*Bupati Andi Rahim Jadi Narasumber Seminar Kebangsaan, Tegaskan Inklusivitas dan Kolaborasi Pentahelix*

Screenshot_20260608_063423.jpg
MAKASSAR-Benuanews.com-Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, berkesempatan hadir sebagai narasumber dalam Seminar Kebangsaan yang dilaksanakan Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Sulawesi Selatan (DPW PGK Sulsel).Kegiatan tersebut berlangsung di Red Corner Cafe & Resto, Jl. Yusuf Daeng Ngawing, Makassar, pada Sabtu (6/6/2026). Seminar ini mengusung tema besar “Inklusivitas Pembangunan Daerah Berkelanjutan yang Berbasis Lokal”.Pada kesempatan tersebut, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, membawakan materi yang bertajuk “Penguatan Kapasitas SDM yang Berwawasan Ekologi di Kabupaten Luwu Utara”.Dalam paparannya, Andi Rahim membedah secara rinci berbagai potensi berbasis sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten Luwu Utara. Pada sektor pertanian, wilayah ini mengandalkan sejumlah komoditas unggulan seperti padi, kakao, sawit, kopi, sagu, hingga durian.Tak hanya pertanian, Bupati juga memaparkan sektor-sektor unggulan lainnya yang menjadi pilar ekonomi, seperti sektor Peternakan yang didominasi ternak unggulan, seperti sapi dan kerbau.Selain itu, kata Bupati, Kabupaten Luwu Utara juga menghasilkan komoditas utama pada sektor Perikanan, berupa ikan, udang, dan rumput laut.Pun sektor Pertambangan dan Energi yang didominasi potensi emas, besi, dan galian C. Sektor Pariwisata juga menjadi perhatian Bupati dalam seminar kali ini. Menurutnya, Pemda Luwu Utara fokus pada pengembangan wisata alam, religi, budaya, dan sport tourism.“Kita sangat menekankan pentingnya inklusivitas dalam setiap aksi nyata untuk memperkuat SDM kita yang berwawasan ekologi,” ucap Bupati Andi Abdullah Rahim.Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen membangun hingga ke tingkat akar rumput agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.Untuk mewujudkan visi tersebut, Andi Rahim memaparkan 5 Pilar Pembangunan Berkelanjutan yang menjadi komitmennya, yaitu SDM Unggul, Hilirisasi Komoditas, Ekonomi Hijau, Transformasi Digital, dan Tata Kelola yang Kolaboratif “Kalau kita bisa tumbuh hari ini, maka kita akan kuat di masa depan,” tegas Andi Rahim.Lebih lanjut orang nomor satu di Kabupaten Luwu Utara ini menjelaskan bahwa kunci utama dari pembangunan yang inklusif adalah sinergi dan kolaborasi Pentahelix.Model ini, kata dia, mengedepankan kerja-kerja kolektif yang melibatkan 5 elemen penting secara simultan, yaitu pemerintah, akademisi, pihak swasta, masyarakat, dan media/pers.Ia mengingatkan bahwa cita-cita besar nasional tidak akan tercapai tanpa pergerakan masif dari tingkat lokal. “Indonesia Emas dimulai dari daerah. Tidak ada Indonesia Emas tanpa daerah yang maju,” ucapnya optimis.Di akhir pemaparannya, ia merumuskan sejumlah agenda bersama yang harus segera dikawal, seperti mengurangi kesenjangan, memperkuat ekonomi lokal, memperkuat kolaborasi, menjaga kelestarian lingkungan, serta terus mendorong partisipasi aktif masyarakat.“Inklusivitas adalah agenda kebangsaan. Pembangunan yang kuat bertumpu pada potensi lokal, dan pembangunan bermakna adalah yang dirasakan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (LHr#)

DPRD Payakumbuh Apreasi Pelaksanaan  GSA 2026 Melalui Olah Bersepeda Akan Mengukuatkan Pertumbuhan Ekonomi 

