Sinergi Polri dan Masyarakat: Polda Sumsel Hadirkan Rasa Aman Melalui Bang Kopling

IMG-20260608-WA0049-scaled.jpg
LUBUKLINGGAU.(Benuanews.com)-Polda Sumatera Selatan terus memperkuat stabilitas keamanan dan ketahanan sosial masyarakat melalui pendekatan humanis berbasis kearifan lokal. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Program Sambang Kopi Keliling (Bang Kopling) yang digelar Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Lubuklinggau di Terminal Kalimantan, Kota Lubuklinggau, Senin, 8 Juni 2026.Program Bang Kopling menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan dialogis, edukatif, dan partisipatif dalam membangun kemitraan antara kepolisian dan masyarakat. Melalui forum santai yang dikemas dalam suasana kebersamaan, Polri hadir lebih dekat dengan warga guna menyerap aspirasi, mendengar langsung berbagai persoalan sosial, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.Kegiatan yang mengusung tema “Ngopi Bersama Masyarakat Linggau Juara, Santai Semakin Dekat dengan Polisi” tersebut melibatkan masyarakat, pelaku usaha lokal, pengemudi angkutan umum, serta berbagai elemen warga yang beraktivitas di kawasan terminal. Dalam kesempatan itu, personel Sat Binmas memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga situasi kamtibmas yang kondusif serta mensosialisasikan pemanfaatan layanan Call Center Polri 110 sebagai sarana pelaporan cepat terhadap tindak pidana, kecelakaan lalu lintas, maupun keadaan darurat lainnya.Program ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan stabilitas keamanan sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran Polri di ruang-ruang publik diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang aman, produktif, dan harmonis.Kasat Binmas Polres Lubuklinggau AKP Nyoman Sutrisno mengatakan bahwa Program Bang Kopling merupakan sarana efektif untuk memperkuat komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat.“Kegiatan Bang Kopling menjadi ruang komunikasi yang sangat efektif untuk mendengar aspirasi masyarakat secara langsung. Kami mengimbau seluruh warga agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan gangguan kamtibmas maupun situasi darurat lainnya. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang harus kita jaga melalui sinergi dan kepedulian,” ujar Kasat Binmas Polres Lubuklinggau AKP Nyoman Sutrisno.Menurutnya, pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan secara berkelanjutan akan memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung terciptanya keamanan lingkungan serta mencegah munculnya berbagai potensi gangguan kamtibmas sejak dini.Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program-program berbasis kedekatan sosial seperti Bang Kopling merupakan bentuk nyata transformasi pelayanan Polri yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan stabilitas keamanan, ketahanan sosial, dan pelayanan publik yang semakin responsif. Program Bang Kopling menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang siap mendengar, melayani, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan,” tegas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.Melalui Program Bang Kopling, Polda Sumatera Selatan berharap terbangun komunikasi yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, serta mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan.Polda Sumatera Selatan juga mengimbau seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian sosial, serta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan Call Center 110 yang dapat diakses selama 24 jam tanpa dipungut biaya.(Wahyudi)

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Siregar Buka Diklat Audit Pengawasan, Perkuat Profesionalisme Personel

1001873953.jpg

JAMBI – Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., secara resmi membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Audit Tingkat Dasar Fungsi Pengawasan Polda Jambi yang digelar di Aula Ditlantas Polda Jambi, Senin (8/6/2026) pagi.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Polda Jambi dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme personel di bidang pengawasan, guna mendukung terwujudnya tata kelola organisasi yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Pembukaan diklat dihadiri oleh PLh. Kepala BPKP Provinsi Jambi M. Purba, S.E., M.Si., Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus P. Siregar, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Jambi, serta sekitar 40 peserta yang akan mengikuti pelatihan selama lima hari ke depan.

Kapolda menegaskan bahwa seorang pengawas harus memiliki pengetahuan, kompetensi, dan kemampuan yang memadai dalam memberikan jaminan terhadap efektivitas pengelolaan organisasi. Selain itu, kegiatan pendidikan dan pelatihan audit ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme anggota Polri maupun personel yang terlibat dalam pelaksanaan fungsi pengawasan sehingga dapat menjalankan tugas secara optimal.

Kapolda juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh semangat dan kesungguhan agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengawasan merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan organisasi Polri yang semakin profesional dan berintegritas.

“Pendidikan dan pelatihan audit tingkat dasar ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kompetensi personel dalam melaksanakan fungsi pengawasan secara efektif, objektif, dan akuntabel. Dengan kemampuan yang baik, personel pengawasan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung tata kelola organisasi yang transparan dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.

