Dari Desa untuk Ramadhan, Santri dan Kecamatan Bersatu dalam Pawai Ta’aruf

Screenshot_20260218_191608.jpg

BANGKA SELATAN-Benuanews.com-Hari ini Selasa 17 Febuari 2026 pukul i20.00 Wib Suasana religius serta cahaya obor terangi Desa Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,bersama santri dan masyarakat sekitar antusias menyambut bulan suci ramadhan 1447 hijriyah dengan pawai ta’aruf dengan mengusung tema ” Kerukunan Umat Beragama”

Kegiatan ini di ketuawai bapak Ahmad Saifullah selaku panitia dan di lepas oleh bapak camat Simpang Rimba bapak Nurmansyah juga bapak Kapolsek dengan rute stat kantor camat finis masjid Al – Muhajirin Sp Rimba.

Camat Simpang Rimba bapak Nurmansyah dalam keterangan nya menyampaikan bahwa pawai obor ini dilaksanakan sebagai syiar dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Ia mengatakan,kegiatan tersebut menjadi penanda bahwa Ramadhan yang penuh berkah telah tiba,sekaligus mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri meningkatkan ibadah karena pahala di bulan suci dilipatgandakan. Selain itu,ia berharap kegiatan ini dapat terus mempelarasi silaturahmi, baik sesama umat muslim maupun antarumat beragama di Simpang rimba.

“Semoga melalui sebulan ibadah puasa,kita menjaga muslim yang bertakwa” ujarnya

Suasana pelepasan ini berlangsung khidmat sekaligus meriah,di iringi doa dan gema takbir yang menambah semarak acara.Pawai ini menjadi simbol kuat keharmonisan di desa Simpang Rimba yang di kenal sebagai miniatur Indonesia kecil. Rute yang dilalui juga melewati pemukiman warga non muslim, mencerminkan kehidupan masyarakat yang rukun ,saling menghormati dan hidup berdampingan dengan damai.

Kegiatan ini pula di ikuti para santri TPA Nurul Huda,TPA Riyadul Ahkyar,santri pendopo serta masyarakat sekitar. Dengan membawa obor yang menyala sepanjang perjalanan menjadi saksi cahaya iman. Mereka berkeliling menyusuri jalan desa sambil melantunkan shalawat dan seruan menyambut ramadhan. Sepanjang perjalanan menuju finis, dukungan masyarakat tak pernah surut sedikit pun.

Setibanya di garis finis suasana tetap meriah. Wajah-wajah ceria para santri menjadi gambaran kebahagiaan. Yang di mana pula dari start hingga finis, pawai ta’aruf ini bukan hanya perjalanan keliling desa, melainkan perjalanan meneguhkan persaudaraan, mempererat toleransi dan menyambut ramadhan dengan hati yang penuh cahaya kebersamaan.(PRB#)

By : Putri Simba

scroll to top