IMG-20260608-WA0011.jpg
Payakumbuh,-Benuanews.com Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra menilai pelaksanaan Gowes Silaturahmi Adventure (GSA) 2026 yang diikuti ribuan pesepeda dari berbagai daerah di Sumatera, menjadi pendorong untuk memperkuat promosi daerah sekaligus pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sport tourism.
Menurut Wirman, tingginya antusiasme peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga Sumatera Utara menunjukkan bahwa Kota Payakumbuh memiliki daya tarik yang kuat sebagai tuan rumah kegiatan olahraga rekreasi berskala regional.
“Kami di DPRD Kota Payakumbuh mengapresiasi penyelenggaraan GSA 2026 yang digelar ASRI. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah membuktikan bahwa Payakumbuh memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan olahraga rekreasi yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah,” kata Wirman Putra di Payakumbuh, Minggu (07/06/2026).
Ia mengatakan kegiatan olahraga komunitas seperti GSA tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha lokal.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan peserta dan pendamping selama kegiatan berlangsung turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kota Payakumbuh.
“Setiap kegiatan yang menghadirkan banyak pengunjung tentu memberikan efek ekonomi yang positif. Hotel, rumah makan, pedagang kecil, pelaku UMKM hingga destinasi wisata lokal ikut merasakan dampaknya. Karena itu kegiatan seperti ini perlu terus didukung dan dikembangkan,” ujarnya.
Wirman menambahkan DPRD Kota Payakumbuh mendukung berbagai agenda olahraga dan wisata berbasis komunitas yang mampu memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat citra Payakumbuh di tingkat regional maupun nasional.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas olahraga, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan event berkualitas yang dapat masuk dalam kalender kegiatan tahunan daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti GSA dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin besar dari tahun ke tahun. Selain membangun budaya hidup sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi daerah yang efektif dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Gowes Silaturahmi Adventure (GSA) 2026 digelar oleh Asosiasi Sepeda Rekreasi Indonesia (ASRI) dalam rangka memperingati hari jadi organisasi tersebut yang ke-5.
Ribuan pesepeda mengikuti rute sejauh 25 kilometer yang melintasi sejumlah kawasan perkotaan, permukiman, hingga ruang terbuka publik di Kota Payakumbuh.
Kegiatan yang dimulai dari kawasan Tugu Kudo, Galanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang itu berakhir di GOR M. Yamin dan ditutup dengan hiburan serta pengundian berbagai hadiah bagi peserta.
“DPRD akan terus mendukung kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Kami ingin Payakumbuh tidak hanya dikenal sebagai kota yang nyaman untuk dikunjungi, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan event berkualitas yang berdampak pada kesejahteraan warganya,” pungkasnya. (lili)

GSA Peringati Hari Jadi ke – 5 Dengan  Menggelar Gowes Silaturahmi Adventure Antar Provinsi 

IMG-20260608-WA0009.jpg
Payakumbuh,-Benuanews.com Ribuan pesepeda dari berbagai daerah di Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga Sumatera Utara memadati Kota Payakumbuh untuk mengikuti Gowes Silaturahmi Adventure (GSA) 2026 yang digelar Asosiasi Sepeda Rekreasi Indonesia (ASRI) dalam rangka memperingati hari jadi organisasi tersebut yang ke-5.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman secara resmi melepas peserta di kawasan Tugu Kudo, Galanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang, Payakumbuh, Ahad 07/06/2026, sebelum mereka menempuh rute sejauh 25 kilometer yang melintasi sejumlah kawasan perkotaan, pemukiman, hingga ruang terbuka publik di kota tersebut.
Elzadaswarman mengapresiasi konsistensi ASRI dalam mengampanyekan gaya hidup sehat melalui olahraga rekreasi sekaligus membangun silaturahmi antarkomunitas dan antarwilayah.
“Selamat ulang tahun ke-5 untuk ASRI. Pemerintah Kota Payakumbuh mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Kehadiran ribuan pesepeda dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan potensi daerah,” katanya.
Menurut dia, kegiatan olahraga berbasis komunitas tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap pergerakan ekonomi lokal melalui meningkatnya kunjungan peserta dan wisatawan ke Kota Payakumbuh.
Ia mengatakan kehadiran peserta dari berbagai provinsi turut memperkuat posisi Payakumbuh sebagai salah satu tujuan kegiatan olahraga rekreasi dan wisata komunitas di wilayah Sumatera.
“Kegiatan seperti ini memberikan efek berantai bagi masyarakat. Sektor kuliner, penginapan, usaha mikro, hingga destinasi wisata lokal ikut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan ke daerah,” ujarnya.
Selain menjadi ajang olahraga, GSA 2026 juga dimanfaatkan peserta untuk menikmati sejumlah ikon kota dan panorama lingkungan yang dilalui sepanjang perjalanan. Rute yang disiapkan panitia menghubungkan kawasan perkotaan, bantaran sungai, pusat pelayanan publik, hingga kawasan permukiman yang menjadi bagian dari wajah Kota Payakumbuh.
Elzadaswarman mengingatkan seluruh peserta untuk tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban selama mengikuti kegiatan.
“Jaga keselamatan, hormati pengguna jalan lain, dan tunjukkan semangat kebersamaan selama mengikuti kegiatan ini. Kami berharap para peserta dapat menikmati keindahan serta keramahan masyarakat Kota Payakumbuh,” katanya.
Ketua panitia menyebutkan GSA tahun ini menjadi salah satu kegiatan terbesar yang pernah diselenggarakan ASRI sejak berdiri lima tahun lalu, ditandai dengan tingginya partisipasi komunitas sepeda dari berbagai daerah.
Kegiatan ditutup di GOR M. Yamin dengan hiburan dan pengundian berbagai hadiah bagi peserta yang berhasil menyelesaikan rute yang telah ditetapkan panitia.
Pemerintah Kota Payakumbuh berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan gaya hidup sehat masyarakat, promosi daerah, serta pengembangan sport tourism yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (lili)

