Bupati Labusel Ngopi Bareng Petugas Kebersihan, Apresiasi Pahlawan Sunyi Penjaga Kota

IMG-20260106-WA0153.jpg

Labusel-Benuanews.com
Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, menunjukkan gaya kepemimpinan yang membumi dengan duduk bersahaja, menyeruput kopi, dan berbincang hangat bersama para petugas kebersihan, pengangkut sampah, dan penata taman, Selasa, 6 Januari 2026.

Kegiatan bertajuk Serambi Ngopi Bersama itu berlangsung di taman perkantoran Bupati Labusel,Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Sebanyak 107 petugas kebersihan dan pengangkut sampah serta 6 petugas taman dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) hadir dalam suasana sederhana namun penuh makna.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, Asisten Perekonomian Ralikul Rahman, Asisten Administrasi Umum Fuadi, serta Kepala DLHP Labusel Syaripudin.

Dalam suasana santai namun sarat pesan, Bupati Fery menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada para petugas kebersihan yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan, namun memiliki peran vital menjaga wajah Labusel tetap bersih dan tertata.

“Hari ini saya melihat wajah-wajah orang hebat. Bapak ibu bekerja dalam senyap, tapi jasanya sangat besar. Labusel bisa rapi dan bersih karena kerja keras bapak ibu semua,” ujar Fery.

Ia menegaskan, kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk empati dan penghargaan pemerintah daerah kepada para petugas lapangan. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan sebagai wujud perhatian bagi kebutuhan keluarga para petugas.
Bupati Fery turut menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) DLHP tahun 2025 yang berhasil melampaui target hingga di atas 100 persen.
“Ini prestasi besar. Prestasi bapak ibu semua. Tanpa kerja keras di lapangan, capaian ini tidak mungkin terwujud,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLHP Labusel Syaripudin menyebut para petugas kebersihan dan taman sebagai garda terdepan penjaga lingkungan sekaligus penggerak kontribusi PAD daerah.

“Mereka ini pejuang kebersihan. Petarung di lapangan yang ikut mendorong kemajuan Labusel melalui sektor lingkungan hidup,” katanya.
Suasana haru mewarnai pertemuan saat perwakilan petugas kebersihan, Ucok, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati yang bersedia duduk sejajar dan mendengar langsung aspirasi mereka.

“Terima kasih Pak Bupati sudah mau duduk bersama kami. Kami siap dibimbing dan ditegur kalau ada kekurangan di lapangan,” ucapnya.
Kesaksian menyentuh juga datang dari salah seorang petugas kebersihan perempuan yang mengaku telah bekerja sejak masa sulit, dengan gaji awal hanya Rp300 ribu hingga kini mencapai Rp1,8 juta per bulan.
“Alhamdulillah Pak, anak-anak kami bisa sekolah sampai tamat SMA dan SMK. Kami tidak pernah mengeluh. Kalau gaji bisa naik kami bersyukur, kalau belum pun kami tetap bekerja dengan ikhlas,” tuturnya.

Pertemuan sederhana itu menjadi potret kepemimpinan humanis, ketika pemimpin hadir tanpa sekat, mendengar langsung suara akar rumput, dan menghargai para pekerja yang selama ini berada di balik layar. Dari secangkir kopi, tumbuh kepercayaan dan semangat bersama merawat Labusel sebagai rumah yang bersih dan bermartabat.(SR)

scroll to top