Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menerima kunjungan kerja Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI yang dipimpin Laksma TNI Bayu Trikuncoro di Ruang Kerja Bupati Way Kanan

berita-1789546428-20260916.jpg

WAY KANAN – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menerima kunjungan kerja Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI yang dipimpin Laksma TNI Bayu Trikuncoro di Ruang Kerja Bupati Way Kanan, Rabu (16/09/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pencegahan serta penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Way Kanan.

Turut hadir Pasi Opsdim 0427/Way Kanan, Kapolres Way Kanan, jajaran Kejaksaan Negeri Way Kanan, Lanudad Gatot Soebroto Way Tuba, Skadron 12/Amur Jaya Yudha, Yonif TP 892/VS, Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara Tim Karhutla Mabes TNI dengan Pemerintah Kabupaten Way Kanan dan jajaran kewilayahan. Koordinasi tersebut diperlukan agar berbagai langkah menghadapi potensi Karhutla dapat dipersiapkan secara bersama, terpadu dan berkelanjutan, dengan mengutamakan upaya pencegahan sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Karhutla Mabes TNI menyerahkan Buku Executive Summary (Ringkasan Eksekutif) kepada Bupati Way Kanan. Buku tersebut memuat hasil pelaksanaan penyuluhan dan peninjauan Tim Karhutla Mabes TNI di Kabupaten Way Kanan, sekaligus menjadi bahan informasi dan referensi bagi pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi serta memperkuat koordinasi dan kebijakan pencegahan maupun penanganan Karhutla.

Sebelumnya, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI telah melaksanakan kegiatan peninjauan selama 21 hari di Kabupaten Way Kanan dengan mengunjungi 10 kecamatan. Dari rangkaian kegiatan tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perlunya perubahan paradigma dalam menghadapi Karhutla, dari semula lebih berorientasi pada kesiapsiagaan untuk memadamkan kebakaran menjadi lebih waspada dan mengutamakan pencegahan.

Perubahan paradigma tersebut juga diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertanian yang lebih ramah lingkungan. Edukasi dan pendampingan kepada masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah praktik penggunaan api yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama pada kondisi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Hasil evaluasi dan pembahasan Tim Penyuluh bersama Pemerintah Kabupaten Way Kanan selanjutnya menjadi salah satu bahan dalam memperkuat strategi pencegahan Karhutla melalui konsep Center of Gravity (CoG) dengan program Kampung Nol Bakar Berbasis Kinerja Aparatur.

Program tersebut diarahkan untuk menjadikan kampung sebagai salah satu pusat penguatan pencegahan Karhutla dengan mengoptimalkan peran aparatur pemerintahan hingga tingkat kewilayahan. Melalui pendekatan berbasis kinerja, aparatur kampung diharapkan semakin aktif dalam melakukan deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, pemetaan potensi kerawanan, serta membangun respons cepat terhadap indikasi terjadinya kebakaran.

Konsep Kampung Nol Bakar juga menempatkan pencegahan sebagai langkah utama, sehingga penanganan tidak hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi. Aparatur bersama masyarakat didorong untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk mencegah penggunaan api secara tidak terkendali yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

Penguatan peran kampung tersebut sekaligus diharapkan dapat membangun sistem pencegahan yang lebih dekat dengan masyarakat. Aparatur kewilayahan menjadi bagian penting dalam menyampaikan edukasi, mengenali potensi kerawanan dan mengkoordinasikan langkah awal apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Melalui konsep Center of Gravity, koordinasi lintas sektor juga diharapkan semakin kuat. Pemerintah daerah, TNI, Polri, aparatur kewilayahan dan masyarakat memiliki peran yang saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang lebih siap menghadapi potensi Karhutla.

Bupati Way Kanan menerima laporan dan hasil evaluasi yang disampaikan Tim Karhutla Mabes TNI untuk selanjutnya ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan dan kewenangan Pemerintah Kabupaten Way Kanan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat pencegahan Karhutla di Kabupaten Way Kanan melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat. Dengan memperkuat langkah preventif dari tingkat kampung, potensi kebakaran diharapkan dapat dikenali dan dicegah lebih awal sehingga kelestarian lingkungan serta keamanan aktivitas masyarakat dapat terus terjaga.(sarnubi)

scroll to top