah serius di struktur pengelolaan terminal,” ujarnya.

Dalam aksi yang dihadiri sejumlah pengurus dan anggota AWaSI Jambi tersebut, massa menuntut Pertamina Patra Niaga agar melakukan evaluasi total terhadap operasional Fuel Terminal Kasang. AWaSI juga meminta jabatan Kepala Terminal Pertamina Kasang dievaluasi apabila terbukti lalai atau melakukan pembiaran.

Tuntutan serupa juga ditujukan kepada manajemen PT Elnusa Petrofin Area Jambi, agar menjamin armadanya tidak terlibat dalam aktivitas penyaluran BBM ke jalur ilegal.

Usai aksi di terminal Pertamina, massa AWaSI rencananya bergerak ke Mapolda Jambi untuk meminta penyelidikan menyeluruh atas laporan-laporan terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM tersebut.

Di penghujung aksi, Erfan menyerukan agar masyarakat, aparat hukum, lembaga pemerintah, dan insan pers terlibat dalam pengawasan distribusi energi publik.

“Jambi tidak boleh menjadi ruang nyaman bagi mafia migas. Mulai hari ini, siapa pun yang melihat kejanggalan, laporkan. Energi rakyat tidak boleh diperdagangkan secara ilegal,” tutupnya.

scroll to top