Dinas Pendidikan Labuhanbatu Optimis Lolos 16 Besar Usai Taklukkan Palas 4-1

1793846132834.jpg

RANTAUPRAPAT | Benuanews.com — Manajer Tim Sepak Bola Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Hajrat Napitupulu, S.Pd., optimis timnya mampu melaju ke babak 16 besar Turnamen Sepak Bola Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara Antar Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Sumatera Utara Tahun 2026. Ajang ini digelar untuk memeriahkan Hari Guru Nasional (HGN) ke-81.

Rasa optimis tersebut muncul setelah Dinas Pendidikan Labuhanbatu mengantongi empat poin dari dua laga awal Grup E. Pada laga perdana, mereka bermain imbang tanpa gol (0-0) melawan Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Terbaru, dalam pertandingan kedua yang berlangsung di Stadion Binaraga, Rantauprapat, pada Rabu (4/11/2026) sore, tim Dinas Pendidikan Labuhanbatu sukses menghantam Dinas Pendidikan Padang Lawas (Palas) dengan skor meyakinkan 4-1.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka dengan jual beli serangan. Dinas Pendidikan Labuhanbatu berhasil memecah kebuntuan lewat gol pembuka yang dicetak oleh Ilyas Fauzi Pasaribu alias Mochi (nomor punggung 87). Gol indah tersebut tercipta melalui sundulan keras memanfaatkan umpan crossing matang dari Rendi Framana Munthe (nomor punggung 14), mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Labuhanbatu.

Menjelang akhir babak pertama, lini pertahanan Labuhanbatu melakukan kesalahan yang berhasil dimanfaatkan oleh tim Dinas Pendidikan Palas melalui serangan balik cepat. Skor berubah imbang 1-1 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, juru taktik Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Dedi Sadria Gayo, S.Pd., dan Dedi Suandy Aritonang, S.Pd. (yang akrab disapa Oday), mengubah strategi dengan instruksi bermain lebih cepat serta memanfaatkan lebar lapangan.
Strategi tersebut berbuah manis. Melalui skema serangan balik, umpan terobosan dari Rendi kepada Ilyas Fauzi membuat pemain bertahan lawan terpaksa melakukan pelanggaran keras di dalam kotak penalti.

Wasit Anshori Hasibuan dari PSSI Labuhanbatu yang memimpin pertandingan tanpa ragu menunjuk titik putih. Rendi Framana Munthe yang bertindak sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya memperdaya penjaga gawang Dinas Pendidikan Palas, Ahmad Zulfikar Lubis (nomor punggung 99), dan mengubah skor menjadi 2-1.

Unggul dua gol membuat anak-anak asuh Dinas Pendidikan Labuhanbatu semakin percaya diri dan terus menekan pertahanan lawan. Jelang akhir babak kedua, penyerang debutan Ilyas Fauzi kembali mencetak gol tambahan, sekaligus memastikan torehan brace (dua gol) pada laga sore itu. Gelandang serang Ridho Fitra Harahap turut menyumbangkan satu gol untuk melengkapi kemenangan telak Labuhanbatu menjadi 4-1.

Ditemui usai pertandingan di Stadion Binaraga, Manajer Tim Hajrat Napitupulu menyampaikan rasa puas dan bangganya atas kerja keras serta perjuangan seluruh anak didiknya di lapangan.

Meski demikian, Hajrat mengingatkan para pemain agar tetap menjaga kondisi fisik dan tidak cepat puas. Pasalnya, di partai penutup fase grup, mereka akan menghadapi lawan tangguh, yakni Dinas Pendidikan Padang Lawas Utara (Paluta).

“Di dua laga sebelumnya, tim Dinas Pendidikan Paluta selalu meraih kemenangan dan kini memimpin klasemen sementara dengan torehan 6 poin. Sementara kita berada di posisi kedua dengan 4 poin. Pemain harus tetap fokus,” pesan Hajrat.

Senada dengan sang manajer, Sekretaris Dinas Pendidikan Ahmad Yani, S.T., M.M., yang bertindak sebagai CEO Tim Sepak Bola Dinas Pendidikan Labuhanbatu, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain dan jajaran pelatih. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran agar performa tim tetap prima di laga penentuan melawan Paluta demi mengamankan status juara Grup E.

Selain mengejar prestasi di lapangan, Yani juga berpesan kepada seluruh pemain dan ofisial agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Menurutnya, turnamen yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution ini memiliki makna yang jauh lebih luas.

“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara, melainkan juga wadah mempererat tali silaturahmi, membangun persaudaraan, serta memperkuat solidaritas antartenaga pendidik dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara,” pungkasnya. (*)

scroll to top