PALEMBANG.(Benuanews.com) — Menjaga keseimbangan jiwa dan kesiapan prima setiap personel menjadi prioritas utama. Biro SDM Polda Sumatera Selatan meluncurkan kegiatan Safari Psikologi, langkah strategis membangun Psychology Immunity atau kekebalan psikologis._
sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan mental menyeluruh bagi seluruh personel Polri dan Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Multimedia Center Lantai 2 Bidhumas Polda Sumsel, Kamis (20/8/2026).
Safari Psikologi ini dihadiri langsung Kasubbid PID AKBP Suparlan, S.H., M.Si., Kasubbag Renmin Bidhumas Polda Sumsel Pembina Diana Sari, S.Kom., M.Si., para Kaur, Paur, jajaran staf, serta seluruh personel Bidhumas Polda Sumsel.
Kekebalan Psikologis: Pondasi Kekuatan Abdi Bhayangkara
AKP Eka Mawarti, M.Psi, menjelaskan bahwa Psychology Immunity adalah program unggulan layanan kesehatan mental di lingkungan Bagian Psikologi Polri, dikelola langsung oleh para psikolog berpengalaman Polda Sumsel.
Program ini dirancang memperkuat ketahanan batin dan mentalitas setiap anggota, sekaligus mencegah risiko stres kerja yang dapat menurunkan kinerja maupun membahayakan keselamatan dalam bertugas.
Teguhkan Hati, Kuatkan Tekad Hadapi Segala Tekanan
Kasubbag Psi Pol Bag Psi Biro SDM Polda Sumsel menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan, melainkan ruang dialog dan penguatan untuk memperkokoh imun psikologis setiap Abdi Bhayangkara.
“Tujuan utama membentuk ketahanan mental yang tangguh, agar setiap anggota mampu menghadapi segala tekanan baik dari tugas maupun persoalan pribadi, kendala internal maupun tantangan di luar.”
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan, kegiatan ini berlandaskan tiga pilar utama:
“Pencegahan Dini Memberikan edukasi dan deteksi dini tanda-tanda gangguan kesehatan mental, sebelum berdampak pada kinerja dan kesejahteraan.
Kestabilan Kinerja Memastikan kondisi batin tetap tenang, fokus, dan prima dalam menjalankan setiap tugas.
Pembinaan Berkelanjutan Menanamkan kesadaran menjaga keseimbangan jiwa, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.
Pemeriksaan Mandiri Hingga Pendampingan Langsung
Peserta juga mengisi instrumen psikologis Self-Reporting Questionnaire (SRQ) melalui pemindaian barcode, guna mengukur tingkat kecemasan dan keluhan batin secara mandiri dengan privasi tetap terjaga.
Kegiatan dilanjutkan sesi relaksasi, konseling personal, serta diskusi terbuka menghadirkan dukungan dan bimbingan medis maupun non-medis yang menyentuh aspek batin, demi kebugaran fisik dan mental positif dan optimal bagi setiap personel.(Wahyudi)