BENUANEWS.COM | Labuhanbatu – Genderang perang terhadap narkotika di wilayah hukum Polres Labuhanbatu kembali diuji. Belum usai keresahan masyarakat terhadap jaringan lama, kini muncul ancaman baru yang tak kalah mengerikan. Sosok berinisial TG alias Tegar diduga kuat muncul sebagai “pemain tunggal” baru yang mengendalikan peredaran sabu di wilayah Kecamatan Pangkatan, khususnya di kawasan Pangkatan 10.
Informasi yang dihimpun dari investigasi lapangan dan keluhan warga menyebutkan bahwa Tegar telah melakukan konsolidasi untuk mengisi kekosongan kekuasaan pasca meredupnya pengaruh Ganda, bandar yang sebelumnya mendominasi wilayah tersebut. Tegar dinilai licin dan rapi dalam mengatur distribusi kristal putih di titik-titik rawan, termasuk di seputaran Pangkatan 10.
Munculnya nama Tegar memicu gelombang kecemasan luar biasa di kalangan orang tua. Mereka khawatir pergerakan Tegar yang kian berani akan merusak masa depan generasi muda di kecamatan tersebut.
”Kami tidak ingin Pangkatan kembali ke ‘zaman kegelapan’ narkoba. Estafet bandar dari Ganda ke Tegar ini harus segera diputus. Polisi jangan sampai kalah cepat dengan pergerakan mereka yang mulai mengakar di Pangkatan 10,” ujar seorang tokoh masyarakat Pangkatan yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Masyarakat kini mendesak Satres Narkoba Polres Labuhanbatu untuk segera melakukan langkah konkret dan penyelidikan mendalam (lidik). Pergerakan Tegar yang seolah menantang hukum dianggap telah mengusik ketenangan warga.
Profil Singkat Terduga:
Identitas: TG alias Tegar (Diduga Bandar Utama).
Wilayah Operasi: Kecamatan Pangkatan, terutama kawasan Pangkatan 10, Kabupaten Labuhanbatu.
Modus Operandi: Mengambil alih jaringan distribusi dan pasar yang sebelumnya dikelola oleh Ganda.
Harapan besar kini tertumpu pada pundak Kapolres Labuhanbatu. Penangkapan sosok “kakap” seperti Tegar dianggap sebagai harga mati untuk memulihkan rasa aman dan membuktikan komitmen kepolisian dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya.
”Kami butuh aksi nyata di lapangan. Jika warga di Pangkatan 10 saja sudah mengenali siapa bandarnya, seharusnya aparat penegak hukum bisa bertindak lebih cepat sebelum jaringan ini semakin menggurita,” tegas warga tersebut menutup pembicaraan. (Tim)