LABUSEL —BENUANEWS.COM
Upaya awak media untuk mendapatkan konfirmasi dari Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 16 Desa Perkebunan Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kembali menemui jalan buntu. Kepala sekolah terkesan menghindar saat dikonfirmasi terkait sejumlah anggaran sekolah, termasuk dana pengembangan perpustakaan atau layanan pojok baca.
Beberapa kali jurnalis mencoba menemui langsung pihak sekolah untuk meminta keterangan. Namun, kepala sekolah tidak berada di tempat. Pesan konfirmasi melalui WhatsApp pun tidak pernah mendapatkan balasan.
Pada Rabu (10/12/2025), awak media kembali mendatangi SDN 16 Teluk Panji. Kondisi serupa terulang: kepala sekolah tidak tampak di lokasi. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai transparansi penggunaan anggaran di lembaga pendidikan tersebut.
Tidak hanya kepala sekolah, upaya konfirmasi kepada Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Kampung Rakyat (AGS) melalui WhatsApp juga tidak mendapatkan respons. Bahkan, pertanyaan yang disampaikan kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan (SPRD) mengalami hal yang sama—tidak ada jawaban.
Minimnya keterbukaan informasi ini menimbulkan dugaan kuat adanya persoalan dalam pengelolaan Biaya Operasional Sekolah (BOS). Untuk itu, awak media meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Unit Tipidkor Polres Labuhanbatu Selatan, untuk segera memanggil dan memeriksa kepala sekolah terkait dugaan penyimpangan anggaran tersebut.
Transparansi penggunaan anggaran pendidikan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi setiap satuan pendidikan. Sikap tertutup justru memunculkan kecurigaan dan berpotensi merugikan masyarakat, khususnya orang tua siswa yang berhak mengetahui pengelolaan dana publik di sekolah.(K.N)