Mambangkik Tradisi Mauluan Konji di Bulan Baiak /Ramadhan Menghidupkan Kembali Warisan Budaya Minangkabau

IMG-20260608-WA0001.jpg
Payakumbuh,-Benuanews.com Kenagarian Aie Tabik menjadi nagari pertama di Kota Payakumbuh yang menggelar kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari Tahun 2026 melalui tradisi “Mauluan Konji di Bulan Baiak/Ramadan” sebagai upaya menghidupkan kembali warisan budaya Minangkabau yang mulai jarang dikenal generasi muda.
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan kebangkitan tradisi tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan nilai adat dan budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat di tengah perkembangan zaman.
“Atas nama Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini. Tradisi Mauluan Konji bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, mempererat hubungan antargenerasi, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat,” kata Elzadaswarman saat menghadiri kegiatan di Balai Adat Nagari Aie Tabik, Ahad (07/06/2026).
Tradisi Mauluan Konji merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Minangkabau yang dilaksanakan melalui kegiatan memasak dan menyajikan konji atau bubur khas secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan, kepedulian sosial, serta ungkapan syukur yang diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat nagari.
Menurut Elzadaswarman, pelestarian tradisi lokal memiliki manfaat langsung bagi masyarakat karena mampu memperkuat kohesi sosial, menjaga semangat gotong royong, serta menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak nagari dapat mengenal kembali akar budayanya, memahami nilai sopan santun, tanggung jawab sosial, dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau,” ujarnya.
Ia mengatakan pelestarian adat dan budaya menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan peran lembaga adat seperti LKAAM, Kerapatan Adat Nagari (KAN), dan Bundo Kanduang, serta dukungan terhadap berbagai program kebudayaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di tingkat nagari.
Menurut dia, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas budaya serta nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
“Kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Ketika adat, agama, dan kebersamaan tetap terjaga, maka masyarakat akan memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman,” katanya.
Ia menambahkan kegiatan tersebut juga sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang menempatkan adat dan agama sebagai dua unsur yang saling menguatkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh unsur masyarakat mulai dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang hingga generasi muda untuk terus bersinergi menjaga dan mewariskan tradisi yang menjadi identitas daerah.
“Jangan sampai perkembangan zaman mengikis jati diri kita sebagai urang Minang. Tradisi yang diwariskan para pendahulu harus tetap hidup, dikenal, dan diteruskan oleh generasi berikutnya,” ujarnya.
Pemerintah Kota Payakumbuh berharap kebangkitan tradisi Mauluan Konji di Nagari Aie Tabik dapat menjadi inspirasi bagi nagari lain untuk kembali menghidupkan berbagai tradisi adat yang mulai jarang dilaksanakan sehingga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal tetap terjaga serta memberi manfaat bagi kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh, Camat Payakumbuh Timur, Lurah Balai Jariang, KAN 10 Nagori, Bundo Kanduang, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. (lili)
scroll to top