PALOPO-SULSEL-Benuanews.com-Nilai adat dan komitmen teguh ditunjukkan oleh Makole ke-36 Baebunta, Andi Syarifah Muhaeminah Opu Daengna Putri, yang secara resmi menunaikan janjinya untuk mengunjungi dan bersilaturahmi dengan Datu ke-40 Luwu bersama Dewan Adat 12 di Salassae Istana Kedatuan Luwu Kota Palopo, Rabu (21/1/2026).
Kunjungan silaturahmi Makole Baebunta ini dilakukan pada kegiatan Mappakuru Sumange Ana’ Tellue yang dilaksanakan dalam rangka untuk memperingati Hari Jadi ke-758 Tana Luwu di Istana Kedatuan Luwu. Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam upaya mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga muruah tradisi adat Tana Luwu.
Kunjungan ini juga sebagai pemenuhan janji Makole Baebunta yang sebelumnya sempat terucap saat dirinya bersama rombongan Kedatuan Luwu yang dipimpin Andi Saddakati Arsyad Opu To Padali yang mewakili Datu Luwu melakukan ziarah ke Kompleks Makam Datuk Pattimang Desa Pattimang Kecamatan Malangke belum lama ini.
Saat itu, Makole Baebunta berjanji akan bersilaturahmi dengan perangkat adat Kedatuan Luwu di Istana Kedatuan Luwu di Kota Palopo, usai dirinya dikukuhkan secara resmi sebagai Makole ke-36 Baebunta pada 18 Januari 2026 yang lalu. Pemenuhan janji ini sebagai bentuk penghormatan dan sinkronisasi peran pemangku adat dalam bingkai Kedatuan Luwu.
Prosesi kunjungan Makole Baebunta berlangsung penuh khidmat. Makole Baebunta terlebih dulu berjalan kaki, dengan didampingi ratusan orang perangkat adat Kemakolean Baebunta bersama para ASN Pemda Luwu Utara. Setibanya di Salassae Istana Kedatuan, Makole Baebunta disambut hangat Datu Luwu dan Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu.
Suasana akrab dan sarat akan nilai-nilai sakral menyelimuti pertemuan tersebut. Kehadiran Andi Syarifah Muhaeminah Opu Daengna Putri sebagai Makole Baebunta bukan sekadar formalitas, melainkan simbol ketaatan seorang pemangku adat terhadap tatanan hierarki dan persaudaraan yang telah diwariskan secara turun-temurun di Kedatuan Luwu.
“Kunjungan kami ke sini tentunya sebagai bentuk cinta dan kasih sayang kami yang tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata. Untuk itu, kami bersilaturahmi dengan YM Datu, Opu Datu, beserta Dewan Adat 12 yang tentunya kami sangat cintai dan hormarti. Kami selalu mendoakan yang terbaik kepada Datu Luwu dan perangkat adat lainnya,” ucap Makole.
Makole juga berjanji akan terus membangun komitmen bersama untuk menjaga adat istiadat di tengah arus modernisasi. Hal tersebut, kata Makole, sebagai upaya untuk melestarikan kekayaan budaya, sekaligus untuk memastikan komunikasi antara Kemakolean Baebunta dan Kedatuan Luwu tetap berjalan dengan baik, lancar, dan penuh harmonis.
“Janji ini adalah utang yang mesti ditepati, dan silaturahmi ini sekaligus sebagai jembatan berkah. Kedatangan kami di sini adalah bentuk penghormatan, sekaligus upaya untuk memastikan bahwa denyut nadi adat di Kemakolean Baebunta tetap berjalan seirama dan selaras dengan garis besar Kedatuan Luwu,” tandas Makole Andi Syarifah Muhaeminah.
Yang menarik, silaturahmi dan prosesi adat Mappakuru Sumange Ana’ Tellue yang dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-758 Tana Luwu ini juga diwarnai dengan pemberian 1 ekor kerbau dari Makole Baebunta Andi Syarifah kepada Sri Paduka YM Datu Luwu, La Maradang Mackulau Opu To Bau. Prosesi ini juga berjalan penih khidmat.
Langkah silaturahmi Makole Baebunta ini rupanya mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk dari pemerhati adat dan budaya se-Tana Luwu. Sikap Makole dinilai sebagai contoh dan teladan bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga integritas antara ucapan dan tindakan, terutama dalam kapasitas sebagai pemimpin adat. (LHr#)