Bupati Labusel Buka Musrenbang Sungai Kanan, Tekankan Pembangunan Berangkat dari Suara Desa

IMG-20260204-WA0035-scaled.jpg

Labuhanbatu selatan-Benuanews.com
Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sungai Kanan yang digelar di Aula Kantor Camat Sungai Kanan,Labauhanbatu Selatan,Rabu (4/2/2026).

Musrenbang tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan gagasan, harapan, dan kebutuhan masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan, sekaligus merumuskan prioritas pembangunan kecamatan sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2027.

Dalam sambutannya, Bupati Fery Sahputra menegaskan bahwa perencanaan pembangunan yang berkualitas harus dimulai dengan mendengar dan memahami aspirasi masyarakat secara langsung.
“Perencanaan pembangunan tidak boleh lahir dari meja rapat semata. Ia harus berangkat dari desa, dari kebutuhan nyata masyarakat, dari apa yang benar-benar dirasakan di lapangan,” ujar Bupati.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam Musrenbang, mulai dari perwakilan kelompok masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga aparatur desa dan kelurahan.

Menurut Bupati, partisipasi masyarakat bukan sekadar pelengkap prosedur, melainkan fondasi utama dalam membangun daerah yang adil dan berkelanjutan.
“Musrenbang adalah wujud komitmen kita bersama. Di sinilah kepedulian itu diuji, apakah kita sungguh-sungguh ingin membangun daerah ini dengan hati dan tanggung jawab,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Fery Sahputra mengingatkan bahwa arah pembangunan daerah harus selaras dengan kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keselarasan tersebut tidak boleh mengabaikan karakter dan kebutuhan lokal.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa desa yang kuat. Karena itu, setiap usulan yang disusun harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga menegaskan pentingnya Musrenbang sebagai forum resmi yang partisipatif, transparan, dan akuntabel, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017. Ia mengajak seluruh peserta agar tidak menjadikan Musrenbang sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum menentukan arah masa depan daerah.

Selain itu, Bupati mengingatkan bahwa perencanaan pembangunan Tahun 2027 telah berbasis Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI), sehingga proses perencanaan harus dilakukan secara bottom-up.
“Keputusan yang baik lahir dari proses yang melibatkan banyak pihak sejak awal. Dengan begitu, pembangunan yang dirancang akan lebih adil, akomodatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Usai membuka Musrenbang, Bupati Fery Sahputra mendengarkan langsung paparan usulan prioritas pembangunan dari delapan desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sungai Kanan. Seluruh usulan tersebut dicatat untuk dibahas lebih lanjut pada Musrenbang Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Labuhanbatu Selatan M. Reza Pahlevi Nasution, Anggota DPRD Labusel Edy Parapat dan Anggi, Asisten Perekonomian Ralikul Rahman, para pimpinan OPD, penjabat kepala desa beserta perangkatnya, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.(SR)

scroll to top