Lebih lanjut, Kabid Humas menambahkan bahwa sinergi antara Polda Jambi dan BPKP dalam kegiatan ini merupakan langkah positif untuk memperkuat kualitas pengawasan internal sehingga pelaksanaan program dan anggaran dapat berjalan secara tepat sasaran dan bertanggung jawab.

“Melalui pelatihan ini diharapkan lahir auditor-auditor yang profesional, memiliki integritas tinggi, serta mampu menjadi mitra strategis pimpinan dalam memastikan seluruh pelaksanaan tugas berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Dengan dibukanya Pendidikan dan Pelatihan Audit Tingkat Dasar Fungsi Pengawasan Polda Jambi ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang audit sehingga dapat mendukung terwujudnya Polri Presisi yang profesional, modern, dan terpercaya.

Antisipaai Gangguan Kamtibmas,Anggota Polsek Rangkasbitung Polres Lebak PAM Hiburan di Tempat Resepsi Warga

IMG-20260608-WA0066.jpg
LEBAK, Benuanews.com Anggota Polsek Rangkasbitung Polres Lebak,AIPTU Heru Sasmito,AIPDA Juremi dan AIPDA Turas Catir.W.Melaksanakan Program Quick Wins Presisi Polri sekaligus giat pengamanan hiburan di tempat resepsi warga desa binaan.Selain itu anggota Polsek Rangkasbitung berikan himbauan kamtibmas kepada warga masyarakat yang swdang menikmati hiburaan di Kampung Kukulu, Desa Pabuaran,Kecamatan Rangkaabitung Kabupaten Lebak.Minggu malam 07 Juni 2026,pukul.20.30 Wib.Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki,.S.I.K,M.H, melalui Kapolsek Rangkasbitung AKP Henri Sinaga,.SH, mengatakan.“Tentunya kegiatan patroli dialogis dan pengamanan hiburan di tempat resepsi tersebut untuk mejaga keamanan dan ketertiban masyarakat,selain itu kita juga menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada warga masyarakat Kampung Kukulu dan tuan rumah agar ikut menjaga kamtibmas,”ujar Kapolsek Rangkasbitung.

Peringati Hari Laut Sedunia 2026, Polres Lebak Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Ekosistem Pesisir Pantai Selatan

IMG-20260608-WA0069.jpg
Lebak Benuanews.com Menyelaraskan semangat pengabdian dalam momentum bertepatan dengan arah dedikasi *”80 Tahun Mengabdi POLRI Untuk Masyarakat”*, Kepolisian Resor (Polres) Lebak Polda Banten secara resmi menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Hari Laut Sedunia (*World Ocean Day*) yang jatuh pada hari Senin, 8 Juni 2026.Melalui momentum global ini, Kepala Kepolisian Resor Lebak *AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H.*, beserta seluruh staf dan jajaran kesatuan, mengajak segenap lapisan masyarakat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga, merawat, dan melestarikan ekosistem kelautan, khususnya di sepanjang garis pantai selatan Kabupaten Lebak.Kapolres Lebak, AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa laut bukan sekadar bentang alam maritim yang luas, melainkan penopang kehidupan yang vital bagi kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan, perekonomian nelayan, serta keseimbangan iklim makro. Kabupaten Lebak yang dianugerahi garis pantai yang panjang memiliki potensi besar sekaligus tanggung jawab ekologis yang masif bagi seluruh elemen daerah guna memastikan keberlanjutannya tetap terjaga dari ancaman kerusakan.“Hari Laut Sedunia tahun 2026 ini menjadi pemantik bagi kita semua, khususnya jajaran Polres Lebak dan seluruh masyarakat Kabupaten Lebak, untuk terus bersinergi melakukan aksi nyata. Laut yang bersih dan sehat adalah warisan terbaik bagi generasi masa depan. Kami mengimbau seluruh masyarakat, wisatawan, serta pelaku usaha perikanan di wilayah hukum Polres Lebak untuk menghentikan praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak (destructive fishing) serta mengelola limbah maupun sampah plastik dengan bijak agar tidak mencemari lautan kita, ujar AKBP Herfio Zaki.Melalui rilis pers ini, Humas Polres Lebak juga menyebarkan visualisasi edukatif resmi Polres Lebak sebagai bentuk seruan moral kepada publik. Peringatan Hari Laut Sedunia 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan gerakan kolektif yang berkesinambungan demi mewujudkan laut Lebak yang biru, lestari, aman, dan produktif secara ekonomi maupun ekologi.(B)
scroll to top