Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun di Torgamba, Akses Alternatif ke Riau Ditarget Rampung Sebulan

IMG-20260223-WA0034-scaled.jpg

LABUHANBATU SELATAN —BENUANEWS.COM
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi resmi dimulai melalui peletakan batu pertama pada Senin, 23 Februari 2026. Jembatan tersebut berlokasi di jalur alternatif menuju Riau, tepatnya di Dusun Aek Torop, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.


Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring bersama Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan Syahdian Purba Siboro dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, AKBP Aditya menyatakan pembangunan jembatan itu merupakan wujud kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia menilai infrastruktur tersebut tidak hanya menjadi sarana fisik penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol sinergi lintas sektor.
“Pembangunan ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat. Kami berharap jembatan ini dapat memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga,” ujarnya.

Jembatan Merah Putih Presisi dirancang sebagai akses vital, khususnya jalur alternatif penghubung menuju Provinsi Riau. Selama ini, warga Dusun Aek Torop dan sekitarnya mengandalkan akses yang terbatas dan kurang memadai, terutama saat musim hujan.

Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba Siboro, menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut dia, Kecamatan Torgamba merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas perkebunan dan distribusi hasil produksi yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan akses transportasi yang aman dan layak.
“Infrastruktur adalah fondasi pertumbuhan ekonomi. Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil perkebunan dan mobilitas masyarakat akan semakin lancar,” katanya.

Pihak kontraktor, Syawal Siregar, menyebutkan proses pengerjaan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan, sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Ia memastikan pembangunan dilakukan dengan memperhatikan standar konstruksi agar jembatan aman dan kokoh.
Kegiatan peletakan batu pertama berlangsung khidmat dan dihadiri unsur TNI-Polri, pimpinan DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan sejumlah perusahaan perkebunan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi dan meningkatkan konektivitas Labuhanbatu Selatan dengan wilayah perbatasan Riau.(K.Nasution)

scroll to top