Asap Karhutla Mulai Ganggu Aktivitas, Danrem 042/Garuda Putih Turun Bagikan Masker

1002373505.jpg

Jambi – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama pada musim kemarau ketika kondisi cuaca cenderung panas dan kering. Selain menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat, Karhutla juga dapat menghasilkan asap yang berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan warga.

Dampak asap Karhutla mulai dirasakan masyarakat, terutama mereka yang masih harus beraktivitas di luar ruangan. Paparan asap dan kualitas udara yang menurun dapat mengganggu kenyamanan serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.

Berbagai upaya untuk mencegah dan menangani Karhutla terus dilakukan oleh berbagai stakeholder dan pemangku kepentingan. Langkah tersebut antara lain melalui sosialisasi kepada masyarakat, patroli pencegahan Karhutla, pemantauan titik rawan, hingga pengerahan satuan tugas untuk menangani kebakaran yang terjadi.

Di tengah upaya tersebut, Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI M. Nyamin, S.I.P., M.M., turut melakukan aksi nyata untuk membantu mengurangi dampak asap terhadap masyarakat dengan membagikan masker kepada warga, khususnya pengendara kendaraan bermotor yang sedang beraktivitas di jalan, Senin (24/8/2026).

Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya potensi paparan asap akibat Karhutla.

“Kami melakukan aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Masker ini diharapkan dapat membantu melindungi warga, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan, dari paparan asap dan partikel yang dapat mengganggu kesehatan,” jelas Danrem.

Menurutnya, penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman api, tetapi juga perlu memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat. Karena itu, upaya perlindungan kesehatan menjadi bagian penting selama kondisi udara masih terdampak asap.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 042/Garuda Putih juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan selama kondisi udara kurang baik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan yang dirasa tidak perlu. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar, gunakan masker sebagai salah satu upaya perlindungan diri. Mari kita tumbuhkan bersama kesadaran dan kewaspadaan agar dampak asap Karhutla terhadap kesehatan dapat kita minimalisir,” tuturnya.

Danrem juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah terjadinya Karhutla. Masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

Upaya pencegahan, menurutnya, akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko Karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Melalui aksi pembagian masker tersebut, TNI menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara terdampak asap Karhutla.

Diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla semakin meningkat, sehingga kualitas udara dapat kembali membaik dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman serta nyaman.

(Zami)

scroll to top