- Home
- Full Post Style

LEBAK Benuanews.com Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor Rangkasbitung Polres Lebak,AIPTU Terry.M.S, melaksanakan pengawasan dan monitoring kegiatan penyaluran bantuan ketahanan pangan kepada masyarakat Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.Kegiatan berlangsung di Kantor Kelurahan Rangkasbitung Barat tersebut dilakukan guna memastikan proses distribusi bantuan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat.Penyaluran bantuan dilaksanakan mulai Senin pagi dan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan.Senin (08/06/2026).Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kelurahan Rangkasbitung Barat, menyalurkan bantuan ketahanan pangan yang bersumber dari Badan Pangan Nasional sebanyak 252 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa beras medium sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.Untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan, Bhabinkamtibmas Polsek Rangkasbitung AIPTU Terry.M.S, turut melakukan pendampingan serta pengamanan selama proses distribusi berlangsung.Kehadiran anggota Polri di lokasi bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya penyaluran bantuan.Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Herfio Zaki S.I.K., M.H, melalui Kapolsek Rangkasbitung AKP Henri Sinaga,.SH, menyampaikan bahwa pengawasan dan pengamanan penyaluran bantuan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah serta memastikan bantuan sosial dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran.Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bentuk pelayanan Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat Kelurahan Rangkasbitung Barat menyambut baik pelaksanaan penyaluran bantuan ketahanan pangan tersebut. Warga merasa terbantu dengan adanya bantuan beras dan minyak goreng yang dapat meringankan kebutuhan sehari-hari,”ujar Kapolsek Rangkssbitung.(B)

Serang Benuanews.com – Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) yang jatuh pada 8 Juni 2026, Polda Banten beserta staf dan jajaran menyampaikan ucapan Selamat Hari Laut Sedunia 2026 sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan dan masa depan generasi bangsa.Peringatan Hari Laut Sedunia tahun 2026 mengusung tema “Membayangkan Kembali: Melampaui Dunia yang Kita Kenal, Hubungan Baru dengan Samudra Kita”. Tema ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun hubungan yang lebih harmonis dengan laut melalui berbagai langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan ekosistem lautDalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan bahwa laut merupakan anugerah yang harus dijaga dan dilestarikan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.“Atas nama keluarga besar Polda Banten, saya mengucapkan Selamat Hari Laut Sedunia 2026. Momentum ini mengingatkan kita bahwa laut memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian laut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Hengki.Hengki menuturkan bahwa Provinsi Banten yang memiliki wilayah pesisir dan perairan yang luas membutuhkan kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan laut dari berbagai ancaman, seperti pencemaran sampah, kerusakan ekosistem, maupun eksploitasi yang tidak bertanggung jawab.“Laut yang sehat akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat, mulai dari sektor perikanan, pariwisata, hingga keberlangsungan lingkungan. Karena itu, mari kita mulai dari langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah ke sungai dan laut serta mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan,” lanjutnya.Diakhir, Kapolda Banten mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Laut Sedunia sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan membangun budaya cinta laut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.“Mari kita jaga laut sebagai warisan berharga bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat mewujudkan laut yang bersih, sehat, dan lestari demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutup Hengki. (B).

MANDAILING NATAL-Benuanews.com-Keberadaan Bendera Merah Putih yang masih berkibar setengah tiang di depan Kantor Desa Lambou Darul Ihsan, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, pada Minggu (7/6/2026), menjadi sorotan masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai alasan pengibaran bendera setengah tiang di lingkungan kantor pemerintahan desa.Pantauan di lokasi menunjukkan bendera negara masih terpasang pada posisi setengah tiang di halaman kantor desa. Situasi itu menarik perhatian warga karena pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang umumnya dilakukan pada momen tertentu yang memiliki dasar dan ketentuan resmi.Sejumlah warga menilai kantor desa sebagai pusat pelayanan publik seharusnya menjadi contoh dalam menjaga ketertiban administrasi dan penghormatan terhadap simbol negara. Mereka berharap aparatur desa lebih cermat dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, termasuk dalam hal yang berkaitan dengan atribut kenegaraan.“Bendera negara memiliki makna dan aturan yang jelas. Jika hal mendasar seperti ini luput dari perhatian, masyarakat tentu berhak mempertanyakan sejauh mana pengelolaan dan pengawasan terhadap urusan pemerintahan desa dilakukan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.Pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan atau masa berkabung yang telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Karena itu, pemasangan bendera setengah tiang di kantor pemerintahan semestinya disertai alasan yang jelas agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.Peristiwa tersebut juga memunculkan diskusi di kalangan warga mengenai pentingnya kedisiplinan aparatur dalam menjaga simbol negara. Selain menjadi lambang kedaulatan bangsa, Bendera Merah Putih memiliki nilai historis dan kehormatan yang wajib dijaga oleh seluruh elemen pemerintahan.Masyarakat berharap Pemerintah Desa Lambou Darul Ihsan dapat memberikan penjelasan resmi terkait kondisi tersebut. Transparansi dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Lambou Darul Ihsan mengenai alasan bendera masih berkibar setengah tiang di depan kantor desa tersebut. Warga berharap persoalan ini segera mendapat klarifikasi agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.(MFB#)
LEBAK Benuanews.com Personel Polsek Rangkasbitung Polres Lebak,AIPTU Heru Sasmito dan AIPDA Juremi,rutin melaksanakan Program Kapolda Banten yaitu Suling (Sholat Subuh Keliling) di Masjid Ar-Iqhklas.Kampung Sawah,Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.Senin pagi 2
08 Juni 2026,pukul.04.54 Wib.Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Herfio Zaki.,S.I.K,M.H, melalui Kapolsek Rangkasbitung AKP Henri Sinaga,.SH, mengatakan.“Ya pagi ini personil Polsek Rangkasbitung Polres Lebak, melaksanakan Program Kapolda Banten yaitu Suling (sholat Subuh Keliling).“Kegiatan ini merupakan Program Kapolda Banten, yang bertujuan untuk menjaga situasi Kamtibmas di daerah hukum Polres Lebak dan mendekatan Polisi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ujar Kapolsek Rangkasbitung.