Panen Tembakau Lumajang: Harga Kasturi Tembus Rp60 Ribu, Serapan Pasar Maksimal

IMG-20260919-WA0077.jpg

Lumajang,Benua News.com – Musim panen membawa kabar positif bagi petani tembakau di Kabupaten Lumajang. Harga tembakau rajangan jenis Kasturi tahun ini berada pada kisaran Rp33 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, sementara hasil produksi disebut terserap dengan baik oleh pasar.

Kondisi tersebut memberi ruang bagi petani untuk memperoleh nilai ekonomi dari hasil panen, setelah melalui proses budidaya hingga pengolahan tembakau rajangan.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Mamiworo, mengatakan harga tertinggi tembakau rajangan Kasturi tahun ini mencapai Rp60 ribu per kilogram. Adapun harga terendah berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram.

“Untuk tahun ini harga cukup bagus. Rajangan Kasturi top price Rp60 ribu, terendah Rp33 ribu. Untuk Burley harga sama dengan tahun kemarin, Rp57 ribu,” ujar Mamiworo, Jumat (18/9/2026).

Untuk tembakau jenis Burley, harga berada di kisaran Rp57 ribu per kilogram, relatif sama dengan harga pada tahun sebelumnya.

Selain harga, tersedianya akses pemasaran menjadi faktor penting bagi petani ketika memasuki masa panen. Mamiworo menyebut produksi tembakau Lumajang tahun ini mendapat serapan yang baik. Salah satu perusahaan yang melakukan pembelian adalah PT AOI.

“Serapan tahun ini oleh PT AOI maksimal, semua bisa dibeli,” katanya.

Dengan adanya penyerapan perusahaan serta jalur pemasaran melalui pedagang, petani memiliki sejumlah akses untuk memasarkan hasil panennya. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga agar hasil produksi tidak berhenti di tingkat petani.

Bagi petani, harga dan pasar merupakan dua hal yang saling berkaitan. Harga yang relatif baik akan lebih berarti ketika hasil panen memiliki akses untuk dijual. Sebaliknya, tersedianya pasar membantu petani memperoleh nilai ekonomi dari produksi yang telah dihasilkan.

Karena itu, DKPP Kabupaten Lumajang tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga menjaga kualitas produksi dan memperkuat hubungan antara petani dengan pelaku usaha.

Pendampingan dilakukan melalui fasilitasi kemitraan petani dan pelaku usaha, pendampingan budidaya, bantuan sarana produksi pertanian, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian.

Upaya tersebut diarahkan agar petani memiliki dukungan mulai dari proses budidaya hingga memasuki tahap panen dan pemasaran.

Musim panen tembakau tahun ini sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga kualitas hasil produksi dan membuka akses pasar. Ketika keduanya berjalan beriringan, hasil kerja petani memiliki peluang lebih besar untuk memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

Bagi Kabupaten Lumajang, keberlanjutan komoditas tembakau juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah-wilayah sentra perkebunan. Karena itu, penguatan produktivitas, kualitas, kemitraan, dan akses pemasaran tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan komoditas tersebut.

(M.HADI)

Redaksi

Redaksi

Satu Pelurumu Hanya Tembus Satu Kepala Manusia...Tetapi Satu Tulisan Seorang Jurnalis Bisa Tembus Jutaan Manusia (082331149898)

scroll to top