Labuhanbatu Selatan – Benuanews.com
Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, mengukuhkan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Labuhanbatu Selatan periode 2025–2030. Pengukuhan berlangsung di Aula Lantai I Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Senin, 15 Desember 2025.
Dalam kepengurusan yang baru, H. Aliono Abdi, BA dipercaya sebagai Ketua FKUB. Ia didampingi H. Jumadi Rambe sebagai Wakil Ketua I dan Dr. Irwansyah Harahap sebagai Wakil Ketua II. Jabatan Sekretaris diemban H. Saiman dengan Agus Dermawan sebagai Wakil Sekretaris I, sementara posisi Bendahara dijabat Agata Murroisa, P. Sejumlah tokoh lintas agama juga ditetapkan sebagai anggota.
Dalam sambutannya, Bupati Fery Sahputra Simatupang menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Menurut dia, kerukunan bukan hanya kebutuhan moral dan sosial, tetapi juga amanat konstitusi yang wajib dijaga bersama.
“Kerukunan adalah prasyarat terciptanya stabilitas daerah. Pemerintah daerah memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan harmoni kehidupan beragama tetap terpelihara,” kata Fery.
Ia menjelaskan, peran FKUB telah diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2006. Regulasi tersebut menempatkan FKUB sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun dialog lintas agama, melakukan mediasi persoalan keagamaan, memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah, serta menjaga situasi sosial yang kondusif.
“Dengan dasar hukum itu, FKUB bukan sekadar forum diskusi, melainkan lembaga strategis yang memiliki peran formal dalam menjaga kerukunan,” ujarnya.
Fery berharap pengurus FKUB yang baru dapat memperkuat dialog lintas agama secara berkelanjutan, mendorong moderasi beragama, serta menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan mengedepankan kepentingan umum.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kata dia, berkomitmen mendukung peran FKUB melalui fasilitasi kegiatan, dukungan anggaran sesuai ketentuan, dan kerja sama lintas sektor.
“Tidak ada pembangunan tanpa kedamaian. Kedamaian hanya dapat terwujud jika kerukunan antarumat beragama benar-benar terjaga,” kata Fery.
Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog publik lintas agama sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam merawat keberagaman dan persatuan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.(K.Nasution)