SIAK , Benua news com – 07 April 2026 — Isu transparansi penggunaan anggaran tahun 2025 di tingkat kecamatan menjadi perhatian publik. Sejumlah kegiatan dengan nilai ratusan juta rupiah dipertanyakan setelah hasil penelusuran menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan dan kondisi di lapangan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), tercatat beberapa kegiatan seperti rehabilitasi kantor sebesar Rp200 juta, perawatan gedung serba guna Rp200 juta, serta perawatan taman Rp90 juta.
Namun, berdasarkan hasil pengecekan lapangan, realisasi kegiatan tersebut belum terlihat secara jelas, sehingga memunculkan pertanyaan dari masyarakat dan lembaga kontrol sosial.
“Data perencanaan ada, namun di lapangan belum terlihat hasil yang sesuai. Ini yang kami dorong agar dapat dijelaskan secara terbuka,” ujar perwakilan lembaga.
Upaya konfirmasi disebut telah dilakukan kepada pihak terkait, termasuk melalui pengawas internal pemerintah. Namun hingga saat ini, jawaban yang diterima dinilai belum memberikan penjelasan yang komprehensif.
Sementara itu, pihak kecamatan yang menjadi pelaksana kegiatan belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan klarifikasi yang telah disampaikan.
Kondisi ini memunculkan persepsi publik terkait pentingnya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi terkait penggunaan anggaran negara.
Lembaga tersebut menegaskan bahwa penyampaian ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial guna mendorong keterbukaan informasi dan perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Kami berharap ada klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Apabila kejelasan belum juga diperoleh, pihaknya menyatakan akan menempuh langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk menyampaikan laporan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penelaahan lebih lanjut.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi dan belum memberikan pernyataan resmi.
Redaksi/ Tim.